One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
123. Gadisnya Ryan


__ADS_3

***


Beberapa jam lalu setelah menagis dalam diam akhirnya Ale tertidur begitu saja. Gadis itu tidur meringkuk diatas sofa berukuran cukup besar yang ada di kamarnya. Mungkin karena terlalu lama menangis sampai dadanya sesak membuat Ale kelelahan dan tertidur dengan cepat. Waktu sudah sore hari bahkan sebentar lagi langit akan gelap.


Menangis dalam diam di ruangan yang sunyi. Tanpa adanya siapa pun disini. Ale memang tidak memiliki teman dekat selain Jenna. Biasanya disaat seperti ini ada Jenna yang menemaninya. Namun sekarang tidak ada, temannya itu baru saja di tembak dan tidak mungkin datang kesini.


Entah kenapa, baru kali ini Ale merasakan sakit hati yang didasari oleh sesuatu hal yang sangat tidak pasti. Hubungannya dengan Ryan hanya sebatas saling kenal namun kenapa dia harus merasakan sakit seperti ini? Mungkin ini juga salahnya karena terlalu menggunakan perasaan pada setiap tindakan Ryan untuknya. Wajar saja, baru kali ini Ale di treat sebaik itu oleh seorang pria. Biasanya pria yang datang ke kehidupannya hanya penasaran dan langsung pergi begitu saja setelah kenal. Ale sudah muak sebenarnya dengan fase seperti itu.


Namun ternyata karena rasa muak itu ia malah merasakan hal yang baru. Yaitu merasakan hati yang sakit padahal tidak memiliki ikatan yang pasti.


Kasihan sekali dirinya ini.


Mungkin karena terlalu larut dalam kesedihan, ia sampai tidak sadar jika Ryan sudah berada di belakangnya sejak tadi. Bahkan pria itu mendengar semua apa yang dikatakan olehnya. Ryan juga mendengar isak tangis yang keluar dari mulut Ale. Entah mengapa rasanya ia juga ikut merasakan sesak.


Ryan awalnya hanya penasaran saja dengan Ale. Namun lambat laun setelah ia mengenal Ale, lambat laun ia mulai nyaman dan terus ingin berada di dekat gadis ini. Sialnya, sesuatu hal yang ia rahasiakan dari Ale malah diketahui oleh gadis ini. Parahnya, ternyata Ale menyukainya.


Sayang seribu sayang, jika saja Ryan tidak seperti ini mungkin Ale akan menerimanya. Tapi nasi sudah menjadi bubur, sepertinya Ale tidak akan menerimanya. Namun hatinya bertekad akan terus mendekati Ale. Ale berbeda dengan wanita diluaran sana yang sering ia jumpai.


Ryan berjalan mendekat ke arah Ale, ia melihat jika mata gadis ini sedikit membengkak dan hidungnya memerah. Namun tidurnya sangat pulas.

__ADS_1


Cupp..


"Maafkan aku," ucap Ryan pelan setelah mengecup pelan pipi Ale.


Entah kenapa mendengar isak tangis dari gadis yang beberapa bulan ini dekat dengannya ini membuatnya ikut merasa pilu. Semoga saja gadis ini bisa kembali luluh. Ryan tidak memiliki jadwal lagi sore ini, lebih baik dia disini dan menunggu gadis ini saja sampai bangun.


Tak tega melihat Ale yang tidur meringkuk di sofa, Ryan pun memutuskan untuk mengangkat gadis ini ke atas kasurnya. Dengan perlahan mengangkatnya kemudian berjalan dan kembali menurunkannya perlahan. Ryan ikut naik ke atas kasur dan tidur memeluk Ale. Tiba tiba gadis itu bergerak dan memeluknya. Awalnya pelukannya hanya pelukan biasa namun lama kelamaan jadi erat dan semakin erat. Ryan tersenyum dan mengelus elus pundak Ale sampai pelukannya sedikit mengendur lalu ia pun tidur bersama gadis itu.


***


Sudah terlalu lama tertidur, Ale pun terusik dalam tidurnya dan membuka matanya. Ia terusik saat merasakan tubuhnya yang berat seperti ditimpa sesuatu. Perlahan, ia membuka matanya. Silau, namun ia melihat sebuah siluet. Bau parfume asing juga tercium olehnya. Ale mencoba menggerakam tubuhnya namun sangat sulit. Tiba tiba ada pergerakan dari dekatnya, membuat Ale terkejut dan membuka matanya sekaligus.


"Salah aku ada disini? Bukannya kamu nangis karena aku tadi sampe sampe kamu ketiduran. Makanya aku bawa naik ke atas kasur biar tidur kamu gak keganggu," ucap Ryan serak.


Ale terdiam sesaat saat mendengar suara Ryan yang sangat seksi. Suara pria baru bangun tidur memang sangat seksi sekali, apalagi ketika pria itu langsung bermanja. Sama halnya seperti Ryan, pria itu kembali memeluk tubuh Ale dan menempatkan kepalanya di dekat dada gadis itu.


"Lepasin gak? Anda gak boleh kayak gini, masuk tanpa ijin ke apartement saya saja sudah termasuk pelanggaran dan saya bisa menuntut anda," ucap Ale.


"Oh ya?" Ucap Ryan acuh.

__ADS_1


Mungkin aneh jika Ryan tiba tiba ada disini. Namun yang sebenarnya pria itu langsung mencari keberadaan Ale melalui GPS yang ia tempelkan di anting di yang ia pakai. Jadi Ryan bisa dengan mudah mencarinya. Saat itu, anting milik Ale terjatuh di mobil Ryan. Katanya ini anting pemberian kakeknya, Ryan pun langsung memasangkan GPS kecil di anting ini agar ia bisa selalu tahu keberadaan Ale dimana saja. Dan ia juga membobol kunci pintu kamar apartement Ale sehingga ia bisa masuk dengan mudah.


"Lepas. Saya bukan wanita penghibur," ucap Ale. Tangannya sejak tadi terus mendorong tubuh Ryan agar menjauh dari dekatnya. Namun sangat sulit. Ditambah pria ini juga melingkarkan kedua tangannya pada perut Ale.


"Siapa yang bilang kamu wanita penghibur hm? Kalo iya, kamu hanya boleh menghibur aku sampai kamu kelelahan diatas kasur ini. Kamu tidak boleh menghibur pria lain selain aku. Karena aku tidak akan pernah mengininkan hal itu sampai terjadi," ucap Ryan pelan. Hembusan nafas pria itu berada dj leher Ale yang terekspos. Tentu saja itu sangat menggelitiknya.


"Bisa anda bergeser? Saya tidak suka dengan jarak sedekat ini," ucap Ale.


"Tapi aku suka, Alesha," ucap Ryan.


Jujur, baru pertama kali dalam hidupnya ada yang memanggil nama belakangnya secara lengkap, Alesha. Selama ini orang orang memanggilnya dengan sebutan Ale saja agar simpel, namun pria ini. Entah kenapa memanggilnya dengan sebutan itu. Seolah dia ingin terlihat berbeda dari yang lain ketika menyebut namanya atau memanggil namanya.


"Nama panggilan saya Ale, just Ale. Jangan menyebut semuanya," ucap Ale.


"Aku lebih menyukai nama Alesha dibandingkan dengan Ale. Menurut ku, nama Alesha seperti sesuatu yang indah untuk aku sebut. Karena aku menyukainya maka aku akan terus menyebut nama itu untuk mu," ucap Ryan.


"Whatever. Lepaskan saya, saya tidak suka dengan jarak sedekat ini. Saya tidak mau berurusan dengan wanita wanita anda," ucap Ale.


"Tidak mau berurusan dengan wanita wanita ku? Mereka hanya wanita penghibur yang membutuhkan uang dan aku membutuhkan kepuasan. Kami melakukannya karena sama sama mau. Dan wanita ku bukan mereka, tapi kamu. Ah, bukan wanita. Melainkan gadis ku, untuk sekarang dan selamanya," ucap Ryan paten tanpa ada keraguan sedikit pun.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2