One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
203. Penasaran


__ADS_3

***


Senang? Tentu saja. Karena akhirnya Jenna bisa menginjakan kakinya di kota Paris. Kota yang dikenal dengan julukan kota romantis. Entahlah, Jenna memang terlahir dari keluarga yang berada, namun dia tidak pernah diijinkan bertravelling ke negara Eropa ini. Dia hanya diijiinkan berkelilimg di sekitaran Indonesia dan Boston saja. Sisanya dia hanya bisa menatap keindahan negara lain dari laptopnya.


Dua jam berlahlu akhirnya mereka sampai di tempat tujuannya. Akhirnya Jenna dan Zayn bisa selamat sampai kembali menginjakan kakinya lagi diatas tanah. Tentu saja Jenna sangat senang sekali, perjalanannya sangat lancar. Bahkan dia sangat menikmatinya. Menikmati karena dia bisa tidur lama.


Zayn memaksa untuk memangku tubuh Jenna saat mereka sampai di pendaratan, yaitu di bandara. Jenna mau tak mau harus menurut untuk ikut turun dengan posisi di gendong oleh Zayn. Sedikit ngeri karena mereka akan menuruni tangga untuk sampai ke atas tanah. Namun ternyata Zayn memang terlatih sepertinya.


Meskipun tubuh Jenna kecil dan tidak gemuk, tapi berisi. Dia cukup takut Zayn tidak mampu menopang berat tubuhnya dan berakhir Jenna jatuh dari ketinggian, selain sakitnya yang luar biasa, malunya juga pasti akan luar biasa. Kesakitan Jenna akan double double ketika hal itu terjadi.


"Wajah mu sangat tegang seolah aku akan menyetubuhi kamu lagi tadi, sayang," ucap Zayn terkekeh. Mereka berdua sudah berada dalam mobil dan sedang dalam perjalanan menuju ke hotel, tempat dimana mereka akan beristirahat sejenak sebelum kembali memulai aktivitas.


"Ya lagian kamu tiba tiba mau gendong aku turun. Ya jelas aku tegang karena takut lah mas, kalo jatuh bukan cuma sakitnya aja yang aku dapet, tapi malunya juga," ucap Jenna.


Tawa Zayn seketika mengudara mendengar ucapan Jenna. Tentu saja dia tidak akan mau membuat wanitanya terjatuh. Dia juga masih memiliki perasaan. Tidak mungkin rasanya jika Jenna akan dibuat jatuh oleh pria yang sangat mencintainya itu.


"Kan pemanasan buat nanti ke resort sayang," ucap Zayn.


Deg..


Jenna terdiam mendengar ucapan Zayn. Resort? Artinya dia akan kembali di unboxing? Jenna tidak mau, tapi dia tidak bisa menolak juga. Sentuhan Zayn benar benar mampu membuatnya tidak bisa berkutik. Jenna hanya bisa diam setelah Zayn menyentuhnya. Diam dan menimatinya sampai mereka sama sama mengeluarkan cairan kenikmatannya masing masing.


"Kapan pesta teman kamu digelar?" Tanya Jenna. Sengaja mengalihkan pembicaraan.


"Tiga hari lagi. Selama itu aku memiliki banyak waktu untuk membuat mu mengang*ang untuk ku," ucap Zayn berbisik. Tentu saja harus berbisik. Di depan mereka ada Mathew yang sedang menyetir.


"Jangan gila, aku gak mau hamil duluan mas," ucap Jenna.

__ADS_1


"Aku gak akan buat kamu hamil sayang. Bukannya sudah ku bilang jika aku juga tidak ingin cepat cepat memiliki anak? Aku ingin menikmati waktu kita berdua," ucap Zayn.


"Iya mas, tapi kan kalo kita sering melakukan itu, obat kontrasepsi tidak akan berfungsi. Kamu tahu itu kan? Apalagi tiap kamu keluar banyak bangt sampe punya aku ikutan becek," ucap Jenna pelan di akhir ucapannya.


"Gak akan, aku bakalan pake pengaman terus. Kamu tahu kan kenapa aku rela memakai pengaman. Itu semua demi kita, supaya kamu tidak hamil dan aku bisa bebas memasuki kamu. Penikahan kita tinggal dua minggu lagi, aku harap setelah menikah, kamu tidak akan komplen dengan kemauan ku setiap harinya," ucap Zayn.


Setiap harinya? Memangnya apa? Melayani suami? Tentu saja Jenna akan melakukan itu. Meskipun dia harus melepaskan pekerjaannya yang sangat dia cintai di perusahaan papi Adam. Dia tidak bisa komplain lagi, karena Zayn sudah tidak akan memberikan negosiasi lagi.


"Aku istri kamu mas, bukan alat pemuas nafsu kamu," ucap Jenna ketus.


"Tentu saja, memangnya siapa yang menganggap kamu sebagai pemuas nafsu ku? Tidak ada sayang," ucap Zayn.


"Lalu maksud kamu dengan kemauan kamu itu apa? Bukannya itu tidak jauh jauh dari aktivitas s*x?" Tanya Jenna.


Zayn terkekeh mendengar ucapan Jenna, "Kamu akan tahu nanti setelah menikah sayang. Aktivitas s*x tentu saja akan ada. Tapi ada juga aktivitas lainnya. Tunggu saja nanti."


"Ada deh, nanti kamu juga tahu," ucap Zayn.


Sialan!! Pria ini paling bisa menggodanya sekaligus membuatnya kesal. Jenna tahu Zayn sengaja melakukan hal seperti ini karena dia memang sangat suka sekali menggoda Jenna. Bahkan tak jarang sampai membuat Jenna menangis saking kesalnya.


Pria ini memang tidak suka melihat Jenna menangis, namun dia sendiri yang selalu membuatnya menangis. Sedikit heran namun banyak anehnya.


"Mas apa ih, jangan buat aku penasaran," ucap Jenna.


"Maaf tuan, nona, kita sudah sampai di hotel," ucap Mathew melerai perdebatan Jenna dan Zayn. Iya, mereka sedang berdebat. Yang satunya ingin tahu dan yang satunya lagi tidak ingin memberitahu. Cocok sekali bukan?


"Kita masuk ke dalam hotel dulu, aku benar benar lelah di perjalanan dan aku butuh tidur," ucap Zayn.

__ADS_1


Pria itu keluar lebih dulu baru menarik pinggang Jenna untuk masuk ke dalam hotel setelah Jenna keluar dengan pintu mobil yang dibukakan oleh petugas hotel.


"Welcome Mr. Nagendra and Mrs. Adam," sapa petugas keamanan di depan.


"Thank you," ucap Jenna. Keduanya pun berjalan masuk ke dalam hotel. Tidak perlu cek in karena ini adalah hotel milik Zayn. Mereka hanya perlu menaiki beberapa lantai menggunakan lift untuk segera sampai ke kamar hotel milik Zayn. Kamar hotel pria ini juga tidak menggunakan kunci, tetapi menggunakan sidik jari dan pin. Berbeda dengan kamar lainnya yang memiliki kunci.


"Mas apa ih yang tadi. Jenna masih penasaran tahu," ucap Jenna.


"Penasaran? Ya sudah nikmati saja sayang," ucap Zayn menahan senyumnya.


"Iiihhhh," geram Jenna. Bahkan wanita itu sampai memukul pelan bahu tangan Zayn.


"Sakit cinta, kasar deh," ucap Zayn.


"Mampus. Rasain," ucap Jenna. Wanita itu keluar dari dalam lift lebih dulu dan pergi meninggalkan Zayn. Untungnya sebelum masuk ke dalam sini, Jenna sudah diberitahu soal pin pintu hotel ini. Pin-nya berisi sebuah angka.


"Mas kok gak bisa masuk. Katanya angka yang tadi kamu sebut," ucap Jenna.


"Apa iya? Aku tidak pernah menggantinya sayang," ucap Zayn. Pria itu mendekat dan berdiri di belakang tubuh Jenna.


"Ya terus kok gak bisa. Aku udah coba dua kali," ucap Jenna.


Zayn pun mengambil telunjuk Jenna dan menekan sebuah angka yang cukup membuat Jenna tercengang. Itu adalah tanggal lahirnya, tapi kenapa tanggal lahirnya?


"Mas...,"


"Masuk dulu, nanti aku jelaskan," bisik Zayn sembari mengecup pelan pipi Jenna.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2