
***
Zayn tersenyum lebar saat miliknya sudah memuntahkan laharnya. Sekitar berpuluh puluh menit berlalu, Jenna akhirnya tunduk dan patuh dengan perintahnya. Sebenarnya Jenna juga menginginkan hal itu, namun wanita itu masih memiliki otak waras untuk berpikir. Sedangkan Zayn tidak. Buktinya, Jenna masih mampu menahan nafsunya sedangkan Zayn tidak. Pria itu akan tetap mengikuti hawa nafsunya.
Zayn tahu, Jenna tadi sebenarnya tidak mau melakukannya. Namun sepertinya milik wanita iyu juga sudah berkedut, tentu saja harus di tuntaskan. Jika tidak maka itu akan membuatnya kepikiran sampai meriang. Entahlah, entah kenapa setelah bersama dengan Jenna, Zayn selalu menginginkan hal intim terus menerus. Pun sama halnya dengan Jenna.
Mereka memang tidak melakukan itu, mereka hanya sama sama saling bermain di area milik mereka. Zayn dibantu tangan Jenna dan Zayn juga melakukan hal yang sama. Sebenarnya dia ingin yang lebih, namun Jenna menolaknya. Dia tidak mau melakukan itu lagi.
"Terimakasih sayang," bisik Zayn sembari mengecup pelan bibir Jenna.
"Mau pulang ke apart mas. Gak nyaman disini," ucap Jenna.
"Oke, besok pagi," putus Zayn.
"Masih lama. Aku maunya sekarang," rengek Jenna.
"Jika kita pulang sekarang, aku tidak menjamin untuk tidak kembali menjamah tubuh kamu sayang. Kamu tahu sendiri aku gilanya seperti apa dengan kamu dan juga tubuh kamu," ucap Zayn.
Jenna menghela nafas kasarnya dan terus memeluk Zayn. Mereka baru selesai dengan kegiatan panas yang untungnya bisa Jenna hentikan dengan cepat. Meskipun jujur saja miliknya terus berkedut juga karena mungkin belum puas. Namun Jenna tidak mau miliknya kembali dimasuki oleh Zayn. Lebih tepatnya dia hanya ingin nanti setelah pernikahan.
Zayn memang gila. Gila sekali ketika nafsu setannya sudah datang. Pria itu akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sarang miliknya. Yaitu milik Jenna. Zayn benar benar sudah tergila gila dengan sarang itu, dia ingin sekali mengobrak ngabrik lubang itu. Memasukinya dengan tempo perlahan lalu keras sampai membuat lubang itu membengkak dan sedikit lecet.
Zayn masih bingung, kenapa setiap ia memasuki Jenna, dia merasa jika Jenna kembali virgin. Padahal jelas jelas virgin wanita ini sudah ia renggut di bar waktu itu.
"Sayang," panggil Zayn.
__ADS_1
"Hm?" Gumam Jenna.
"Ada yang ingin aku tanyakan. Hal privasi, tapi kamu tunangan ku. Jadi boleh kan aku mengetahuinya?" Tanya Zayn.
"Apa mas?" Tanya Jenna.
"Kenapa milik kamu ini selalu sempit ketika akan aku masuki? Bahkan dengan jari jari ku saja, aku masih bisa merasakannya jika milik kamu sangat sempit seperti seorang wanita yang masih virgin," ucap Zayn.
"Selain mengkonsumsi makanan sehat, aku juga olahraga sekaligus spa khusus **** **********. Kamu memang sudah sering melakukan itu dengan ku, tapi untuk malam pernikahan nanti, aku ingin kamu kembali merasakan milik ku yang rapat seperti seorang gadis yang masih virgin," ucap Jenna.
"Why? Kenapa kamu sampai melakukan hal itu? Apa itu semata mata untuk menyenangkan aku?" Tanya Zayn.
"Iya. Kamu tahu, sebelumnya aku tidak pernah berciuman apalagi sampai melakukan aktivitas s*x. Aku selalu menolak kemauan pria sebelum kamu, karena aku berpikir untuk apa aku melakukan hal itu. Aku normal dan aku juga kadang diliputi nafsu tinggi. Namun aku masih bisa meredamnya dengan berendam dan mandi air dingin," jelas Jenna.
Jadi, semua itu untuknya? Ini alasan Jenna tidak mau melakukan hubungan intim lagi? Zayn benar benar baru tahu alasannya. Ternyara seperti ini. Ia tersenyum lalu kembali mengecup pelan bibir Jenna.
"For what?" Tanya Jenna.
"Everything. Aku benar benar beruntung karena aku mendapatkan kamu. Wanita istimewa yang sangat special di hidup ku. Aku benar benar sangat menyayangi kamu melebihi diri ku sendiri. Sejak awal tekad ku memang tidak salah untuk memiliki kamu seutuhnya. Kamu benar benar layak untuk aku," ucap Zayn.
"Sudah seharusnya kita saling melengkapi mas. Aku harap, di kemudian hari kita bisa semakin dewasa dalam bersikap," ucap Jenna.
"Iya sayang," ucap Zayn.
***
__ADS_1
Di kediaman rumah Ryan, Ale sedang termenung. Malam ini dia dipaksa oleh mamanya Ryan untuk tinggal dan menginap disana. Herannya, kedua orang tua Ale mengijinkannya. Aneh sekali, sejak kapan mamanya dengan mama Ryan akrab?
Mau tak mau Ale harus datang. Karena mamanya sendiri yang memintanya untuk menginap di rumah Ryan. Sepertinya hubungan Ale dan Ryan akan me jadi serius jika sudah melibatkan kedua belah pihak orang tua mereka. Ale masih bingung, Ryan memang terlihat sangat serius dalam memperjuangkan dirinya. Namun yang disayangkan caranya yang salah.
Lagi lagi, Ale terus memikirkan caranya Ryan mendekatinya. Memang salah, dan menurutnya itu sangatlah salah.
"Hei, kenapa babe?" Tanya Ryan. Pria itu merangkul tubuh Ale yang tengah berdiri di luar balkon kamarnya.
"Gak papa Yan," ucap Ale.
"Bilang sama aku ada apa? Jangan memendamnya sendiri," ucap Ryan.
"Kamu benar mencintaiku Yan?" Tanya Ale.
"Tentu saja. Untuk apa aku menabur benih ku di rahim kamu jika aku tidak menyukai kamu," ucap Ryan.
"Aku hanya takut jika cinta mu itu sesaat saja. Aku takut di campakan nantinya, sama seperti wanita wanita yang sudah memuaskan kamu," ucap Ale.
Ryan menghela nafasnya dan mengeratkan pelukannya pada Ale. Ia tahu kekhawatiran Ale, ini semua berdasar karena masa lalunya yang sangat kelam. Untuk menyesal juga rasanya sudah tidak perlu. Tidak perlu ada yang disesali sebab semuanya sudah terjadi. Karena menyesal bukanlah jalan keluar, menyesal tidak akan membalikan keadaan seperti dulu lagi.
"Aku tahu kamh khawatir soal itu, mungkin karena melihat masa lalu ku yang sangat nakal. Tapi percayalah babe, aku tidak akan meninggalkan kamu. Bukannya aku pernah bilang, selama ini aku hanya butuh pemuas untuk wanita wanita sebelum kamu. Sementara kamu, kamu bukan pemuas. Aku mencintai kamu. Bahkan aku sudah sangat menyayangi kamu. Tingkah kamu, tawa kamu, dan semua hal yang ada pada kamu, aku benar benar menyukainya," ucap Ryan. Ale sedikit bergerak sehingga pelukan terurai. Wanita itu berhadapan dengan Ryan, bukan lagi memunggungi.
"Buktikan kalau kamu memang serius dengan ku. Mulai sekarang, aku akan mencoba menerima kamu. Selama ini, mama dan papa tidak pernah welcome pada pria yang mendekati ku. Berbeda dengan kamu. Aku yakin naluri kedua orang tua ku mungkin memang benar, kamu memang serius kepada ku. Aku harap kamu tidak mengecewakan kepercayaan yang aku berikan saat ini," ucap Ale tersenyum.
Ryan terdiam karena speechless mendengar ucapan Ale. Artinya wanita ini menerimanya?
__ADS_1
Ale memang sudah memikirkan ini semua jauh iaih hari sebelum hari ini. Cara Ryan memang salah, namun Ale tidak akan menjadikan itu sebagai penolakannya.
Tbc.