One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
77. Privat Resort


__ADS_3

***


Wajah Jenna bersemu merah saat Zayn mengatakan hal itu. Ia pun buru buru memalingkan wajahnya agar tidak terlihat oleh Zayn. Namun justru Zayn menahannya membuat Jenna memejamkan matanya. Tidak ada cara lain selain ini, apalagi jarak keduanya sangat dekat.


"Kamu sangat cantik sekali sayang, apalagi sikap menggemaskan mu ini. Aku benar benar dibuat tunduk dibawah pesona mu," ucap Zayn.


Jenna hanya diam saja, tidak menjawab ucapan Zayn dan tetap memejamkan matanya. Rasanya Zayn ingin sekali menggigit Jenna saat ini juga. Anak ini sangat menggemaskan sekali. Zayn tidak tahan.


Saat ia ingin kembali mengecup Jenna, ponselnya berbunyi begitu juga dengan ponsel milik Jenna. Zayn terpaksa melepaskan Jenna dan mengecek ponselnya. Pun dengan Jenna.


Mami Jeni Blekping💅


Mami pulang soalnya papi ada kerjaan mendadak. Kami berdua harus pergi ke Batam. Ada proyek baru papi disana. Baik baik sama Zayn, jangan keseringan ngamar. Lop yu Jennai😗


Begitulah kira kira isi dari pesan singkat yang dikirim Jeni untuk anaknya. Jenna hanya berdecak pelan. Mereka masih memiliki waktu satu malam lagi disini. Tapi mami dan papinya malah pergi.


"Mama papa aku pergi ke Batam. Katanya papa ingin meninjau proyeknya disana," ucap Zayn.


"Mereka emang ngerencanain ini semua kayaknya. Mami papi juga ke Batam. Minggu depan baru pulang katanya," ucap Jenna.


"Sekamar dong?" Ucap Zayn.


"Gak. Gak ada sekamar sekamar. Jangan pikir Jenna gak tahu ya maksud om itu apa," ucap Jenna.


"No s*x. But, ini," ucap Zayn. Tangannya menunjuk area dada milik Jenna.


Oh ayolah, makin lama kedua squishy Jenna makin membesar jika seperti ini caranya. Bahkan minggu lalu Jenna sudah menambah ukuran br* miliknya. Karena ukuran sebelumnya sudah sangat sesak.


"Enggak. Yang ada nanti kendor kalo terus terusan dimainin sama kamu," ucap Jenna.


"Ya sudah. Kita lihat saja nanti," ucap Zayn. Ia pun berdiri dan menarik tangan Jenna untuk pergi dari sana.


"Mau kemana? Kok ke parkiran?" Tanya Jenna.


"Aku punya tempat yang lebih bagus untuk pasangan kekasih seperti kita. Barang barang kamu sudah ada di mobil ku, kita akan pergi kesana sekarang," ucap Zayn.

__ADS_1


"Apa?!"


***


Ale sudah berada di Padang sekitar dua hari. Melihat progres yang ia lakukan disini ada kemajuan, bahkan menu baru juga sudah disetujui koki koki di restorannya. Maka Ale bisa terbebas dari beban ini secepatnya.


Ale seharusnya pulang lebih cepat, namun gadis itu menginginkan lebih lama disini. Sekalian refreshing juga. Kemarin otaknya sudah diperas habis habisan karena harus membuat menu baru. Rasanya benar benar nano nano.


Ale sering nangkring di resto favoritnya. Selain itu disini juga ia berkenalan dengan seorang pria bernama Ryan. Pria tampan yang sangat manis. Entah kenapa Ale langsung jatuh hati saat pria ini tidak sengaja menabraknya ketika akan masuk ke resto ini. Ternyata resto ini juga miliknya. Dunia sesempit itu ternyata.


Ale memesan makan siang disini. Kebetulan hari ini ia akan jalan jalan disini sebelum besok ia harus kembali lagi ke Jakarta. Ale makan dengan tenang, meskipun niatnya kesini bukan hanya makan tapo untuk bertemu Ryan.


"Hai, lama ya? Maaf," ucapnya. Ia menarik kursi di depan Ale kemudian duduk.


"Gak papa, kamu sibuk banget kayaknya," ucap Ale.


"Lumayan," ucap Ryan tersenyum.


Jika kalian bertanya tanya kapan dan bagaimana caranya mereka kiss kemarin, jawabannya adalah ketika mereka bertemu lagi di parkiran dan disana Ale hampir terjatuh jika tidak ditahan oleh Ryan. Namun sialnya ada seseorang yang lewat di belakang Ryan dan menubruknya tak sengaja sehingga Rya jatuh menimpa tubuh Ale. Akibat itu bibir mereka bertemu tanpa disengaja. Dan berakhirlah mereka berkenalan seperti ini.


"Rencana kamu apa hari ini?" Tanya Ryan.


"Oh benarkah? Kenapa secepat itu?" Tanya Ryan.


"Pekerjaan ku sudah selesai dan pekerjaan lainnya menunggu di Jakarta," ucap Ale.


Ryan menganggukan kepalanya, "Begitu rupanya."


"Iya."


"Apa boleh aku ikut jalan jalan?" Tanya Ryan.


"Tentu saja jika kamu tidak sibuk," ucap Ale.


"Jadwal ku sudah selesai hari ini. Oh iya, besok kamu naik pesawat umum?" Tanya Ryan.

__ADS_1


"Iya. Keluarga ku tidak memiliki jet pribadi," ucap Ale.


"Besok aku juga akan kembali ke Jakarta. Bagaimana jika kamu ikut naik jet ku saja? Jet-nya kosong kok. Hanya aku dan asisten ku," ucap Ryan.


"Tidak perlu, aku takut merepotkan. Lebih baik aku naik pesawat umum saja," ucap Ale.


"Jangan menolak. Bukankah lebih irit naik jet ku? Kamu tinggal duduk nyaman disana tanpa adanya gangguan orang lain di sebelah mu," ucap Ryan.


"Akan ku pikirkan nanti. Kalo begitu ayo kita jalan jalan. Makan ku sudah selesai," ucap Ale.


"Ayo," ucap Ryan.


***


Menempuh perjalanan sekitar satu jam, Jenna turun dari dalam mobil dan menapakan kakinya di depan semua privat resort. Ia melirik ke arah Zayn yang sedang berbicara dengan seorang pria yang sepertinya pengelola resort ini.


"Ayo masuk," ucap Zayn.


Jenna tidak mengatakan apa apa. Ia pun masuk begitu saja mengikuti Zayn.


Privat resort ini sangat bersih. Belum lagi tempat tidurnya menghadap langsung ke kolam berenang terbuka. Tunggu dulu, antara kamar dan kolam renang tidak ada sekat? Lalu bagaimana jika nanti malam ia kedinginan ketika tidur?


Zayn tersenyum melihat raut kebingungan yang tercetak di wajah Jenna. "Disini ada pintu otomatis yang akan menutup ruangan ini. Kamu jangan sampai khawatir kedinginan nanti malam."


"Ah iya, Jenna kira gak ada penutupnya," ucap Jenna.


"Berkeliling lah, aku ada sedikit pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini," ucap Zayn. Jenna mengangguk sekilas dan pergi dari hadapan Zayn. Ia berjalan menuju ke ujung kolam berenang. Disana ia melihat luasnya hamparan alam terbuka. Sangat indah dan nyaman sekali dipandang. Jenna mengambil duduk di bawah payung yang disediakan disana. Dibawah payung itu ada kursi. Jenna bisa puas menatap alam dari sini.


"Nyaman banget view-nya alam kayak gini. Dapet dapet aja tuh orang tempat bagus kayak gini," ucap Jenna.


Ia menyandarkan kepalanya pada kursi kayu itu dan menselonjorkan kakinya. Kedua tangannya terlipat ke atas dadanya. Jenna benar benar dalam posisi yang enak.


"Bentar lagi ulang tahun perusahaan. Bakalan ada kejutan apa ya, yang dibuat sama om Hendri sama Yura," gumam Jenna.


"Sampe lupa gak update tentang Yura. Saking gak pentingnya itu orang di hidup gue sampe sampe gue lupa kalo dia mahluk hidup," ucap Jenma tertawa. Ia mengambil ponselnya dan memainkannya.

__ADS_1


Tbc.


Jena solimeh🥸


__ADS_2