One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
230. Malam Hari Di Kota Paris


__ADS_3

***


Malam harinya, masih di kota Paris. Jenna dan Zayn memutuskan untuk keluar jalan jalan. Sebenarnya hanya Jenna yang ingin, Zayn sendiri mau karena dipaksa oleh Jenna. Tidak perlu mengeluarkan effort banyak untuk memaksa Zayn, sebab saat Jenna mengatakan tidak akan memberi Zayn jatah setelah menikah, maka saat itu juga Zayn langsung siap sat set dengan cepat. Dia bahkan dengan excited berjalan duluan, meskipun kentara jika wajahnya terlihat tertekan karena tidak mau.


Jenna menyadarinya namun dia tidak banyak bicara. Dia sengaja bertindak seperti itu. Bukan apa apa, dia hanya merasa lucu saja dengan melihat sikap Zayn yang seperti itu. Terpaksa, namun dia juga harus tetap menurutinya. Anggaplah Jenna memang jahat, tapi jika di pikir pikir, Zayn lah yang jahat.


"Kamu masih kepaksa gara gara aku ya?" Tanya Jenna.


"Enggak yang, enggak sama sekali. Awalnya iya, tapi setelah dirasa rasa, aku juga membutuhkan jalan jalan seperti ini," ucap Zayn.


Dari pagi keduanya memang tetap bergerak namun di satu tempat saja, yaitu diatas kasur. Sama sekali tidak ada pergerakan jauh. Mungkin hanya ke kamar mandi dan ke dapur untuk makan.


"Ngomong ngomong mas, rumah yang kita tempati tadi, itu rumah siapa?" Tanya Jenna.


"Rumah ku, hanya saja jarang aku tempati satu tahun terakhir ini. Sebab aku sedang gencar mengejar kamu. Alhasil pekerjaan disini di handel bawahan ku," ucap Zayn.


"Jadi itu rumah kamu? Pantes aja gak beda jauh nuansanya kayak kamar apartement kamu," ucap Jenna.


Zayn memang sangat menyukai kamar nuansa hitam dan abu abu gelap. Mungkin hanya sedikit saja sentuhan warna putihnya. Pria ini memang pecinta warna monocrom.


"Aku memang tidak suka terlalu terang. Lebih suka remang remang. Apalagi waktu sama kamu," ucap Zayn.


"Udah deh mas, jangan bahas itu mulu. Eneg aku dengernya tahu gak," ucap Jenna.


"Eneg eneg sedep kan?" Tanya Zayn.

__ADS_1


"Serah," ucap Jenna. Wanita itu berjalan lebih dulu meninggalkan Zayn, sedangkan Zayn hanya terkekeh pelan. Wanitanya akhir akhir ini memang gampang sekali ngambek. Untung sayang, jadi Zayn tidak jengkel dengan sikap wanitanya itu.


Jenna sangatlah istimewa untuk Zayn. Bahkan mendapatkannya juga perlu mengeluarkan effort berlebih. Apalagi uang yang selama ini keluar tidak perlu ditanya lagi berapa jumlahnya. Yang jelas sangat banyak. Namun itu semua tidak sebanding dengan mendapatkan Jenna saat ini. Uang bukanlah perkara sulit untuk Zayn. Yang sulit itu mendapatkan Jenna. Makanya dia sangat sangat berusaha untuk menjaga Jenna agar wanita ini tetap di sisinya.


"Ngambek makin cantik loh yang," ucap Zayn. Pria itu menarik lengan Jenna agar wanita itu berjalan bersama dengannya. Jenna berusaha melepaskannya namun Zayn cukup erat menggenggamnya.


"Sekuat apapun kamu berusaha melepaskan genggaman tangan ini, aku yakin kamu gak akan bisa. Karena apa? Karena jangankan genggaman, bahkan diri kamu sendiri saja tidak bisa pergi dari hidup aku," ucap Zayn.


"Itu ancaman?" Tanya Jenna.


"Anggaplah seperti itu. Ancaman untuk membuat kamu tetap bersama dengan ku," ucap Zayn.


"Ancamannya gak elit banget. Aku gak bisa selalu sama kamu mas, memang iya sekarang aku sama kamu. Tapi ke depannya gak menjamin kalo kita akan terus bersama. Ada sebuah benteng besar yang suatu saat nanti akan memisahkan kita," ucap Jenna.


"Jangan bicara kayak gitu, kamu tahu aku paling gak suka soal begitu," ucap Zayn.


Jenna terkekeh pelan dan menangkup wajah Zayn dengan kedua tangannya. Prianya ini memang sangat anti sekali dengan kata kata perpisahan.


"Mas, mulai sekarang kamu harus paham soal apa yang aku katakan. Kita hidup untuk mati, ke depannya gak ada yang tahu nasib kita berdua akan seperti apa. Memang iya, yang kita bayangkan dan kita harapkan adalah bahagia bersama. Tapi itu semua hanya harapan kita saja. Kita masih punya takdir. Takdir bisa berubah kapan saja," ucap Jenna.


Zayn terdiam mendengarnya. Cukup logis dan sangat masuk akal tentang apa yang diucapkan oleh calon istrinya ini. Namun Zayn benar benar sangat tidak suka mendengar hal itu.


Zayn memeluk pinggang Jenna dan menariknya agar mendekat dan menempel pada tubuhnya.


"Bahkan sekali pun tuhan yang mengambil kamu, akan dengan lantang aku melawannya. Kamu tahu, ucapan kamu benar adanya. Tapi yang harus kamu tahu juga, tuhan tidak pernah mematahkan harapan ciptaanya. Aku selalu berharap pada tuhan jika dalam hidup ku ada kamu. Aku tahu, selama ini perbuatan ku memang sangat sangat tidak baik. Apalagi aku membawa kamu ke dalam ketidak baikan itu. Tapi percayalah sayang, aku benar benar tidak bisa mengendalikannya," ucap Zayn.

__ADS_1


Jenna tersenyum simpul dan tetap diam. Namun pikirannya merasa sangat senang sebab ternyata Zayn sangat dewasa sekali. Bahkan ketika Jenna mendengar ucapannya saat ini, dia bahkan merasa jika Zayn memang tahu namun dia tidak mengatakannya. Alasannya mungkin karena dia tidak mau Jenna terlalu memikirkannya. Padahal kenyataannya, Jenna tetap memikirkannya.


"Kita mulai semuanya dari awal ya sayang? Aku tahu kesalahan ku di masa lalu dan sebelum ini sangat fatal. Tapi percayalah, aku manusia yang memiliki nafsu besar. Sedosa apapun yang telah kita lakukan kemarin, biarkan aku yang menanggungnya," ucap Zayn.


"No, kita yang menanggungnya. Kamu benar, kita harus memulainya dari awal. Hubungan kita bisa dikatakan berawal dari tidak baik. Lusa kita akan menikah, mengikat janji cinta sehidup semati bersama. Mulai saat itu bahkan saat ini, kita harus membuka chapter terbaru di hidup kita yang lebih baik," ucap Jenna.


"Yash, kamu benar sayang. Kamu mau kan selalu menemani aku disaat apapun itu? Sekarang hidup ku terjamin dengan banyak aset dan memiliki pekerjaan tetap. Dan aku akan selalu bekerja keras untuk membahagiakan kamu," ucap Zayn.


"Tentu mas, selagi kita saling percaya dan saling terbuka dalam masalah apapun. Baim rahasia atau pun bukan, aku yakin ke depannya kita akan bisa mengatasi masalah apapun yang datang," ucap Jenna.


Zayn tersenyum dan mengangguk setuju. "I love you Mrs. Zayn Nagendra."


"I love you to Mr. Z," ucap Jenna.


Always Mr. Z. Sebab dulu Jenna tidak mengenal nama pria ini akibat pengaruh alkohol. Dia hanya mengingat nama depannya saja, sisanya dia tidak mengingatnya sama sekali.


Keduanya saling bertatapan dan saling tersenyum. Namun momen itu kacau karena tiba tiba ada yang menubruk tubuh Jenna begitu saja.



Jenna Zayn nyempil idungnya🤳


Tbc.


Maap y gak apdet kemarin. Kemarin bener bener tepar kecapean🫂

__ADS_1


__ADS_2