One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
219. Party


__ADS_3

Ini sebenarnya kalian suka gak sih sama cerita ini? Kok sepi banget pdhl kalian baca🤧


***


Sedikit nyeri dan perih, itu yang dirasakan Jenna saat ini. Ia sedang mandi di bawah guyuran shower, mengingat satu jam lagi dia akan pergi menghadiri pesta bersama dengan Zayn. Jenna sengaja mandi lebih awal karena dia harus mempersiapkan dirinya. Biasanya dia hanya butuh waktu tiga puluh menit, namun karena bercak merah di leher dan dadanya, mau tak mau Jenna harus mandi lebih awal.


Jenna meraba bagian ujung put*ng miliknya, disana sepertinya luka sebab saat terkena air sangat nyeri sekali. Zayn memang tidak banyak tingkah tadi saat dia menyusu pada Jenna, namun mulutnya yang sedikit banyak tingkah. Selain menghi*apnya dengan cukup kuat, Zayn juga sedikit menggigitnya.


Entah kapan Jenna akan merasa terbebas dari sikap mesum laki lakinya itu. Bukan apa apa, Jenna hanya sedikit lelah saja. Lelahnya bukan bathinnya, melainkan fisiknya. Fisiknya itu pasti saja selalu mendapatkan luka setelah hubungan intim itu.


"Mau nolak tapi gue juga pengen, nasib banget jadi cewek yang udah di klaim garansi seumur hidup," ucap Jenna pelan sembari keluar dari bawah shower.


Iya di klaim garansi seumur hidupnya, sebab Zayn sudah menyematkan cincin di jari manis Jenna. Bahkan pernikahan mereka tinggal menghitung hari saja. Dan saat hari itu tiba, maka kehidupan Jenna benar benar akan di klaim oleh Zayn.


Jenna menatap dirinya di depan cermin yang ada di kamar mandi. Cukup ngeri sekali melihat bercak merah yang ada dimana mana dan cukup banyak. Namun lebih ngeri lagi jika Zayn melakukannya lagi. Yang ada mereka tidak akan berangkat ke pesta.


Jenna mengambil concelar untuk menghapus sejeka garis garis itu. Namun concelar tidak menyamarkan warnanya. Jenna tidak kehabisan akal, wanita itu pun mengambil corrector dan menimpanya lagi dengan bedak tabur lalu mengeringkannya.


"Uhh, untunglah gak kelihatan. Kalo aja masih kelihatan samar yang ada gue malu," ucap Jenna pelan.


Selesai menutupi bercak bercak merah itu, Jenna mulai make up sembari mengeringkan rambutnya yang basah. Jenna sengaja keramas agar rambut panjangnya terlihat cantik. Kasihan sekali rambut ini sering ditarik oleh Zayn saat mereka melakukan itu.

__ADS_1


"Dipikir pikir, yang dapet hikmahnya aja dari hubungan intim cuma gue deh. Buktinya tamparan di bokong, di dada, sama jambakan mas Zayn bener bener sepadan sama kenikmatan yang dikasih sama dia. Rambut gue rontok anjir," ucap Jenna. Memang benar, biasanya saat menyisir rambutnya tidak akan rontok. Tapi lihatlah sekarang, ada tiga helai rambut yang rontok. Jenna ingin memarahi Zayn tapi dia takut. Takutnya akan berakhir lagi diatas ranjang.


"Seumur umur gue gak pernah expect bakal punya laki yang gila di ranjang. Mana lagi isi kartu kreditnya tebel banget. Kebayang kalo di rupiahin, mungkin satu rumah gak bisa nampung uang itu saking banyaknya. Beruntung sih dapet modelan mas Zayn. Ganteng iya, tajir iya, bucin juga udah terdeteksi sejak dini. Tinggal gue aja yang pinter pinter nyari peluang," ucap Jenna pelan.


Wanita itu segera menyelesaikan riasannya. Sedangkan rambutnya hanya di catok biasa saja. Bahkan Jenna tidak mengcurlynya sebab dia memilih rambutnya yang lurus alami saja. Terlihat sangat sehat dan cantik sekali rambutnya setelah dipakaikan vitamin rambut.


Jenna keluar dari dalam kamar mandi dan memilih dress dress yang sudah ada di kamarnya. Dress itu cukup banyak, mungkin ada lima belas dress yang dipajang di rak pajangan yang dibawa oleh seseorang tadi.


"Mas Zayn gak ada, gue bebas pilih yang gue mau. Bodo amat sexy juga salah siapa malah ke kantor," ucap Jenna pelan.


Zayn memang ada kendala sedikit di kantornya. Mau tak mau dia harus meninggalkan Jenna di hotelnya. Tentunya dengan penjagaan yang ketat. Apalagi Eliza sudah ada disana juga.


Jenna memilih beberapa dress yang menurutnya bagus. Namun banyak dari model potongan dress itu yang sangat sexy sekali. Jenna memang berniat memakai dress yang sexy, namun tidak se sexy itu juga.


Tinggal sepuluh menit lagi waktu yang ia punya. Dalam waktu sepuluh menit itu juga dia harus segera berangkat menuju ke pesta.


Jenna menatap kembali tampilannya di depan cermin. Cantik sekali dia, pantas saja Yura selalu ingin mencakar wajahnya sebab dia tidak ingin kalah cantik.


"Bangga banget gue sama kecantikan yang dikasih tuhan. Bersyukur karena Yura yang jelek," ucap Jenna terkekeh. Wanita itu pun berbalik untuk mengambil handbag miliknya, namun tiba tiba Zayn sudah berdiri di pintu kamar.


"Berani pake baju yang belahan dadanya kelihatan?" Tanya Zayn sembari bersidekap dada. Pria itu memang sejak tadi sudah ada disana, bahkan dia juga melihat Jenna yang sedang memakai lipstik lagi.

__ADS_1


"Udah ya mas, aku gak nerima komentar apapun dari kamu. Aku mau pake dress ini dan kamu gak boleh larang larang," ucap Jenna. Wanita itu berjalan ke arah Zayn. Senyum manis terpatri di wajah wanita itu. Zayn benar benar meleyot melihatnya, jika saja dia tidak bisa menahan dirinya mungkin dia akan kembali menerjang wanita ini.


Zayn memegang kedua bahu Jenna dan mencondongkan kepalanya. Namun saat pria itu akan mengecup bibir wanitanya, Jenna justru tiba tiba memundurkan kepalanya.


"Gak ada kiss. Lipstik aku bisa rusak," ucap Jenna.


"Aku bahkan bisa membelikan pabrik lipstik itu untuk kamu jika kamu mau," ucap Zayn.


"Gak usah aneh aneh deh mas. Aku gak mau," ucap Jenna.


"Ya sudah," ucap Zayn. Jenna kira setelah mengatakan itu Zayn akan melepaskannya dan akan langsung menuju ke lobby hotel untuk berangkat. Namun justru pria itu malah menarik tubuh Jenna dan mendekatkan pungung wanita itu ke dinding. Zayn sudah tidak sabar. Dia ingin segera melahap bibir pink plum itu.


Jenna menahan dada Zayn dengan kedua tangannya. Namun itu semua sepertinya tidak ada artinya. Sebab Zayn sudah berhasil melahap bibir Jenna.


Bibir yang sejak tadi Jenna poles dengan berbagai jenis lip, malah dihancurkan sekejap oleh pria ini. Zayn benar benar selalu seperti itu. Seolah apa yang telah dilakukan olehnya pada Jenna dua hari terakhir ini tidak membuatnya puas. Jenna seharusnya tidak heran lagi, namun mau bagaimana lagi. Segala sikap tiba tiba dan mesum Zayn selalu membuat Jenna terkejut.


"Cukup mas," ucap Jenna. Wanita itu menatap bibir Zayn yang mengkilap akibat lipstik di bibirnya.


Tbc.


...JENNAIRA ADAM...

__ADS_1



__ADS_2