One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
12. Video Terkutuk


__ADS_3

***


Untuk beberapa saat Jenna terdiam. Otaknya blank seolah tidak berfungsi seperti biasanya. Ia baru tersadar saat tubuhnya dinaikan ke atas meja dan ciuman pun akhirnya terlepas.


Zayn tersenyum miring melihat wajah Jenna. Apalagi melihat lipstik yang digunakan Jenna berceceran keluar dari garis bibirnya. Tangan besar Zayn terangkat untuk merapihkan noda lipstik yang mengganggu.


"Begini saja, kamu pilih menjalin hubungan dengan saya atau saya bilang pada papi kamu kalo kamu sedang mengandung anak saya. Bagaimana?" Tanya Zayn pelan.


"Jangan gila om! Anda bahkan sudah lancang mencium saya lagi. Saya bisa melaporkan tindakan anda sebagai kasus pencabulan!" Ucap Jenna. Ia kesal karena ia tidak bisa berkutik saat pria ini menguasai tubuhnya. Bahkan tadi saat pria ini menciumnya, Jenna hanya terdiam saja seolah ia menikmatinya.


Padahal aslinya, ia sama sekali tidak menikmatinya. Boro boro untuk menikmatinya, yang ada dia malah terkejut dengan tindakan itu.


Lagi lagi senyum miring tercetak di bibir Zayn. Ia sungguh ingin tertawa keras mendengar ucapan wanita ini. Melaporkannya? Yang benar saja.


"Ingin melaporkan aku? Tunggu dulu, lihat sebentar video ini," ucap Zayn. Ia mengeluarkan ponsel mahalnya dari dalam saku jas-nya dan membuka galery. Ia menekan satu video disana dan memperlihatkannya pada Jenna.


Jenna dengan malas melihat foto itu. Namun tak berselang lama, matanya membulat sempurna. Ia hendak mengambil video itu namun Zayn lebih dulu menghindarinya. Sehingga ponselnya tidak bisa diraih oleh Jenna.


"BUAT APA SIH ANDA SIMPAN VIDEO ITU HAH?! Saya malu," ucap Jenna.


Bagaimana tidak, video itu adalah video dimana dirinya dan Zayn sedang bersama diatas ranjang club. Bahkan Jenna bisa lihat seperti apa dirinya disana bahkan terlihat jika Jenna yang lebih mendominasi permainan.


Tamatlah sudah riwayatnya. Bagaimana bisa pria ini memiliki video terkutuk itu. Jenna ingin menjerit saat ini juga.


"Menurut mu, jika aku menyebarkan video ini apa kamu masih mau melaporkan aku? Ingat baby girl, aku sudah memiliki kartu AS mu. Selain menuruti ucapan ku, sepertinya kamu tidak bisa apa apa lagi," ucap Zayn.


Sebenarnya ini masalah apa lagi. Bahkan semalam Jenna tidak bermimpi buruk sama sekali. Kenapa bisa sepagi ini ia malah mendapatkan nasib buruk.

__ADS_1


Jenna menunduk. Ia sudah kalah telak dan tidak bisa apa apa lagi. Bagaimana jika pria ini nekat menyebarkan video itu. Bukan hanya reputasi Jenna yang hancur tapi papinya juga. Bahkan itu akan berdampak pada kedua perusahaan papi dan opa-nya.


"Hei, jangan menunduk. Mahkota mu bisa jatuh," ucap Zayn. Ia menarik dagu Jenna agar wanita itu menatapnya. Namun Jenna malah menepis tangan pria itu.


"Saya sudah tidak memiliki mahkota karena anda. Sekarang mau anda apa? Having s*x lagi? Atau anda ingin mengahancurkan perusahaan papi?" Tanya Jenna. Kesal sekaligus emosi. Rasanya Jenna ingin menangis saat ini juga.


"Tidak. Aku tidak menginginkan opsi kedua. Om Adam adalah teman baik papa ku. Lagi pula urusan ku bukan dengan keluarga mu, tapi dengan diri mu," ucap Zayn.


Iya, Zayn memang tidak akan pernah mengusik keluarga Jenna. Karena yang ia inginkan saat ini hanya Jenna. Ia ingin Jenna menjadi miliknya, selamanya.


Ini gila. Tapi Zayn mengakuinta jika ia memang menyukai Jenna. Entah kapan perasaannya tumbuh menjadi hangat setelah ia bersama dengan Jenna.


"Lalu mau anda apa?" Tanya Jenna.


"Kamu. Saya hanya menginginkan kamu, mungkin terlalu cepat jika kita menikah sekarang dan mungkin itu akan memunculkan kecurigaan untuk papa dan papi kamu. Kamu tahu sendiri seintel apa papi kamu terhadap kamu, begitu juga dengan papa saya," ucap Zayn.


"Kita mulai ini dengan sepasang kekasih saja. Bagaimana?" Tanya Zayn.


Jenna menggeleng. Ia tidak ingin memiliki kekasih dalam waktu dekat ini. Jenna baru saja patah hati.


"Jadi kamu mau video ini disebar?" Tanya Zayn. Ayolah, Zayn hanya mengancamnya. Jika ia benar benar menyebarkan video itu, sudah pasti papanya akan memenggal kepalanya. Meskipun wajah Zayn di blur, papanya pasti akan tahu hal ini.


"Sebar saja. Saya tidak peduli karena saya akan segera mengakhiri hidup saya. Untuk apa saya bertahan hidup disaat saya sudah kehilangan kehormatan saya," ucap Jenna lemah. Ia pun mendorong tubuh Zayn agar menjauh dari hadapannya dan turun dari atas meja. Ia berjalan pelan keluar ruangan meeting itu dan menghubungi papinya jika Jenna pulang karena ada urusan mendadak.


Zayn menaikan sebelah alisnya. Apa wanita akan sehancur itu ketika ia kehilangan keperaw*nannya?


Lalu bagaimana dengan wanita club? Bahkan harga diri mereka sudah di obral sebegitu murahnya.

__ADS_1


"Bodoh. Jenna berbeda dengan wanita Club Zayn," gumam Zayn. Pria itu pun diam diam mengikuti langkah Jenna.


Wanita itu naik ke sebuah taksi. Arah yang dituju wanita itu bukan rumahnya karena Zayn tahu dimana alamat rumah Adam. Justru arah yang dituju Jenna berlainan.


Zayn tetap mengikuti laju taksi yang ditumpangi oleh Jenna. Ia jadi kepikiran soal Jenna. Wanita itu tadi nampak sudah pasrah. Zayn tentu akan mengikuti kemana pun Jenna pergi, apalagi tadi wanita itu bilang dia akan mengakhiri hidupnya.


Taksi yang ditumpangi Jenna berhenti di salah satu apartment elit yang ada di pusat kota. Jenna keluar dari dalam taksi dan masuk ke dalam gedung tinggi itu.


Zayn juga turun. Ia bahkan rela melupakan agendanya hari ini. Ia takut wanita itu bertindak gegabah. Zayn sudah menyukai wanita itu dan Zayn tidak akan membiarkan wanita itu celakan.


Lantai yang dituju Jenni adalah lantai delapan. Zayn juga ikut masuk tanpa ada yang melarang. Karena ini adalah gedung apartment buatannya. Di lantai paling tinggi adalah unit miliknya.


Dunia memang sesempit daun kelor. Bahkan Zayn baru tahu jika Jenna tinggal di unit yang sama dengannya hanya saja berbeda lantai.


Zayn keluar dan mencari unit milik Jenna. Disana hanya ada satu pintu dan sudah bisa dipastikan jika itu adalah unit milik Jenna.


Tanpa permisi Zayn pun masuk dengan mudahnya karena ia memiliki akses khusus. Jelas saja, ini adalah gedung miliknya yang dibeli oleh Jenna.


Sayup sayup terdengar isak tangis. Apa wanita itu menangis? Kenapa dia selemah itu? Padahal pada saat malam itu, jelas jelas wanita ini terlihat kuat dan tangguh.


"Gak mau gue gak mau. Kenapa gue harus ngamar sama om om kayak dia?! Mana maksa gue buat nikah sama dia," teriaknya sembari menangis.


Zayn menghela nafasnya dan duduk di sofa yang ada di kamar Jenna.


Tbc.


Ramein🤸‍♀️

__ADS_1


__ADS_2