One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
7. Lucu Dan Imut


__ADS_3

***


Sepeninggal Jenna, Heni menatap tak percaya pada foto foto yang ada di map itu. Disana bukan hanya ada foto melainkam ada juga sebuah flashdisk. Heni penarasan dengan isi flashdisk. Sedang Jeni yang sejak tadi sudah gondok karena anaknya diperlakukan seperti itu oleh Heni, ia pun menyuruh pelayan di rumahnya untuk membawakan laptop yang tidak terpakai.


"Sepertinya mbak membutuhkan laptop untuk melihat isi flash disk itu," ucap Jeni.


"Tidak perlu," ucap Heni ketus.


Sementara Hendri, ia langsung berdiri dan menarik tangan Yura untuk pergi dari sini. Ia sangat malu sekali memiliki anak yang tidak berguna seperti Yura. Heni tentu saja ikut keluar tanpa permisi. Ia bukan kesal pada putrinya melainkan kesal pada Jenna anak dari kakak iparnya. Ia kesal karena ia sudah mempermalukan keluarganya.


Hendri membanting tubuh anaknya saat sudah sampai di garasi. Mukanya memerah seperti menahan emosi. Tentu saja ia emosi karena perilaku anaknya ini.


"Kamu selalu buat malu papa. Mau kamu apa sebenarnya? Papa kira memang benar bisa membuat reputasi Jenna turun sehingga papanya tidak dipercaya lagi oleh kakek. Tapi ternyata Jenna sendiri yang membalikan semua fakta ini," ucap Hendri.


"Tapi kepala Yura benar benar di lempar piring besar sama Jenna papa. Yura gak bohong," ucap Yura. Ia sangat takut sekali dengan papanya. Semua ini karena wanita sialan bernama Jenna.


"Lalu bagaimana bisa papa mendapatkan foto foto ini? Kamu beneran hamil anak Mario?" Tanya Hendri.


Yura terdiam sedangkan Heni ia merasa kasihan. Bagaimana pun Yura adalah anak kandungnya.


"Papa, cukup. Lebih baik kita cari cara agar reputasi Jenna turun supaya kita bisa menghancurkan keluarganya juga. Aku sudah muak dengan ini semua. Ayah mu lebih percaya Adam dibandingkan kamu," ucap Heni.


Hendri menghela nafasnya. "Katakan Yura, apa kamu hamil?"


Yura menggelengkan kepalanya. Bukan karena ia tidak hamil tapi karena ia juga tidak tahu apa ia hamil atau tidak. Tapi sepertinya tidak karena selama berhubungan dengan Mario, Yura selalu memakan pil kontrasepsi pencegah kehamilan.


***


Zayn tersenyum geli melihat ekspresi wajah wanita tadi. Dipikirnya mungkin Zayn akan mengejarnya padahal Zayn hanya ingin menakutinya. Ternyata dugaan Zayn benar, wanita itu ketakutan saat bertemu dengannya.

__ADS_1


Bukankah terbalik? Seharusnya Zayn yang ketakutan. Takut di goda wanita itu lagi dan mereka akan berakhir di kamar.


Ekspresi wajah wanita itu sangat lucu dan imut sekali. Dia sudah berusia dua puluh dua tahun tapi masih terlihat seperti remaja delapan belas tahunan.


Zayn masih berusaha biasa saja mendekati wanita itu. Ia tidak mau terburu buru. Lagi pula wanita itu tidak memiliki kesempatan untuk lari dari kehidupannya. Semua bukti sudah ia kantongi saat ini. Tinggal menunggu waktunya saja.


Sementara itu Jenna, wanita itu masih syok. Ia masuk ke dalam mobilnya dengan perlahan. Kakinya terasa seperti jeli. Kenapa juga ia harus bertemu lagi dengan pria itu?! Bahkan pria itu sangat berdekatan sekali dengan tubuhnya.


Bisikan pria tadi terngiang ngiang di telinga Jenna. Sialan! Awas saja, Jenna pastikan ia tidak akan bertemu lagi dengan pria bernama Z itu.


Setelah nafasnya teratur dan syok-nya mereda. Jenna pun mengeluarkan mobilnya dari parkiran. Ia harus segera pulang karena oma dan opa-nya pasti sudah menunggunya. Jenna juga jadi kepo bagaimana reaksi keluarga Yura saat tahu jika anak mereka sudah hamil.


Jika dipikir pikir, dari kejadian ini Jenna bersyukur karena tuhan menunjukan sifat aslinya. Memang saat berpacaran dengan Jenna, Mario terkadang memperlihatkan gelagat jika dirinya ingin melakukan having s*x dengannya. Namun Jenna menolak dengan tegas.


Tak jarang mereka juga sering ribut karena masalah ini. Bahkan Jenna menantang Mario, jika Mario menginginkan tidur bersamanya maka Mario harus menikahinya. Namun diluar dugaan, Mario menolaknya. Pria itu malah beralasan.


Dari situ Jenna sudah bisa mengambil kesimpulan jika Mario hanya main main dengannya.


Dan yang lebih parahnya lagi, wanita yang menemani pria-nya dari nol sudah jelas pasti akan meminta kejelasannya. Entah akan berlanjut ke tahap serius atau hanya menemani pria itu sampai dia sukses.


Jika dipikir pikir, hal itu juga terjadi pada Jenna. Ia menemani Mario sejak pria itu masih pengangguran dan tidak memiliki apa apa. Bahkan Jenna rela mengeluarkan uang untuk membayar sewa rumah Mario karena saat itu Mario baru bekerja dan belum mendapatkan gaji.


Tapi ternyata setelah Mario sukses, pria itu malah mengkhianatinya dan parahnya dia berselingkuh dengan adik sepupunya.


Jenna menghela nafasnya. Ia harus mulai kehidupannya yang baru tanpa adanya Mario. Ia harus membuktikan jika dirinya adalah wanita berkelas.


Dan Jenna akan membuktikan jika dirinya tidak merasa sakit hati saat ditinggalkan Mario.


***

__ADS_1


Tiga puluh menit berlalu, Jenna sampai di rumahnya. Ia melirik ke arah garasi, disana sudah tidak ada mobil om Hendri. Artinya mereka sudah pergi. Syukurlah.


Ia keluar dari dalam mobilnya kemudian berjalan masuk ke dalam lift untuk sampai di lantai satu. Sangat melelahkan jika harus menaiki tangga.


Pintu lift terbuka, Jenna pun keluar dari sana dan bergabung dengan keluarganya. Ternyata opa dan omanya masih disini.


"Habis dari mana sayang? Lama banget perginya," tanya Adam.


"Abis ketemu Ale pi. Tadi ketemuan di cafe," ucap Jenna. Ia duduk diantara kakek dan neneknya.


"Oma seneng banget akhirnya Jenna bisa lulus kuliah dengan predikat memuaskan. Jenna mau hadiah apa dari oma?" Tanya Mira.


"Gatau oma, Jenna lagu gak pengen apa apa," ucap Jenna.


"Kalau begitu, opa aja yang kasih Jenna hadiah," ucap Malik.


"Hadiah apa?" Tanya Jenna mengernyit.


"Besok kamu harus mulai belajar di perusahaan. Karena nantinya kamu yang akan memegang kendali perusahaan milik opa," ucap Malik membuat mata Jenna membulat.


"Opa-,"


"Eitss, gak ada penolakan cucu opa yang paling pinter. Apa kamu gak kasihan sama opa? Opa udah tua masa harus bolak balik kantor mulu," ucap Malik.


Jenna menghela nafasnya. Ia baru saja bebas dari pelajaran bisnis yang memuakan di kampusnya. Dan sekarang ia malah disuruh kembali belajar bahkan turun langsung ke lapangannya?


Yang benar saja.


"Jenna pasti mau yah, tenang aja. Besok Jenna berangkat sama aku."

__ADS_1


Tbc.


Vote komeenn dong


__ADS_2