
***
Zayn tertidur cukup lama dan sangat pulas sekali. Karena selama tidur ia memeluk Jenna. Bau parfume wanita itu cukup menenangkan sekali untuknya. Sudah terlalu lelah kemarin dan hari ini ia bisa beristirahat cukup lama bersama dengan Jenna.
Jenna yang membuka matanya lebih dulu. Namun ia tidak bangun karena tubuhnya dipeluk oleh Zayn. Jenna menguap kemudian sedikit bergeser. Tubuhnya semakin mendempet pada Zayn. Ia sedikit bergeser menghadap ke arah Zayn, karena ia tidur terlentang tadi. Jenna menatap wajah damai Zayn ketika tertidur pulas. Sangat tenang sekali. Wajah Zayn ketika tidur terlihat sangat tenang, berbeda ketika Zayn sedang di rudung nafsu. Pria itu akan terus menampilkan smirknya sampai membuat Jenna bergidik ngeri.
Hidup Jenna benar benar berubah drastis setelah diselingkuhi. Dia yang tadinya tidak pernah menginjakan kakinya ke bar, namun karena patah hati dia pergi ke tempat itu. Sampai akhirnya dia mabuk berat dan bertemu dengan Zayn. Benar benar perubahan hidup yang sangat jauh berbeda. Bahkan Jenna sudah tidak lagi virgin akibat kejadian itu.
Menyesal? Tentu saja. Jenna sangat menyesali kebodohannya itu. Tapi mau bagaimana lagi, nasi sudah jadi bubur. Sepertinya menangis dan menyalahkan diri berlarut larut bukan lah hal yang baik. Jenna mencoba menerima semua kenyataannya untuk kembali menjalani kehidupannya.
Jenna semalaman berpikir, Zayn sudah memberikan ketulusannya juga effort yang sangat luar biasa untuknya. Tidak ada salahnya kan dia juga melakukan hal yang sama untuk pria ini? Makin lama Jenna membiarkan Zayn dengan perasaan tidak menentunya maka akan semakin bosan juga Zayn dengan dirinya.
Jenna memajukan tubuhnya lalu mengecup pelan bibir Zayn. Membuat sedikit pergerakan pada pria itu. Tak lama, Zayn membuka matanya.
Hal pertama yang ia lihat adalah wajah cantik wanitanya. Ini adalah salah satu hal yang selalu ia impikan sejak dulu dan ternyata sekarang sudah menjadi kenyataan. Zayn selalu bermimpi jika dia bangun di pagi hari, maka dia ingin melihat bidadari cantik berada di sebelahnya. Dan sekarang mimpi itu sudah terwujud.
"Morning sayang," sapa Zayn dengan suara serak khas bangun tidur.
"Pagi," ucap Jenna tersenyum. Zayn juga membalas senyuman itu.
"Biasanya tiap pagi kalo aku bangun, aku lihat wajah kamu di layar ponsel aku. Tapi sekarang tidak lagi, karena aku bisa dengan nyata dan puas memandangi wajah cantik kamu," ucap Zayn.
"Masih pagi mas, jangan gombal dulu," ucap Jenna.
"Apa?! Kamu manggil aku apa yang? Mas? Really?" Tanya Zayn kegirangan. Pria itu bangun setengah dan bertumpu pada tangannya.
__ADS_1
"Iya. Gak asik kalo aku panggil kamu om terus sedangkan status kita sudah berpacaran. Mama Lita kan maunya aku panggil kamu dengan sebutan 'mas'," ucap Jenna.
"Makasih sayang. Makasih banyak karena kamu sudah menerima aku, aku akan membuktikan bahwa hanya akan ada kebahagiaan saja di hidup kita," ucap Zayn.
Jenna tersenyum dan mengangguk. Ia meminta Zayn lebih dulu ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya baru dirinya. Tadinya Zayn ingin membantu Jenna, namun Jenna melarangnya karena Zayn akan kembali melihat tubuhnya tanpa balutan kain. Sudah cukup, untuk sekarang dan sebelum menikah nanti Jenna tidak mau Zayn melihat tubuhnya tanpa balutan kain, apalagi sampai kembali melakukan hubungan s*x.
Mau tak mau Zayn hanya menuruti kemauan wanitanya itu. Ia menunggu Jenna yang sedang dibantu bersih bersih oleh mami Jeni.
Sekitar tiga puluh menit lamanya Jenna mandi dan bersiap, ia pun akhirnya selesai. Jenna mengenakan dress lengan terompet agar saat pemeriksaan nanti dokter bisa dengan mudah melihat tangannya. Iya, hari ini adalah jadwal cek up nya.
"Zayn, kita makan dulu ya? Nanti kamu bisa bawa Jenna buat cek up," ucap Jeni saat keluar dari dalam walk in closet bersama Jenna.
"Iya tante. Tante ikut?" Tanya Zayn.
"Kerja mulu. Itu uangnya udah banyak mau diapain emang?" Sindir Jenna.
"Nanti kamu akan mengerti setelah menikah dengan Zayn, sayang. Mami juga sebenarnya mau nemenin kamu, tapi gimana. Kerjaan papi kamu gak bisa ditinggal," ucap Jeni.
"Becanda mi," ucap Jenna.
Mereka bertiga pun turun dari lantai dua menuju lantai satu untuk makan. Disana hanya ada Adam. Lalu kemana oma dan opanya?
"Oma sama opa pulang sayang, hari ini ada arisan katanya di rumah oma. Jadi mereka pulang pagi pagi buta tadi," ucap Jeni menjawab pertanyaan di otak Jenna.
Jenna hanya mengangguk sekilas dan ikut bergabung dengan papinya untuk makan pagi. Disini, Zayn yang menghidangkan makanan untuk Jenna. Adam dan Jeni tentu saja senang, karena putri mereka bersama dengan orang yang tepat.
__ADS_1
***
Selesai sarapan tadi, Jenna dan Zayn langsung berpamitan untuk pergi ke rumah sakit. Bersamaan dengan itu kedua orang tua Jenna juga sudah pergi ke luar kota. Jenna bisa dibilang beruntung karena memiliki Zayn yang rela memberikan waktunya. Padahal setiap harinya dia sangat sibuk dengan pekerjaan kantornya, namun hari ini dia memutuskan untuk absen lagi. Tapi tenang saja, ia membawa pekerjaannya ke rumah Jenna.
"Beneran gak papa kamu gak ke kantor mas?" Tanya Jenna.
"Gak papa sayangm aku pemiliknya, aku bebas mau kesana atau enggak." Mendengar ucapan Zayn, Jenna hanya menggelengkan kepalanya saja. Benar benar bossy sekali.
Kedua orang tua Jenna tidak khawatir meninggalkan Jenna dengan Zayn. Karena di rumah ada bi Uci dan pak Ucup. Mereka juga percaya Jenna, anak mereka itu bisa menjaga dirinya. Meskipun nantinya terjadi hal hal diluar batas, mereka bisa langsung di nikahkan saat itu juga.
Zayn dan Jenna sudah besar. Mereka pasti bisa membedakan mana yang baik mana yang tidak. Saat ini, Jenna dan Zayn sudah berada di salah satu ruangan di rumah sakit tempat dimana Jenna sedang cek up. Sejak datang ia langsung diperiksa oleh dokter.
"Kondisi nona Adam sudah membaik. Luka luarnya tinggal menunggu kering saja, namun mungkin ini akan menimbulkan bekas nona. Hanya saja tidak akan besar. Disarankan jika di rumah untuk tidak memakai perban dulu, agar lukanya cepat mengering. Namun saat itu dianjurkan untuk memakainya lagi," ucap dokter.
"Baik dok. Tapi, apa saya harus terus mengkonsumsi obatnya?" Tanya Jenna.
"Harus sampai habis. Namun untuk obat tidurnya boleh untuk hentikan konsumsinya. Anda hanya perlu mengkonsumsi ketiga obat lainnya," ucap Dokter.
"Baik dok. Terimakasih," ucap Jenna.
"Sama sama nona. Kalau begitu saya pamit dulu, nanti sampai di rumah jangan lupa perbannya di buka," saran dokter.
"Baik dok," ucap Jenna. Dokter itu pun pergi dari sana.
Tbc.
__ADS_1