
aku crazy up pun selalu sepi komentar. Gak tahu lagi harus promosi kayak gimana.
***
Zayn rasanya sudah kehabisan tenaga saat menghadapi Eliza. Wanita ini benar benar gila. Seharusnya dia tahu malu, namun sepertinya urat malunya sudah putus.
Lihat lah, wanita itu tetap bersikukuh ingin berada di dalam mobil Zayn. Saat Zayn akan menyeret wanita itu keluar, Jenna lebih dulu menahan Zayn agar tidak terpancing emosi. Ia meminta Zayn membiarkan saja wanita itu disana. Toh di kursi kemudi juga kosong. Zayn yang sangat menyayangi Jenna pun menuruti ucapan wanita itu. Ia membiarkan Eliza duduk disana dan mungkin akan ikut mereka.
Saat ini, Zayn akan menuju ke salah satu restoran penjual ayam goreng utuh satu biji. Karena Jenna menginginkan ayam itu. Selama perjalanan, Jenna memilih fokus memakan cheese cake miliknya. Sesekali ia juga menyuapi Zayn. Sedangkan Eliza yang geram melihat kejadian dan adegan itu pun berinisiatif untuk mengajak Zayn mengobrol.
"Baby, kamu masih inget gak? Kalo kamu lagi nyetir kayak gini aku sering gangguin kamu sampe sampe kamu hukum aku dengan ciuman dan sentuhan yang membuat aku kepanasan," ucap Eliza.
Jenna tidak terganggu sama sekali dengan hal itu. Ia seolah berada di dunianya sendiri tanpa mau mendengar apa yang diucapkan oleh Eliza. Sedangkan Zayn memegang erat stir mobilnya. Ia sangat ingin menendang Eliza keluar dari dalam mobilnya.
"Ingat kan? Bahkan kita hampir melakukan itu, sayangnya Ghani datang. Pria sialan itu selalu saja mengganggu kegiatan kita," ucap Eliza.
"Dan lo, lo cuma dapet bekasnya gue. Lo harus tahu, empat tahun pacaran kita sering melakukan kiss setiap harinya. Tak terhitung berapa kali, bahkan aku sering memuaskan Zayn dengan tangan dan mulut ku-,"
"CUKUP!!! LO KALO NGOMONG LAGI GUE BENERAN SERET LO KELUAR MOBIL," ancam Zayn.
"Kenapa baby? Apa kamu takut dia pergi? Kan memang seharusnya dia pergi dari hidup kamu. Karena kamu cuma milik aku," ucap Eliza.
__ADS_1
"Stop klaim gue sebagai milik lo. Gue bukan milik lo, gue cuma milik Jenna untuk saat ini dan selamanya," ucap Zayn.
"Ck. Kamu gitu banget, gak inget dulu sering merengek minta di rem*s rem*s bijinya? Sampe mau di urut urut batangnya. Kamu kok gitu sekarang," ucap Eliza.
Kesabaran Zayn benar benar sudah habis. Ia tidak tahu harus apa lagi. Jika saja Jenna tidak menahannya untuk mengeluarkan Eliza mungkin dia tidak akan pernah mendengar hal itu. Itu masa lalu dan Zayn tidak mau mengingat ngingatnya lagi. Zayn menepikan mobilnya.
"Keluar atau gue seret lo?!" Ucap Zayn pada Eliza.
"Gak mau baby," ucap Eliza. Wanita itu kemudian sesikit menoleh ke arah Jenna yang diam saja.
"Lo diem aja? Pasti lo syok ya dengernya? Zayn gak sebaik ya lo kira," sambung Eliza.
"Iya, gue emang syok. Syok karena ada wanita yang murahan kayak lo sampe sampe lo bicarain hal kotor kayak gitu di depan gue. Gue sebagai wanita tentu saja ikut malu gara gara ucapan lo," ucap Jenna. Wanita itu selalu tenang namun selalu melontarkan kata kata yang cukup menohok untuk lawan bicaranya yang seperti Eliza.
"Sialan! Lo ngata ngatain gue?!" Tanya Eliza marah.
"Tanpa gue kata katain, penampilan lo udah mencerminkan kalonlo emang murahan, gak punya attitude, minus ahlak, dan minus harga diri. Harusnya lo mau buat bilang kalo lo sering puasin Zayn. Sekarang gue tanya, lo muasin Zayn kan. Apa Zayn kasih feed back sama? Dia puasin lo apa enggak?" Tanya Jenna.
Eliza gelagapan sendiri. "Tentu saja. Zayn selalu memuaskan gue."
"Dengan hal sama atau uang?" Tanya Jenna. Namun Eliza hanya diam saja. Selama mereka berpacaran, memang hanya Eliza yang selalu memuaskan Zayn. Bahkan terkesan memaksa untuk memuaskan pria ini. Tentunya semua atas kehendaknya. Dan setelah memuaskan Eliza selalu meminta sejumlah uang pada Zayn.
__ADS_1
"Lo diem artinya Zayn gak pernah kasih lo feedback yang sama kan? Atau mungkin Zayn kasih lo uang aja. Ck, harusnya lo malu sebelum lo beberin kalo lo udah puasin Zayn tanpa dia puasin lo. Berarti gue yang beruntung disini. Lo tahu, gue orang pertama yang ambil keperjakaan Zayn. Dan kalo lo mau tahu juga, setiap malam Zayn selalu berusaha mengambil celah agar kami melakukan hubungan s*x lagi. Bahkan gue sering kewalahan, belum lagi gue sering merasa paling berharga karena Zayn sering kasih kepuasan s*x buat gue. Lo, selama empat tahun lo pacaran sama Zayn, apa lo dapet hal sama? Enggak kan?" Tanya Jenna.
Zayn dan Eliza sama sama diam. Bedanya Zayn diam karena dia tahu Jenna bisa menghadapi Eliza sedangkan Eliza, dia diam karena ucapan Jenna cukup menohoknya dan dia juga tidak tahu harus berkata apa. Karena ucapan Jenna tentang dia itu benar. Hanya Zayn yang mendapatkan kepuasan. Tidak dengan dia.
"Jadi gue saranin sama lo, lo harus bawa kaca deh kemana mana buat berkaca. Gue sendiri malu karena harus mengatakan hal ini, tapi gue gak bisa diem aja. Kehadiran lo cuma jadi duri dalam hubungan gue sama Zayn. Bagi Zayn, lo cuma masa lalu dan gak akan pernah hadir lagi di masa depannya. Karena masa depan Zayn cuma gue. Camkan itu," ucap Jenna.
Zayn tersenyum lebar mendengar ucapan Jenna. Wanitanya benar benar pintar sekali membuat lawan bicaranya terdiam seperti itu. Ia benar benar bangga dengan wanitanya.
"Tunggu apa lagi? Keluar lo dari mobil ini. Ini bukan taksi yang bisa bebas lo masukin," ucap Jenna.
Eliza mengepalkan tangannya. Ia benar benar mati kata gara gara Jenna. Wanita ini benar benar gila, Eliza sampai tidak bisa membalas ucapannya. Awas saja, Eliza bersumpah akan membuat wanita ini merasakan sakit hati. Tunggu saja pembalasan Eliza.
"Anj- lo," umpat Eliza.
"Anj- teriak anj-. Dasar anj-," ucap Jenna tak mau kalah.
Eliza membanting pintu mobil dan pergi dari sana. Sedangkan Jenna memejamkan matanya dan mengatur nafasnya. Sebenarnya saat mengatakan hal itu, Jenna sangat ingin marah dengan emosi yang akan meledak. Namun ia menahannya. Jika ia emosi ia akan buang buang tenaga tidak jelas. Eliza bukan manusia, buktinya dia tidak punya malu sedangkan manusia kan punya malu.
"Pulang," ucap Jenna.
Zayn mengernyit, "Bukannya kamu mau ayam goreng? Kita beli dulu baru pulang."
__ADS_1
"PU-LANG."
Tbc