One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
173. Penjagaan Ketat


__ADS_3

***


Bagai kabar dibawa angin, secepat itulah kabar tentang tunangan Jenna dan Zayn menyebar. Di hari yang sama dimana mereka masih berada di pesta, kabar itu langsung naik jadi tranding topik. Namun beberapa media baru meliput dari apa yang mereka lihat di sosial media orang orang yang datang ke pesta. Mereka semua masih belum diijinkan masuk. Entah akan masuk atau tidaknya mereka tidak tahu. Acara tunangan ini benar benar dijaga ketat.


Di dalam ballrom, semua tamu sedang menikmati pesta. Ada yang saling berbicara, ada yang dansa, ada juga yang sedang makan sembari mengobrol. Jenna dan Zayn sendiri masih duduk diatas pelaminan yang sengaja dibuat beberapa waktu yang lalu. Sejak tadi, Jenna masih berpikir jika ini bukanlah tunangan, ini terlihat seperti pernikahan saja. Dia masih terdiam karena speechless.


Jenna terlonjak kaget saat tangannya di genggam oleh Zayn.


"Kenapa sayang?" Tanya Zayn.


"Enggak papa mas. Aku cuma masih speechless aja, ini acara tunangan tapi udah kayak acara nikahan. Megah dan mewahnya sama," ucap Jenna.


Zayn teraenyum hangat dan menarik Jenna ke dalam pelukannya, namun Jenna menolaknya. Hei, disini banyak orang. Mereka tidak mau pamer kemesraan di depan umum.


"Sayang, mau kiss," ucap Zayn manja.


Tolong tenggelamkan Zayn saat ini juga. Ia benar benar gemas melihat tingkah pria ini. Pria yang jadi tunduk padanya. Anugerah tuhan yang diberikan melalui Zayn ini benar benar membuatnya bahagia. Mungkin saja jika bukan karena accident kemarin, Jenna belum tentu sekarang sudah bertunangan dengan Zayn. Bisa saja dia masih galau karena diselingkuhi selama bertahun tahun oleh Mario. Mungkin Jenna akan memilih pergi dari Indonesia untuk menenangkan dirinya.


"Kok melamun. Kenapa?" Tanya Zayn.

__ADS_1


"Aku bahagia mas. Makasih sudah datang dan membantu ku kembali percaya dengan seorang pria. Kamu benar benar sesuatu hal yang dianugerahkan tuhan untuk aku jaga. Aku harap kamu hanya cukup dengan aku saja. Hanya aku dan aku, tidak dengan yang lain," ucap Jenna.


Karena wanita ini tidak mau dipeluk, jadilah Zayn hanya merangkul pinggangnya dan mendekatkan tubuhnya ke tubuh Zayn.


"Apapun yang terjadi di masa lalu kamu, aku harap kamu bisa berdamai dan melupakannya. Kita hidup di masa sekarang, tidak perlu kembali mengingat ngingat tentang masa lalu kita masing masing sayang. Jadikan itu semua pelajaran. Aku berjanji hanya cukup dengan kamu saja, begitu pun dengan kamu," ucap Zayn. Jenna tersenyum dan mengangguk. Ia menyandarkan kepalanya dan kembali melihat ke arah depan dimana ada beberapa orang yang masih dansa. Entah kapan acaranya akan selesai, pastinya masih berjam jam lagi.


***


Semua barang yang ada di dekatnya dilempar ke sembarang tempat. Bahkan kini ruangan yang sebelumnya terlihat rapi dan bersih kini sudah seperti kapal pecah saja. Untuk melampiaskan emosinya, dia melempar semua barang. Tidak peduli barang itu berharga atau tidak, yang jelas dia ingin melemparnya agar emosinya sedikit mereda.


"ARGHHHH!!! KENAPA KAMU HARUS MEMBERIKAN ACARA TUNANGAN SEMEGAH ITU ZAYN?! AKU MENCINTAI KAMU," teriak Eliza memenuhi ruangan di apartementnya.


Tentunya Eliza adalah orang yang paling up to date. Dia tahu kabar yang selalu tranding. Namun tadi kabar tunangan Jenna dan Zayn dia dapatkan dari temannya yang sesama model. Dia benar benar syok sekaligus speechless.


"Semua rencana yang gue susun dari awal hancur begitu saja karena kehadiran wanita perebut ini. Hubungan bertahun tahun kita pun hancur."


"Gue gak bakalan biarin kalian bahagia diatas penderitaan gue. Ditambah wanita itu benar benar menghancurkan rencana gue yant udah gue susun dari awal. Tunggu aja, gue pasti akan membuat perhitungan sama kalian. Terutama lo Jenna, lo harus bayar mahal semua ini. Tentunya dengan nyawa lo," ucap Eliza tersenyum licik.


Sama halnya dengan Eliza, Mario pun terdiam karena terkejut dengan berita itu. Dia diam dengan tatapan kosong. Bahkan setelah mendapat kabar itu Mario langsung ijin pulang. Alasannya sakit, namun bukan sakit seperti pada umunya. Dia sakit hati karena Jenna sudah diikat oleh pria yang saat ini bersamanya.

__ADS_1


"Gue kurang gerak cepat ya? Sampe sampe gue kehilangan Jenna," gumam Mario.


"Kenapa harus secepat ini Jenn? Kenapa kamu gak kasih kesempatan kedua? Aku tahu kamu kecewa dengan apa yang sudah aku perbuat, tapi kamu harus tahu nafsu aku benar benar tidak bisa aku kendalikan. Andai aja waktu itu kamu mau melayani nafsu ku, mungkin kita masih bersama dan mungkin kita juga sudah menikah. Sayangnya kamu terlalu bodoh dengan tidak mau melakukan itu bersama ku. Alhasil aku melakukannya dengan adik sepupu kamu," ucap Mario.


Sudah tahu salah, tetapi masih menyalahkan Jenna. Selama ini Mario diam bukan karena menerima dan memperbaiki kesalahannya. Melainkan diam untuk kembali bersama Jenna. Sayangnya, semua harapan itu sepertinya sudah hancur saat ini. Melihat Jenna sudah bersama pria itu. Bahkan raut bahagia terpancar dari wajah keduanya. Mario bisa melihatnya.


"Gue harus datang kesana," ucap Mario. Pria itu bangkit dan mengambil jaket miliknya kemudian keluar dari dalam apartementnya dan pergi dari sana ke tempat acara.


***


Yura dan Heni menghela nafas jengahnya saat pesta ini tidak selesai selesai. Mereka berdua benar benar sudah bosan. Ingin pulang namun Hendri menahan mereka dengan alasan jaga image di depan orang lain.


Memang orang lain tahunya Hendri berhubungan baik dengan keluarga Adam, nyatanya tidak. Dia benar benar selalu memusuhi Adam. Bahkan tidak jarang juga selalu melakukan tindakan yang membuat perusahaan Adam merugi. Namun untungnya Adam memiliki Jenna, gadis kecilnya itu mampu membalikan keadaan sehingga kejadian kejadian seperti itu bisa dihalau untuk tidak terjadi.


"Ma, Yura bosan banget. Pulang aja sih, kita gak perlu dengerin omongan orang lain," ucap Yura.


"Mama juga sama sayang. Mama jengah melihat raut kebahagiaan keluarga Adam terutama Jeni. Mama ingin sekali menghancurkan kebahagiaan mereka. Namun sayangnya mama baru tahu kemarin sehingga waktu untuk bertindak pun tidak cukup. Parahnya semua acara ini dijaga ketat," ucap Heni.


"Mereka mungkin udah jaga jaga ma. Mereka gak mau acaranya gagal. Kenapa gak langsung nikah ada coba, so soan tunangan nanti kandas kan malu," ucap Yura.

__ADS_1


Ibu dan anak ini memang sama. Yura memiliki turunan dari Heni karena dia memang mamanya. Sikap dan sifat mereka hampir sama.


Tbc.


__ADS_2