One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
97. Ancaman Lita


__ADS_3

***


"Hai mama," sapa Eliza saat ia masuk ke sebuah restoran privat yang direservasi oleh Lita. Lita yang mendengarnya sudah sangat jengah namun ia harus tetap bersabar. Ia wanita elegan dan tidak boleh bersikap gegabah di depan wanita ular ini. Lita tidak menjawab sapaan Eliza, ia hanya mengkode pada Eliza untuk duduk di kursi yang ada di depannya.


"Ada apa ma?" Tanya Eliza.


"Kenapa kamu memanggil saya dengan sebutan 'mama'? Saya bukan mama kamu," ucap Lita.


Eliza terkekeh, "Ayolah ma, mama jangan seperti ini. Eliza dan Zayn akan segera rujuk seperti dulu lagi. Kami akan melanjutkan pernikahan yang sempat tertunda."


"Kapan Zayn menyetujui hal itu?" Tanya Lita menohok. Karena ia tahu, Zayn tidak akan mungkin mau kembali pada wanita ini. Ada Jenna yang lebih baik dari wanita ini.


"Zayn memang belum menyetujuinya, tapi Liza yakin dia mau. Mama ingat kan, seperti apa Zayn pada Liza dulu? Bahkan kami hampir melakukan hubungan intim jika saja waktu itu Zayn tidak menolaknya," ucap Eliza.


"Murahan!! Jauhi anak ku. Aku tidak akan merestui hubungan kalian," ucap Lita.


"Kenapa? Apa karena wanita bernama Jenna itu?" Tanya Eliza.


"Sama sekali bukan. Saya tidak menyetujui kamu karena kamu sudah membuat Zayn dan saya kecewa. Apa kamu tidak ingat alasan apa sampai Zayn langsung membatalkan acara tunangan kalian waktu itu?" Tanya Lita.


Eliza terdiam, namun ia kembali berbicara. "Setiap orang pernah bikin kesalahan kan? Kenapa disini hanya Eliza yang disalahkan?"


"Karena kamu memang penyebab masalah ini semua. Sekali lagi saya peringatkan, jangan mendekati anak saya dan Jenna lagi. Jika kamu berani selangkah saja mendekati salah satu diantara mereka, siap siap kamu akan kehilangan karir kamu itu," ancam Lita tidak main main. Setelah mengatakan itu, ia pun pergi dari sana tanpa mau mendengar ucapan Eliza lagi. Lita sudah benar benar muak.


Kenapa wanita itu kembali setelah bertahun tahun pergi? Bahkan dia hadir setelah Zayn bersama dengan Jenna dan dia mengganggu hubungan mereka berdua. Lita sengaja tidak mendengarkan ucapan Zayn, ia sudah gatal sekali ingin menggaruk wajah Eliza yang menyebalkan ini sampai keluar darah mungkin. Ia benar benar kesal dengan wanita ini. Apalagi saat melihat wajahnya, bayangan masa lalu merasuki ingatannya.


Sedangkan Eliza, sepeninggal Lita ia masih diam disana. Ia kembali pada Zayn untuk bisa bersama pria itu lagi. Kembalinya Eliza bukan karena ia masih mencintai Zayn, melainkan karena harta pria itu. Dulu, Zayn belum menjadi CEO dan masih menjadi karyawan biasa. Tentu saja Eliza banyak bertingkah, namun saat ini Zayn sudah menjadi CEO dan sudah pasti hartanya banyak. Maka dari itu Eliza kembali.

__ADS_1


Eliza melambaikan tangannya untuk memangil seorang pelayan restoran itu. Pelayan itu pun datang ke depan Eliza dan memberikan ponsel Eliza.


"Good job. Kerja bagus," ucap Eliza, ia mengeluarkan uang sebesar seratus ribu untuk pelayan ini karena sudah mau bekerja sama dengannya.


Mari kita lihat, seperti apa reaksi Jenna saat melihatnya. Eliza tidak sabar. Mendengar keretakan hubungan Zayn dan Jenna membuatnya semakin yakin jika Zayn akan segera ia miliki lagi.


***


Menjelang sore, Jenna baru terbagun lagi setelah tidur keduanya. Tadi, dua jam setelah ia tertidur ia dibangunkan untuk minum obat sebelum makan. Jenna menurutinya dan kembali tertidur bersama dengan Zayn. Tadi wanita itu memang marah marah pada pria itu, namun ternyata Jenna tetap menginginkan pelukan itu. Aroma parfume Zayn sepertinya sudah menjadi aroma yang candu untuknya. Meskipun sedang mode marah, Jenna masih tetap memeluk pria itu.


Saat ini Jenna sedang diantar ke kamar mandi karena ingin pipis. Zayn dengan telaten mengantarnya. Jenna sudah menghabiskan satu infusan, dan tinggal menunggu infusan ini habis baru ia bisa pulang. Sepertinya akan lama infusan ini habis, mungkin baru besok ia bisa pulang.


Jenna kembali di gendong oleh Zayn. Sedangkan tiang infusan ia dorong dengan tangan kanannya. Jenna kembali tidur diatas brankar ruangan vip.


"Mau makan apa?" Tanya Zayn.


"Cemilan apa?" Tanya Zayn.


"Telor gulung aja tapi jangan pedes. Minta yang ori di orderannya," ucap Jenna.


"Ada lagi?" Tanya Zayn.


"Sama salad buah deh, udah itu aja," ucap Jenna.


"Oke, aku suruh Math beli sekarang," ucap Zayn. Pria itu menghubungi asistennya dengan mengiriminya pesan singkat. Tak lama, pesan itu sudah dibalas oleh Math.


"Math sedang mencari makanan yang kamu mau," ucap Zayn. Jenna hanya mengangguk sekilas. Pria itu memperhatikan wanitanya.

__ADS_1


"Masih marah?" Tanya Zayn.


Jenna mengerucutkan bibirnya ke bawah, "Peluk, kangen."


Zayn terkekeh dan menerima pelukan itu saat kedua tangan wanitanya terentang. Ia memeluk wanitanya sembari mengecup beberapa kali kepala wanita itu.


"Maafin aku ya? Karena keegoisan aku, aku gak mau ceritain masa lalu aku. Karena hal itu juga hubungan kita jadi renggang kayak kemarin," ucap Zayn.


"Jangan dibahas, males," ucap Jenna.


"Baiklah," ucap Zayn. Ia mengurai pelukannya dan menatap wajah Jenna.


"Sekarang jawab pertanyaan aku, apa yang Eliza omongin sama kamu? Sampe sampe bikin kamu ragu sama hubungan kita," ucap Zayn.


"Dia bilang udah sering s*x sama kamu. Bahkan kalian akan menikah karena dia hamil, tapi dia gugurkan gitu aja jadi pernikahan kalian batal. Bener kayak gitu?" Tanya Jenna.


"Pembohong. Aku sama sekali tidak pernah melakukan s*x dengan dia. Ciuman juga hanya sebatas mencium kening, sudah. Tidak mencium hal lainnya lagi. Berbeda ketika sama kamu, aku gak bisa nahan diri aku," ucap Zayn.


"Halah, tetep aja kamu pegang pegang dia. Gak usah pegang pegang aku lagi," ucap Jenna. Ia menghempaskan kedua tangan Zayn yang sedang memegang kedua bahu tangannya.


"Marah lagi? Really yang?" Tanya Zayn.


"Diem, aku males sama kamu. Kecewa, kesel juga," ucap Jenna. Ia meraih ponsel miliknya yang berada di nakas sebelah brankar. Ia gabut jadi lebih baik menonton kartun saja di youtube.


Zayn menghela nafasnya dan duduk di sebelah wanitanya. Ia hendak memeluk Jenna namun ketuka di pintu ruang rawat ini terdengar. Itu pasti Math, Zayn pun pergi untuk mengeceknya. Namun saat berjalan mendekat ke arah pintu, pintu terbuka lebih dulu. Muncul sosok yang sangat ia tidak sukai bahkan ia benci. Wanita itu melenggang masuk begitu saja ke dalam ruangan Jenna dan memeluk Zayn dihadapan Jenna.


"Hola baby, i miss you," ucap Eliza. Ia memeluk Zayn. Pria itu tentu saja menolaknya meskipun sempat terdiam karena terkejut. Jenna pun sama terkejut, apalagi saat melihat Zayn dipeluk.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2