
***
Zayn terkejut ketika Jenna menarik tekuknya sehingga bibir mereka berdua bertemu. Sedangkan Jenna berusaha untuk menyembunyikan wajahnya dari Yura.
Yura dan pria itu melewati Jenna begitu saja tanpa memperdulikannya. Syukurlah Yura sudah pergi. Jenna pun melepaskan tautan bibirnya dengan Zayn. Jenna cemberut karena tindakannya tadi untuk menghindar dari Yura sedangkan Zayn tersenyum miring. Pria itu menggeser tubuh Jenna agar berdiri di tengah tengah pintu depan dan belakang mobil. Zayn juga memajukan tubuhnya agar tubuh Jenna menempel pada mobil.
"M-mau apa om?" Tanya Jenna.
"Menurut mu?" Ucap Zayn. Ia kembali menyatukan bibirnya dengan bibir Jenna. Ia tidak puas jika bibirnya hanya bertemu dan tidak bergerak. Maka dari itu Zayn kembali mencium Jenna. Tangannya terangkat, menarik kepala belakang Jenna agar ciuman mereka semakin dalam. Bahkan Zayn sudah menggerakan bibirnya meskipun Jenna diam saja dan tidak menggerakan bibirnya.
Jenna berusaha melepaskan dirinya namun ia kesulitan. Tubuh tinggi dan besar ini sangat sulit untuk ia singkirkan. Jangankan untuk menyingkirkan, membuat tubuh Zayn bergeser saja sangat sulit baginya.
Karena tak kunjung ada balasan dari Jenna, Zayn pun dengan sengaja menggigit bibir Jenna sehingga membuat wanita itu mengaduh kesakitan dan mulutnya terbuka. Zayn tidak membuang waktu, ia kembali memag*t bibir Jenna. Lidahnya menerobos masuk untuk mengabsen gigi gigi milik Jenna.
Sedangkan Jenna terdiam namun tubuhnya menegang saat ia merasakan benda lunak, panjang dan bas*h masuk ke dalam mulutnya. Ia tidak pernah melakukan ini sama sekali. Bahkan berciuman pun tidak pernah. Tiga tahun lamanya menjalin hubungan dengan Mario, Jenna tidak pernah melakukan apa apa termasuk kiss.
Namun setelah mengenal Zayn karena kebodohan dan ketidaksengajaan, dia menjadi seperti ini.
Zayn melepaskan bibirnya saat sudah puas menjelajahi bibir Jenna. Bahkan ia sudah merasakan saliva milik Jenna. Sangat manis sekali sama seperti bibirnya. Tangan Zayn terangkat untuk mengusap lembut bibir Jenna yang basah akibat ulahnya. Bahkan bibir plum itu kini sudah membengkak.
"Sebanyak apapun permen yang saya coba, hanya manisnya bibir kamu yang mampu membuat saya menjadi candu," bisik Zayn.
Zayn tersenyum miring melihat wanita kecil ini yang diam saja. Sepertinya dia masih syok. Zayn pun mengedarkan pandangannya tidak ada siapapun disini bahkan tidak ada cctv sama sekali, seolah semua ini memang mendukungnya untuk melakukan hal tadi bersama Jenna.
"Lain kali jangan memancing ku, masuklah ke dalam mobil. Hari sudah sore, aku akan mengantar mu pulang," ucap Zayn. Jenna hanya tidak banyak bicara bahkan tidak bicara sama sekali. Wanita itu langsung masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi samping kemudi. Sedangkan Zayn, pria itu langsung berjalan ke arah kemudi dan masuk. Ia menjalankan mobilnya keluar dari bassement mall menuju ke apartment kekasihnya. Jennaira.
__ADS_1
***
Jenna terus berguling guling diatas kasurnya. Dua jam berlalu, dia sudah sampai ke apartementnya. Dia juga sudah mandi dan sudah siap siap untuk tidur. Sudah beberapa menit berlalu, dia masih belum bisa memejamkan matanya. Saat ini sudah pukul setengah sembilan malam.
Pikiran Jenna berkelana ke kejadian tadi sore saat Zayn menciumnya. Ciuman pria itu sangat panas sehingga mampu membuat tubuh Jenna seperti tersengat listrik.
"Argh, bisa gila gue lama lama mikirin kejadian tadi," erang Jenna.
"Tidur Jen tidur. Besok lo kudu ikut papi ke kantor lagi," ucapnya.
Jenna pun mematikan lampu di kamarnya. Bukannya tidur dia malah merasa takut dengan keadaan kamar yang gelap gulita. Biasanya Jenna tidur dengan lampu temaram khusus untuk tidur.
Jenna pun kembali menyalakan lampunya. Dia menghirup nafasnya dalam dalam kemudian menghembuskannya kasar.
"Emang paling bener jalan jalan dulu kayaknya ke sekitaran apart," ucap Jenna. Gadis itu pun bangun dan berjalan keluar apartementnya. Tampilannya sangat seksi, gaun satin diatas lutut yang ditutupi dengan outer warna senada. Panjang outer itu sampai ke betis Jenna.
Zayn yang baru saja akan keliar dari lift mengurungkan niatnya saat Jenna masuk. Dia memang sengaja kesini lagi karena ia tidak bisa tidur dan ingin bertemu dengan kekasihnya. Ia bisa tidur di kamarnya nanti.
Karena sejak tadi terus fokus pada ponsel, Jenna bahkan tidak tahu ia menekan nomor berapa. Ternyata Jenna menekan angka delapan belas. Gedung paling tinggi yang menjadi tempat tinggal Zayn.
Zayn merasa lega saat sudah melihat kekasihnya. Apalagi Jenna terlihat sangat cantik sekali saat ini. Zayn mengulurkan tangannya untuk menarik pinggang wanita ini.
Jenna terkejut dan menjerit karena ada yang menariknya. Ia pun melirik ke arah pelaku. Ternyata itu pria ini. Pria yang sejak tadi menghantui pikirannya.
"O-om," ucap Jenna.
__ADS_1
"Hm?" Gumam Zayn.
"Lepasin saya om," ucap Jenna.
"Saya tidak akan pernah melepaskan kamu. Bahkan kamu menekan lift menuju ke lantai kamar saya. Artinya malam ini kamu memang ingin bermalam bersama saya," gumam Zayn. Pria itu mengecupi kuping milik Jenna. Membuat sang pemilik kegelian.
Ting.
Pintu lift terbuka. Zayn langsung menarik lembut pinggang Jenna dan membawanya masuk ke dalam unitnya. Ia mengabaikan permintaan Jenna. Bahkan ia merangkul pinggang Jenna cukup kuat sehingga membuat Jenna tidak bisa melepaskan dirinya.
Zayn melepaskan rangkulannya saat sudah berada di dalam unitnya. Kesempatan itu digunakan oleh Jenna untuk kabur. Namun sialnya ia tidak bisa membuka pintunya karena sudah terkunci lagi. Harus memasukan sandi terlebih dahulu baru pintu itu akan terbuka.
Zayn tersenyum kecil. Ia melepas jas miliknya dan melemparnya ke sembarang arah. Bahkan kemeja milik Zayn juga sudah ia buka bagian atasnya dan bagian tangannya ia gulung.
"Kamu tidak bisa kabur sayang," bisik Zayn.
"Aaaa, om lepas. Jangan cabul," teriak Jenna saat Zayn mengangkat tubuhnya begitu saja tanpa aba aba.
"Saya cabul cuma sama kamu baby girl," ucap Zayn. Ia melempar tubuh Zayn ke atas kasur miliknya yang empuk.
"Tidur disini. Aku akan mandi dulu sebentar," ucap Zayn. Pria itu pun masuk ke kamar mandi meninggalkan Jenna. Sedangkan Jenna mengelus elus pinggangnya. Meskipun empuk tetap saja sakit.
"Dasar om om cabul. Mesum pasti dia kalo gue disini mulu," ucap Jenna. Dia pun bangun dari atas kasur dan berjalan keluar kamar. Ia mencoba membuka pintu unit Zayn dengan cara membobolnya. Siapa tahu ia bisa membukanya.
Ia tidak mau bermalam disini. Sudah pasti pria itu akan tidur dengannya.
__ADS_1
Tbc.
Ramein napaaaaaaaaa. Udh crazy up ini