
***
"Gue masih gak nyangka besok lo udah jadi istri orang aja Jenn. Please, setelah lo nikah nanti jangan lupa sama gue. Gue gak punya temen lagi selain lo," ucap Ale.
Kekhawatiran itu memang muncul. Meskipun Ale sudah mencoba menekannya dan mencoba untuk tidak mengingatnya, namun ternyata ingatan tentang apa yang ia ucapkan hari ini pun terucap pada Jenna. Dia banyak melihat dari kisah kisah orang lain. Persahabatan mereka berubah jadi renggang setelah salah satu dari mereka menikah dan memiliki keluarga. Renggang karena tidak memiliki waktu untuk sekedar bertemu, sebab sibuk dengan urusannya dan rumah tangganya.
Memang tidak boleh egois. Tapi mau bagaimana lagi, sahabat terbaiknya hanya Jenna. Ale benar benar tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika itu terjadi. Mungkin dia tidak akan memiliki tempat curhat lagi.
"Le, gue nikah bukan mau pergi jauh dan mutus komunikasi sama lo. Ketakutan lo itu wajar, tapi lo harusnya inget dong, lo kan ceweknya Ryan. Hubungan Ryan dan Zayn juga kayak kita. Gak mungkin ada istilah gue lupain lo," ucap Jenna.
"Ya iya sih. Tapi nanti lo bener bener gak akan lupain gue kan? Parno gue," ucap Ale.
"Enggak anjir, gue gak pindah jauh juga. Kita masih tinggal di kota yang sama. Palingan kehidupan kita berjalan kayak biasanya, gak akan berubah. Yang berubah mungkin cuma status gue," ucap Jenna.
"Bener banget, sekarang lo bakalan menyandang nama besar nyonya Nagendra. Gila, badas banget namanya si Zayn," ucap Ale.
Jenna hanya terkekeh pelan mendengarnya. Ada ada saja Ale ini. Pemikiran over memang selalu terjadi dengan manusia ini. Entah kenapa tapi Ale memang selalu seperti itu. Kekhawatiran berlebih akibat apa yang ia pikirkan sendiri. Padahal itu semua belum tentu terjadi.
"Ngomong ngomong gue mau ke kamar. Ngantuk banget sumpah, lo nanti nyusul aja ke kamar," ucap Jenna.
"No Jenna. Lo udah ditunggu tante Jeni di dalem rumah. Gaun buat lo nikah sama resepsi udah sampe," ucap Ale.
"Males sumpah Le. Gue pengen tidur, gak tahu kenapa ngantuk banget," ucap Jenna.
"No. No. No. Ayo ke dalem rumah, kasian tante udah nunggu. Desainernya juga, soalnya kalo gaunnya gak pas ya bakalan di rombak lagi," ucap Ale.
Dengan ogah ogahan Jenna bangun dari duduknya karena tarikan tangan Ale. Sahabatnya ini sepertinya sangat excited sekali. Padahal yang menikah Jenna.
"Gak kecapean tuh desainer jahit gaun gue lagi?" Tanya Jenna.
__ADS_1
"Kan dibayar ege. Mereka butuh duit buat kehidupan mereka, makanya mereka sanggup. Lagian suami lo bayar mahal desainer itu. Kalo dia gak perfect, ya you know lah," ucap Ale.
Jenna hanya menghela nafasnya. Dia pun tetap berjalan menuju ke dalam rumahnya. Meskipun mengantuk dia tetap harus menjalani itu semua. Apalagi dia harus kembali di pijat. Memang enak rasanya. Sebab tubuhnya rileks, tapi setelahnya benar benar tidak enak sekali. Tubuhnya benar benar terasa pegal dan sakit.
Pernikahan ternyata cukup rumit dan melelahkan. Tapi Jenna merasa sangat beruntung sebab dia bisa merasakannya.
Sementara itu dilain tempat, tepatnya di sebuah tempat serba hitam duduklah seorang pria yang sedang mengepulkan asap rokoknya. Di dekatnya ada beberapa botol minuman alkohol yang sering ia konsumsi. Dia tersenyum sembari memikirkan sesuatu.
Sudah lama dia tidak muncul ke publik. Bahkan tidak ada yang tahu jika dia masih hidup. Tragedi yang terjadi padanya ternyata membawa keuntungan untuknya. Sebuah keuntungan yang mengantarkannya pada hari ini. Hari dimana dia bisa kembali melihat dengan mata kepalanya sendiri jika pria yang dulu menjadi rivalnya tetap seperti dulu. Bahkan kehidupan rivalnya itu sangatlah baik. Berbeda dengan hidupnya.
Hidupnya benar benar berubah seratus delapan puluh derajat. Beberapa asetnya sudah hilang entah kemana. Asetnya saat ini hanya sebuah saham. Itu pun tidak besar. Dan dia bertekad akan kembali merebut miliknya.
"Anda bisa bersenang senang sekarang. Tapi tunggu saja, suatu saat nanti semua yang anda miliki akan menjadi milik ku. Pembalasan yang akan aku lakukan akan lebih dari apa yang aku terima dulu," ucapnya tersenyum miring.
Kejadian kelam itu tetap terputar di pikirannya. Bahkan dia tidak pernah bisa melupakannya. Kejadian itu memang pahit. Namun dia tidak akan melupakannya. Bermula dari kejadian itulah dia akan membalaskan semuanya. Membalas dendamnya yang sangat besar untuk pria itu.
"Zayn Nagendra. Aku kembali, aku pastikan kau akan mendapatkan balasan paling menyakitkan dari pada yang aku dapatkan dulu," ucapnya.
"Panggil kawan mu jal*ng. Puaskan aku malam ini," ucapnya.
"Baik tuan," ucap wanita dibawahnya dengan patuh.
***
Ryan mendengus kesal melihat tingkah Ghani. Saat ini dia sedang berada di rumah Zayn karena permintaan pria itu. Awalnya memang Zayn meminta kedua pria itu datang ke club milik Ghani, namun saat Zayn akan berangkat. Sarah melarangnya. Mau tak mau Zayn menurut saja dari pada urusannya semakin panjang.
"Lo ngapain sih Ghan? Kayak orang eksiman aja gak bisa diem," ucap Ryan kesal.
"Gue pengen ketemu cewek. Di club. Hari ini ada wanita wanita baru yang datang," ucap Ghani.
__ADS_1
"Kerjaan lo celup celup mulu. Inget bro, penyakit," ucap Ryan.
"Inget bro buat ngaca," sindir Ghani.
"F*ck!!! Gue udah gak kayak dulu lagi," ucap Ryan.
"Halah bacot. Meskipun lo cuma celup cewek lo, itu kan namanya tetep nyelup," ucap Ghani tak mau kalah.
Keduanya terus berdebat seperti anak kecil. Sedangkan Zayn hanya bisa menghela nafasnya. Niatnya meminta kedua temannya datang bukan untuk berdebat seperti ini.
"Lo berdua bisa diem gak? Puyeng gue dengernya. Lo berdua bener bener gak tahu malu, ini rumah orang tua gue," ucap Zayn.
"Noh si Ghani yang ngajak ribut mulu. Gue sih enggak," ucap Ryan.
"Kayak cewek aja lo," ucap Ghani.
"Apa lo bilang?!" Ucap Ryan tersulut emosi.
Dengan cepat Zayn menendang kaki Ryan dan Ghani. Seketika keduanya diam.
"Gue gak punya urusan lagi sama lo berdua. Mending lo berdua cepetan balik. Gue udah bilang maksud gue minta lo berdua kesini tadi. Cepet pergi," usir Zayn.
Alternatif memang dengan mengusir Ryan dan Ghani. Harinya akan kembali tenang.
"Gak tahu diri lo. Udah nyuruh, sekarang ngusir," ucap Ryan. Pria itu pun pergi begitu saja dari sana sedangkan Ghani masih diam disana.
"Dia itu sebenarnya cewek apa cowok sih? Baperan banget," ucap Ghani. Zayn hanya menggidikan bahunya dan pergi dari sana.
Tbc.
__ADS_1
Maap ya telat mulu upnya. Malah sering liburš„¹