
***
Eliza sudah sampai di Jakarta hari ini. Seharusnya ia kemarin pulang ke Jakarta untuk mengejar Zayn, namun ternyata ia harus batal terbang karena cuaca buruk. Mau tak mau Eliza pun menunggunya sampai besok. Sebenarnya ia kesal, namun mau bagaimana lagi. Dari pada ia celaka karena memaksakan diri pulang kemarin.
Meskipun ia telat mengejar Zayn, namun tak apa apa. Yang penting Jenna sudah celaka karenanya dan untungnya tidak menimbulkan bukti. Sebenarnya sebelum ia meminta orang suruhan pergi, dia surah membuat orang itu pingsan dan dengan suntikan racun yang akan bekerja pada waktunya. Sekitar dua jam setelah disuntikan. Ia juga memberikan sebuah permen yang tidak dijual dimana pun. Untungnya semua berjalan sesuai rencananya. Jadi ketika penembak itu ditemukan tewas, dia akan disangka meminum pil beracun padahal aslinya tidak. Itu hanya permen biasa.
Ketika mengingatnya, Eliza selalu tertawa. Mereka benar benar bodoh, bahkan polisi dan dokter juga mempercayai jika orang yang menembak Jenna sudah mati bunuh diri setelah Menembak.
"Haruskah aku memberikan nama untuk mereka? Apa ya? Komplotan orang bodoh? Yeah, that's it," ucap Eliza tertawa. Ia berjalan pelan keluar dari bandara menuju ke apartement miliknya. Sebenarnya ia sangat merindukan Zayn, namun ia tidak bisa menemuinya hari ini. Ia cukup kelelahan akibat penerbangan tadi. Jadi Eliza memutuskan untuk istirahat dulu baru nanti sore atau mungkin malam dia akan menemui Zayn.
"Tunggu aku baby, aku akan menemui kamu. Aku akan mengulang masa lalu kita yang indah," ucap Eliza. Ia pun masuk ke dalam mobilnya dan pergi dari sana.
***
Semalaman penuh Ale harus berjaga dari pria ini. Sialnya pria ini menempatkan dua bodyguard di depan pintu apartementnya. Membuat Ale tidak bisa kabur kemana mana. Bahkan semalaman, Ryan tidur diatas kasurnya. Ale benar benar tidak mau tidur dengan pria ini, makanya dia memilih tidur di sofa saja semalam. Namun ternyata berada satu ruangan dengan pria ini cukup mengerikan. Pasalnya Ryan terus mendekatinya dan berusaha tidur dengannya. Bahkan semalam dua kali Ale bangun dan kabur dari atas kasurnya kemudian mengunci diri di walk in closetnya.
Untuk sementara waktu dia aman di walk in closet lalu memutuskan tidur di sofa bulat yang ada disana. Namum ketenangannya tidak bertahan lama karena lagi lagi Ryan mampu membobol pintu itu. Ale benar benar di uji semalam. Bahkan Ryan mengancam akan memperk*sanya jika Ale tidak mau menurutinya. Dengan terpaksaa Ale pun ikut diam di atas kasur namun tidak tertidur. Semalaman dia terjaga.
Karena hal itu, pagi ini kepalanya benar benar pusing. Ale tepar karena tidak tidur semalaman. Ia tertidur setelah Ryan bangun dari atas kasurnya karena pergi ke kamar mandi. Setelah itu dia tidak tahu apa apa lagi.
__ADS_1
Namun saat waktu sudah menunjukan siang hari, Ale kembali terbangun karena perutnya yang lapar. Sebenarnya dia masih mengantuk namun ia tidak bisa tidur karena rasa lapar itu. Alhasil ia pun bangun dan berjalan keluar kamarnya menuju dapur.
Ale membuka pintu kulkas miliknya dan mengambil air putih yang ada di dalam botol. Tiga tegukan masuk ke dalam tenggorokannya yang kering. Namun tak lama setelah ia melihat ke arah meja makan yang berada di dekat sofa depan tv, ia terkejut sampai menjatuhkan botol air minumnya.
"Argh, anjir," ucap Ale kesakitan saat botol yang berada di tangannya terjatuh tepat ke atas jari jempol kakinya. Cukup sakit tentu saja.
Ryan yang sedang duduk memperhatikan wanita itu sejak keluar pun beranjak. Ia berjalan ke arah Ale dan menggendong wanita itu. Namun Ale melarangnya bahkan menahannya untuk jangan mendekat.
"Stop disana atau saya akan benar benar menghubungi polisi. Saya tidak suka anda berada di rumah saya tanpa seijin dari saya. Harusnya anda pergi, anda orang berpendidikan dan mungkin cukup pintar. Seharusnya anda tahu ini adalah privasi saya," ucap Ale tegas.
"Privasi kamu adalah privasi aku, well aku tidak perlu atau bahkan butuh ijin dari kamu. Karena karena seluruh bangunan apartement ini adalah apartement yang menjadi proyek pertama ku yang aku bangun. So, kamu tahu kan kenapa aku bisa masuk dengan mudah," ucap Ryan.
Kenapa dunia harus se-sempit ini?! Kenapa bangunan ini adalah bangunan buatan Ryan?! Apa tidak ada orang lain selain pria ini. Kenapa harus dia?!!
Ale menghela nafas panjangnya dan meminta Ryan pergi baik baik. Namun sepertinya tidak ada sedikit pun itikad baik dari pria ini. Pria ini akan tetap di apartement miliknya.
Rasa lapar di perut Ale tiba tiba hilang. Ia sangat tidak suka jika ada orang yang menggangu privasinya. Ale pun memutuskan untuk masuk lagi ke dalam kamarnya dan tidur lagi. Ryan, pria itu tentu saja mengikutinya.
Ryan duduk di sebelah ranjang yang sudah di tiduri oleh Ale.
__ADS_1
"Aku akan pergi ke kantor dan akan kembali malam nanti. Kamu boleh pergi keluar untuk jalan jalan atau pergi ke rumah Jenna. Ingat, jangan pernah berpikir untuk kabur. Karena dimana pun kamu, aku akan tahu keberadaan kamu. Aku masih menunjukan sikap baik ku, jadi manfaatkan itu dan jadi lah gadis penurut," ucap Ryan tersenyum. Sebelum pergi pria itu menurunkan tubuh atasnya agar kepalanya bisa mendekat ke arah Ale yang sedang tidur memejamkan matanya.
Ryan kini sudah lancang. Dia sudah berani mengecup bibir Ale bahkan melum*tnya. Ale yang syok pun terdiam. Namun ia kembali sadar setelah Ryan pergi dari sana.
"ARGHHH, KENAPA SIH? GUE KAN MAU HIDUP TENANG," teriak Ale. Ia tidak peduli Ryan akan mendengarnya atau tidak.
"JENNA, JENNA MANA? GUE KUDU TELEPON DIA. BISA STRES GUE LAMA LAMA," ucapnya. Ale pun membuka kunci ponselnya dan mencari nama Jenna di ponselnya kemudian langsung meneleponnya saat itu juga.
"JENAAAA," teriak Ale saat panggilan pada Jenna sudah terhubung.
"Anj- masih pagi udah teriak teriak gak jelas. Lo sarapan toa mesjid depan komplek ya? Katanya ilang tadi pagi," ucap Jenna.
Jenna bahkan sampai menjauhkan ponselnya saat mendengar teriakan Ale.
"Itu gak penting dan gue gak makan toa mesjid. Semalem Ryan tidur di apart gue dan dia juga kiss gue lagi barusan. Bego anjir, ngapain gue suka sama dia," ucap Ale mengeluh.
Jenna tertawa keras di seberang panggilan, "Rasain. Gue juga sama om Zayn dulu di gituin sampe gue di jerat sama dia. Sialnya gue kayaknya di jerat seumur hidup. Bae bae ya sahabat, Ryan orangnya nafsuan. Hati hati di unboxing."
Tbc.
__ADS_1