One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
241. Wedding Dream Jenna


__ADS_3

***


Setelah melewati beberapa jam, akhirnya Jenna dan Zayn dihadapkan pada acara selanjutnya. Yaitu resepsi. Sebenarnya ini tidaklah perlu dilakukan, namun kedua orang tua Jenna dan Zayn meminta hal tersebut harus dilakukan. Keduanya tentu tidak bisa membantah meskipun ini semua adalah acara mereka. Mereka hanya mengiyakan saja. Dari pada kedua ibu ibu dari kedua belah pihak malah uring uringan tidak jelas, yang ada malah akan repot.


Jenna sedang bersiap di ruangan make up. Kedua keluarga sudah berangkat ke hotel yang sudah di sulap sedemikian rupa untuk acara resepsi keduanya. Mereka berangkat lebih awal. Mengingat para wanita akan sangat membutuhkan banyak waktu untuk bersiap dan berdandan. Kali ini Jenna dan Zayn hanya akan satu kali mengganti pakaian. Sebab tadi keduanya sudah melakuka sesi foto dengan berbagai baju dan tema yang sebelumnya sudah ditentukan.


Cukup melelahkan juga, tapi sudahlah. Jenna harus semangat, ini hanya akan terulang satu kali dalam hidupnya. Dia harus melakukannya dengan totalitas agar hasilnya nanti bagus untuk dipajang.


Jenna ketiduran saat dia sedang di make up. Untungnya para MUA yang di sewa Jeni tidak komplain saat kliennya ketiduran. Justru dengan begini mereka dimudahkan. Sebab Jenna tidak banyak bergerak.


Tema gaun malam ini sama seperti warna background yang digunakan. Yaitu berwarna silver. Dress dan tuxedo yang digunakan oleh Jenna dan Zayn berwarna sama. Jenna masih bersiap sementara Zayn sedang berbincang dengan kedua temannya. Pesta memang belum dimulai, namun beberapa tamu undangan sudah mulai berdatangan.


"Gue bener bener gak habis pikir sama pikiran lo Zayn, lo rela keluarin uang sampe ratusan juta buat semua bandara supaya gak jual tiket mereka buat Eliza. Bahkan semua akses kendaraan laut sama udara juga lo blokir," ucap Ghani.


"Effort Zayn buat Jenna gak main main. Gak kayak lo," ucap Ryan.


"Kayak lo gak gitu aja dulu," ucap Zayn. Maksudnya dulu sikap Ryan dan Ghani sama. Yaitu sama sama sering bermain wanita untuk menuntaskan hasrat mereka. Namun setelah Ryan bertemu dengan Ale, pria itu berubah. Namun entah hanya sementara atau selamanya sampai dia benar benar menjadikan Ale istrinya.


"Gue belain lo, kenapa lo malah nyerang gue?" Tanya Tyan sewot.


"Santai dong, sewot banget kayak ibu ibu," ucap Ghani.


"Diem lo bangs*t," umpat Ryan.


Zayn sendiri hanya diam saja. Tidak berminat untuk menanggapi. Sebab Ryan dan Ghani memang selalu seperti itu ketika bertemu. Keduanya akan segera adu mulut tak henti hentinya. Terkadang Zayn pusing mendengarnya. Tapi sudahlah, keduanya tidak bisa di lerai.

__ADS_1


Terkait soal dia yang memblokir pemberangkatan Eliza ke Indonesia, dia memang sengaja melakukannya. Dia hanya menjaga agar acara yang selalu di impikan istrinya berjalan lancar tanpa halangan apapun. Dia ingin memberikan kesan yang sempurna dan mendalam paca acara akad dan resepsinya untuk Jenna. Karena ia tahu, semua pernak pernik pernikahan dari hal yang kecil sampai ke hal yang besar pun sangat diperhatikan. Sebab ini semua adalah wedding dream yang Jenna inginkan.


Jenna memang tidak pernah terang terangan mengatakan ingin ini dan itu. Wanita itu memang seperti biasa selalu diam jika menginginkan sesuatu. Makanya Zayn selalu berusaha untuk bersikap sangat peka agar istrinya selalu nyaman ketika bersamanya.


Zayn juga tahu jika di Paris sana Eliza sedang ketar ketir mencari tiket yang tersedia untuknya pulang ke Indonesia dan menghancurkan pernikahan Jenna dan Zayn. Zayn tahu itu semua sebab disana dia juga menyimpan mata mata yang melaporkan setiap gerak gerik Eliza.


Tidak apa dia habis berjuta juta demi memblokir kedatangan Eliza ke Indonesia. Uang bisa dicari namun momen indah tidak bisa dibeli.


Ryan dan Ghani masih saja adu mulut. Telinga Zayn rasanya pengang sekali mendengarnya. Pria itu pun pergi dari sana. Sudah lelah rasanya telinganya itu mendengar perdebatan kedua mahluk pecinta lubang pipis wanita. Lebih baik ia pergi dari sana, menjemput istrinya untuk segera memulai acara resepsinya.


"Woi Zayn, lo mau kemana?" Tanya Ryan saat melihat Zayn pergi dari sana begitu saja. Namun Zayn tidak menjawabnya. Malas saja rasanya.


"Mampus di kacangin. Kacang kan mahal," ucap Ghani. Pria itu juga berdiri dan pergi dari sana.


"Woi Ghan, lo juga mau kemana?" Tanya Ryan.


"F*ck," umpat Ryan.


***


"Lo cantik banget sumpah Jenn," pekik Ale saat melihat riasan wajah dan rambut Jenna sudah benar benar selesai. Wanita itu juga sudah membuka kedua matanya.


"Hoamm... gue ngantuk banget sumpah Le. Butuh kasur terua tidur yang nyenyak biar enak," ucap Jenna.


"Yeee, malah nguap lo. Jangan ngantuk dong. Lo ***** banget sumpah," ucap Ale.

__ADS_1


"*****?" Tanya Jenna mengulang ucapan Ale.


"Iya *****, nempel dikit langsung molor," ucap Ale.


"Bodo amat, ngantuk gak bisa di nego. Emang utang piutang," ucap Jenna. Wanita itu melipat kedua tangannya lalu memejamkan matanya.


"Heh, jangan nutup mata lo lagi. Acara udah mau dimulai," ucap Ale.


"Bentar aja, pala gue puyeng banget sumpah gak tidur tidur. Acaranya juga masih belum dimulai," ucap Jenna.


Jenna memang paling *****. Dimana saja asal nyaman maka dia akan tidur dengan damainya. Bahkan dia tidak peduli acara sepenting apapun, dia pasti akan tertidur sebentar. Contohnya saja waktu itu.


Waktu itu dia akan menghadiri rapat besar yang di dalamnya banyak sekali sumber duit. Yang tidak lain adalah para pemegang saham sekaligus para investor. Saat itu Jenna sempat sempatnya tidur.


"Berhenti ngomel, sana cari mami. Acara mulai dua puluh menit lagi," ucap Jenna.


"Ck. Dasar manten, ya udah lo baik baik disini," ucap Ale.


"Y."


Ale mendengus kesal mendengar ucapan singkat Jenna. Dia pun lantas pergi dari sana untuk mencari tante Jeni. Meninggalkan Jenna sendirian di kamar hotel yang dijadikan tempat untuk merias wajah dan rambutnya.


Jenna kembali memejamkan matanya. Rasanya cukup nyaman juga tidur dengan posisi duduk dan melipat tangan seperti ini. Aneh memang dan lama lama pasti akan pegal. Namun Jenna tidak memiliki pilihan lain, rambutnya sudah di tata dan tidak mungkin bagi dia untuk rebahan di kasur.


Tanpa sepengetahuannya, Zayn masuk ke dalam sana. Melihat istrinya yang sedang memejamkan matanya. Lucu sekali. Namun selain lucu, Jenna juga terlihat sangat cantik. Cantik sekali.

__ADS_1


Zayn merendahkan tingginya dan mencondongkan tubuhnya. Kepalanya bergerak miring lalu menyatukan bibir keduanya. Jenna tersentak kaget namun tak lama dia tersenyum.


Tbc.


__ADS_2