
***
Helaan nafas terus menerus terulang sejak tadi. Bahkan mungkin sejak kemarin. Zayn menghela nafasnya bukan karena bosan menunggu istrinya untuk sadar dari tidur lamanya, namun Zayn terus menghela nafasnya sebab dia sedang dilanda kebingungan. Dia bingung harus memilihnya atau tidak. Jika tidak, mungkin dia tidak akan tahu kemajuan kesehatan istrinya.
Kemarin setelah Ryan menjelaskan semuanya, bahkan berdasarkan data yang diberikan pria itu. Sebenarnya ada beberapa rumah sakit yang bisa menangani Jenna. Namun jarak rumah sakit tersebut lah yang membuat Zayn terus berpikir keras untuk datang atau tidak.
Lokasinya berada jauh dari Indonesia. Bahkan sangat jauh. Letaknya ada di sebuah kota yang ada di negara China.
Sebenarnya bisa saja Zayn membawa istrinya kesana. Namun dia masih mempertimbangkannya. Dokter disini bukan tidak mampu, namun alat alat yang diperlukan lah yang menjadi kendalanya. Setelah ditelisik lebih dalam lagi, semakin hari kesehatan organ vital istrinya semakin memburuk. Mungkin efek racun itu juga yang masih belum bisa dihilangkan.
Semalam, Zayn sudah merundingkannya dengan kedua orang tuanya bahkan dengan kedua mertuanya juga. Kedua belah pihak setuju untuk membawa Jenna pergi kesana. Mereka menyetujuinya karena mereka ingin Jenna segera bangun.
"Sayang," panggil Zayn. Setiap hari Zayn selalu mengajak Jenna berbicara. Namun dia tidak pernah mendapatkan balasan ucapan apa apa. Istrinya masih betah dalam tidurnya.
"Aku mohon, segera bangun. Aku yakin kamu kuat, kamu bisa. Racun itu tidak akan mempengaruhi kamu," ucap Zayn pelan.
Bohong sekali jika Zayn tidak khawatir sejak istrinya masuk ke rumah sakit. Bohong sekali jika selama ini Zayn berusaha kuat dan terlihat biasa saja. Sebenarnya Zayn sangat ingin sekali menangis meraung raung. Dia sangat tidak suka melihat keadaan istrinya yang seperti ini.
Sama halnya dengan Lita dan Jeni yang selalu menangis ketika datang menjenguk, Zayn juga ingin menangis. Namun Zayn menahannya. Bagaimana pun dia harus tetap kuat di depan istrinya. Meskipun selama ini Jenna hanya diam dan tidak bergerak, namun Zayn tahu jika Jenna bisa mendengarnya ketika dia berbicara.
"Organ vital kamu semakin hari semakin rusak. Aku gak mungkin biarin kamu terus kesakitan kayak gini. Tapi aku bingung, aku tidak ingin membawa kamu pergi jauh. Apalagi sampai ke China," ucap Zayn pelan.
Entah mengapa hinggap perasaan tidak enak hati saat Zayn memikirkan perjalanannya ke China bersama dengan istrinya. Entah kenapa perasavn takut serta gelisah terus saja hinggap. Bahkan Zayn tidak bisa tidur dengan nyenyak.
__ADS_1
"Seharusnya kita sudah bersenang senang di Bali. Tapi di hari kedua pernikahan kita, kamu malah celaka," ucap Zayn.
Yah, hari hari setelah pernikahan memang seharusnya keduanya pergi honeymoon ke beberapa daerah yang ada di Indonesia. Namun dengan keadaan Jenna yang tiba tiba terkena racun, jelas saja semua rencana itu harus ditunda.
Zayn menggenggam erat tangan istrinya dengan kedua tangannya. Mendekatkan tangan setengah hangat itu ke keningnya. Zayn memejamkan matanya, buliran bening tidak mampu dia tahan lagi. Dia benar benar tidak tahan dengan kondisi saat ini.
Mungkin dia harus mengesampingkan perasaan gelisah dan takutnya. Bagaimana pun pergi ke China harus ia lakukan demi kesehatan istrinya. Awalnya Zayn sudah berniat untuk menghadirkan dokter dokter spesialis yang ada disana untuk datang ke Indonesia, namun mereka tidak menyanggupinya karena disana juga mereka memiliki tanggung jawab, ditambah lagi alat dan obat obatannya juga sulit ditemukan di Indonesia.
"Aku akan mempersiapkan semuanya sayang, bertahanlah. Kita akan segera pergi ke tempat yang seharusnya bisa menyembuhkan kamu," ucap Zayn pelan. Pria itu bangkit dari atas kursi yang ia duduki, sebelum dia pergi dia menyempatkan untuk mengecup pelan kening serta bibir istrinya.
"Aku pergi sebentar," ucap Zayn. Pria itu pun pergi dari ruang rawat istrinya. Sebelum pergi, tentu saja Zayn menempatkan cukup banyak bodyguard disana. Bahkan di dalam ruangan Jenna pun disimpan dua bodyguard wanita. Jaga jaga siapa tahu istrinya itu akan bangun. Selain itu juga Lita dan Jeni selalu datang menjenguk setiap hari.
***
"Jadi manager hotel sudah mengaku jika ada karyawannya yang bekerja di bagian dapur dan mencampur serbuk itu?" Tanya Zayn. Pria itu fokus menatap kertas di tangannya.
"Benar tuan. Dia adalah asisten kepala koki, kami sudah menangkapnya dan sudah memintanya untuk buka mulut, namun dia tetap bungkam," ucap Richi.
"Pria atau wanita?" Tanya Zayn.
"Wanita," jawab Richi.
"Wanita?" Tanya Zayn menggantung. Sedikit terkejut, namun tidak heran. Pasalnya wanita yang tidak memiliki hati nurani memang jahat. Demi uang dia rela melakukan apa saja.
__ADS_1
"Benar. Kami sudah mencari tahu latar belakangnya namun kami tidak menemukan banyak. Yang kami dapatkan hanya yang ada di kertas itu saja," ucap Richi.
Kertas yang dipegang dan dibaca oleh Zayn sejak tadi berisi tentang informasi racun secara rinci bahkan bahan yang dipakainya. Selain itu di beberapa halaman lain di kertas itu terdapat informasi tentang wanita yang sudah memberikan serbuk racun itu pada kue milik istrinya.
"Racun ini sangat mematikan tuan, namun beruntung nyonya bisa bertahan sampai saat ini. Nyonya besar tadi memperintahkan untuk segera membawa nyonya muda pergi ke China," ucap Richi.
Zayn menghela nafasnya, "Niat ku memang seperti itu. Aku akan membawa istri ku pergi setelah aku selesaikan urusan ku dengan wanita ini."
Richi mengangguk. Syukurlah, akhirnya tuannya ini berpikiran terbuka demi kesehatan istrinya.
Sejak membuka halaman yang berisi biodata wanita yang sudah meracuni istrinya, Zayn terus mencoba mengingat sesuatu. Rasanya nama wanita ini tidak asing di telinganya. Namun dia siapa? Zayn benar benar tidak mengingatnya. Nama ini sangat familier, namun entahlah siapa dia.
Ah, dia ingat. Dia mengingat satu nama yang berhubungan dengan wanita ini. Semoga saja ini jadi titik terang untuknya. Bagaimana pun dia akan membalaskan apa yang sudah terjadi pada istrinya.
"Bantu aku cari tahu tentang orang ini," ucap Zayn pada Richi, pria itu memberikan ponselnya. Di ponselnya itu ada sebuah foto.
"Dia siapa tuan?" Tanya Richi.
"Aku tidak tahu namanya, aku lupa. Yang jelas tugas mu hanya mencari tahu siapa dia dan hubungannya dengan wanita yang sudah meracuni istri ku," ucap Zayn.
Meskipun kebingungan, Richi tetap mengangguk patuh untuk menuruti kemauan tuannya ini.
Tbc.
__ADS_1
Beberapa bab lagi tamat, makasih udah baca tp gak komen😌✋️