
***
Zayn tidak berhasil menahan Jenna. Wanita itu pergi dengan cepat menggunakan mobil jemputannya. Zayn hanya bisa menatap nyalang ke arah mobil yang pergi membawa wanitanya. Saat ia berbalik arah, tiba tiba Eliza memeluknya dan hendak mengecupnya. Namun Zayn dengan sigap mendorong wanita itu agar menjauh dari tubuhnya.
"Jaga sikap lo," ucap Zayn.
"Zayn, kamu gak kangen sama aku gitu? Kita udah lama loh gak ketemu," ucap Eliza.
"Justru gue berharap gak ketemu sama lo lagi. Gak cukup apa lo hancurin hidup gue sebelum ini? Harusnya lo punya malu buat ketemu sama gue lagi," ucap Zayn.
Masa lalu kelam membuat Zayn sangat membenci wanita ini. Wanita yang dulu sangat ia cintai bahkan Zayn rela memberikan semua hidupnya hanya untuk wanita ini, tapi ternyata ia sudah memberikan kepercayaan pada orang yang salah.
"Zayn, apa karena wanita itu kamu berubah?" Tanya Eliza.
"Jangan nyalahin orang lain, harusnya lo sadar diri dan intropeksi diri. Lo yang salah tapi lo malah nyalahin orang lain. Bit*h," ucap Zayn. Ia pun segera pergi darj sana untuk menyusul wanitanya.
Sedangkan dilain mobil, Jenna memijat pelipisnya pelan. Untungnya Anya datang menjemputnya jadi ia tidak perlu menunggu taksi atau paksaan Zayn. Jenna cukup kecewa dengan Zayn. Pria itu masih tidak mau memberitahu kebenarannya.
"Data yang anda minta," ucap Anya. Ia memberikan sebuah map pada Jenna.
Jenna menerima map itu dan membukanya. Di halaman pertama berisi data pribadi Eliza. Lengkap sekolah dan siapa orang tuanya. Di lembar kedua ada data siapa saja yang pernah kencan dengan dia. Dan disana ada nama Zayn. Di dalam map itu juga ada beberapa foto. Kebanyakan isi foto itu adalah fotonya bersama dengan Zayn. Bahkan ada foto mereka ketika SMA.
"Mereka punya hubungan?" Tanya Jenna.
"Mereka sepasang kekasih dari SMA sampai tuan Zayn selesai kuliah. Setelah selesai mendapatkan gelar S1, mereka merencanakan pernikahan. Namum belum menikah juga, tunangan mereka harus batal padahal undangan sudah disebar," ucap Anya.
__ADS_1
"Lalu?" Tanya Jenna.
"Tuan Rendra menutup semua media dan berita agar tidak membocorkan hal ini. Untuk itu tidak ada data di dalam map itu. Saat itu, anda masih kuliah dan tidak terlalu fokus pada masalah gosip seperti itu. Saya mengetahuinya karena saya sudah lama bekerja pada tuan Adam," ucap Anya.
"Alasan mereka batal tunangan tidak diketahui. Eliza yang berprofesi sebagai model langsung pergi ke luar negeri. Sedangkan tuan Zayn juga langsung pergi dari Indonesia. Tepatnya pergi ke New York. Setelah mereka tidak banyak lagi berita yang mengeksposnya. Karena banyak perusahaan media wartawan yang bangkrut akibat mereka kembali mengungkit kejadian itu," jelas Anya.
Jenna terdiam. Syok dan speechless. Jadi ternyata mereka memiliki hubungan sejauh itu? SMA tiga tahun dan kuliah empat tahun. Bukan hubungan yang sebentar. Pantas saja Zayn tidak mau menceritakannya. Apa mungkin pria itu masih memiliki perasaan pada wanita itu?
"Jangan ke apartment atau pun rumah. Pergi ke alamat ini," ucap Jenna.
"Baik nona."
***
Zayn kebingungan. Sudah pukul dua dini hari namun ia masih belum menemukan keberadaan Jenna. Ponsel wanita itu mati. Ia bahkan tidak bisa mencari tahu keberadaannya. Math sudah ia suruh mencari namun masih belum menemukananya.
Zayn berada di parkiran apartementnya. Serasa sudah buntu, ia pun memutuskan untuk mencarinya besok lagi. Tadi Adam bilang jika Jenna pulang ke apartementnya. Tapi apartement yang mana? Apa Jenna memiliki apartement lain selain apartement ini?
Zayn melangkahkan kakinya lesu masuk ke dalam unit Jenna. Ia merindukan wanita itu, salahnya karena tidak memberitahu Jenna. Tapi bukan maksud Zayn tidak mau memberitahunya, Zayn hanya tidak mau Jenna terlibat dengan masa lalunya. Itu masa lalu, sudah seharusnya ia tidak menceritakannya lagi. Ia sudah melupakan peristiwa itu.
Zayn merebahkan tubuhnya diatas kasur milik Jenna. Memeluk bantal guling yang sering dipakai bantalan oleh wanita itu. Harum wanita itu menempel disana. Zayn semakin merindukan Jenna.
Sementara itu di tempat lain, Jenna masih terduduk di balkon kamar hotel yang ia sewa. Sebenarnya hotel ini atas nama Anya bukan atas namanya. Karena Jenna yakin Zayn bisa menemukannya jika ia memakai namanya. Sedangkan Anya pulang ke rumahnya.
Jenna masih tidak habis pikir dengan semua ini. Apa ini kenyataannya ata bukan? Jenna bingung sendiri. Tapi dari data, foto dan penjelasan Anya seolah itu semua menamparnya. Ia benar benar merasa di bohongi oleh Zayn.
__ADS_1
Bukannya pria itu pernah berkata jika hanya Jenna saja yang menjadi wanita pertama untuknya? Lalu ini apa? Foto foto ketika Zayn bersama Eliza terpampang jelas di tangannya. Disana terlihat raut bahagia Zayn dan Eliza.
"Aku baru mau percaya sama kamu, tapi kamu udah hancurin kepercayaan aku aja. Sebenarnya apa niat kamu mendekati ku? Apa niat kamu sama seperti ku? Menjadikan pelampiasan dan teman s*x saja?" Gumam Jenna.
Ia melepaskan gelang yang pernah diberikan oleh Zayn dan ia simpan di kotak perhiasan yang ia minta pada Anya tadi. Ia harus mengembalikan ini pada Zayn. Mungkin untuk beberapa waktu Jenna akan bersikap biasa pada Zayn sampai pria itu menceritakan semuanya. Namun jika tidak, Jenna harus mengambil keputusan.
Melepaskan Zayn, mungkin.
Cahu benar, seharusnya Jenna menyembuhkan sakit hatinya sendiri. Tidak boleh ada campur tangan orang luar. Karena akhirnya akan seperti ini, kepercayaan Jenna kembali dihancurkan. Parahnya ia sudah tidak suci lagi.
Mungkin ini hukuman untuknya karena sering melakukan having s*x dengan Zayn.
"Pukulan terberat, tapi gue harus lewatin ini semua. Gue gak boleh nyerah gitu aja, hidup berjalan kan? Gue harus menjalaninya sebagaimana mestinya," gumam Jenna. Ia masuk ke dalam kamarnya. Bukan untuk tidur, melainkan untuk berdiam saja. Tidak ada rasa kantuk di matanya. Pikirannya terus berkecamuk. Memikirkan masalahnya dan overthinking tentang suatu hal yang belum tentu itu kebenarannya.
Jenna mengaktifkan ponselnya. Disana muncul banyak notifikasi dari Zayn bahkan pesan juga. Namun Jenna tidak mau membuka isi pesan itu bahkan untuk menelepon balik. Ia masih belum siap berbicara dengan pria itu.
"Hallo Le," ucap Jenna.
"..."
"Gue lagi bingung. Besok bisa ketemu gak? Kalo enggak sibuk," ucap Jenna.
"..."
"Oh gitu, ya udah gak papa. Gue tutup teleponnya ya. Bye," ucap Jenna.
__ADS_1
Tbc.