
***
Zayn membulatkan matanya saat mendapatkan pelukan dari wanita itu. Ia pun langsung mendorongnya namun Eliza tidak mau melepaskannya. Jika sudah seperti ini, Zayn tidak memiliki pilihan lain selain mendorong kasar wanita ini agar menjauh. Tidak apa jika ia tidak mendengarkan nasihat mamanya untuk bersikap lembut pada wanita. Karena wanita ini bukanlah wanita baik.
"Awh, baby, kok kasar sih? Sakit tahu," ucap Eliza.
"Pergi lo, ngapain kesini?" Tanya Zayn emosi. Ia mendekat ke arah Jenna untuk meminta pertolongan. Sedangkan Jenna hanya diam saja. Ia sedang sakit dan harus menghadapi semua ini? Yang benar saja.
"Sayang, tolong," bisik Zayn.
"Loh, baby. Kok kamu malah deket ke wanita itu sih?! Kenapa enggak sama aku aja? Jahat kamu," ucap Eliza.
"Yang suruh lo masuk siapa? Punya sopan santun? Enggak kayaknya," ucap Jenna datar.
"Haha, buat apa gue sopan santun sama cewek yang udah jadi pelakor hubungan gue sama baby Zayn," ucap Eliza.
"Mas, emang bener aku pelakor? Katanya hubungan kamu sama dia udah selesai," tanya Jenna pada Zayn.
"Itu bener sayang, hubungan aku sama dia udah selesai dari beberapa tahun yang lalu. Lagian aku sukanya sama kamu bukan sama dia," ucap Zayn.
Eliza mengepalkan tangannya saat melihat kedekatan Zayn dengan wanita itu. Apalagi Zayn merangkul wanita itu. Eliza tidak suka miliknya direbut oleh wanita lain. Zayn hanya miliknya sampai tujuannya tercapai.
"Guna lo disini apa? Zayn udah gak mau sama lo mendingan lo sadar diri. Zayn yang ninggalin lo, harusnya lo sadar diri kenapa bisa dia ninggalin lo dan sekarang milih gue," ucap Jenna.
__ADS_1
"Halah, lo-nya aja cewek kegatelan. Udah tahu Zayn milik gue, masih lo rebut. Dasar pelakor," rutuk Eliza.
"Gini deh, lo sama Zayn masih ada hubungan apa enggak? Enggak kan? Bahkan itu udah bertahun tahun yang lalu. Lo pergi ninggalin Zayn dan sekarang balik lagi dengan klaim kalo Zayn milik lo? Waras?" Tanya Jenna menohok.
"Gak usah merasa paling bener kalo masih jadi pelakor. Masih kecil udah jadi pelakor. Orang tua lo gak ngajarin lo sopan santun ya?" Tanya Eliza.
"Jaga mulut lo!" Ucap Zayn.
"Waduh, iya nih tante, gue gak diajarin sopan santun buat orang gak tahu diri modelan elo. Orang tua gue ngajarinnya buat sopan ke sesama manusia aja, kalo sama mahluk halus modelan lount- kayak lo mereka gak ngajarin tuh," ucap Jenna.
Eliza naik pitam mendengar ucapan Jenna. Apa katanya, mahluk halus modelan lount-? Tante? Benar benar anak kecil pelakor ini. Eliza maju beberapa langkah untuk menampar wanita ini. Namun sayangnya Zayn lebih dulu maju dan menarik tangan wanita ini untuk diusir keluar.
"Baby, kamu kenapa sih belain dia? Yang calon tunangan kamu itu aku, bukan dia," ucap Eliza marah.
Bruk..
"Sayang," panggil Zayn. Pria itu menyentuh bahu kanan Jenna namun dengan cepat Jenna menepisnya.
"Jangan ganggu aku, mending kamu keluar dan selesaikan masalah masa lalu kamu itu dengan dia. Aku sudah cukup muak menghadapi Yura dan sekarang apakah harus bertambah dengan Eliza?" Ucap Jenna.
"Aku dan dia sudah selesai sayang," ucap Zayn.
"Berisik, pergi," ucap Jenna.
__ADS_1
"Aku akan tetap disini," ucap Zayn. Pria itu menggeser kursi yang berada di dekat brankar Jenna kemudian duduk. Sedangkan Jenna sudah tidak peduli dan bodo amat dengan keberadaan pria itu. Ia sudah tidak mau ambil pusing, yang ada nanti kepalanya malah semakin pusing.
***
Zayn tidak tahu lagi harus seperti apa membujuk Jenna. Wanita itu benar benar tidak mau bertemu dengannya. Bahkan ketika Zayn memaksanya, wanita itu akan mengamuk. Mau tak mau Zayn pun mengalah lebih dulu. Memang benar, penyesalan selalu datang terakhir. Dan kini Zayn menyesalinya. Menyesali karena tidak dari awal ia memberitahu Jenna tentang masa lalunya. Sekarang sudah seperti ini, ia jadi bingung harus apa.
Tadi Zayn terpaksa keluar ruangan Jenna karena wanita itu mengancam tidak akan meminum obat jika Zayn masih disana. Tidak ada pilihan lain selain menurutinya.
Saat ini Zayn berada di depan ruangan Jenna. Pria itu hanya diam saja. Ia sebenarnya ingin masuk tapi takutnya wanita itu kembali bertingkah dan mengancam. Zayn tidak mau seperti itu. Sementara di dalam ruangan, Jenna sedang asik memainkan ponselnya. Ia sedang menscroll sosial medianya. Tadi ia mendapatkan pesan dari nomor tidak dikenal. Isi pesan itu adalah foto. Foto tante Lita dan Eliza di sebuah restoran. Pertemuan itu sepertinya terjadi hari ini karena Eliza masih memakai baju yang sama. Jenna tidak membalas pesan itu, ia mengabaikannya. Karena tidak penting.
Jenna sangat asik dengan ponselnya sampai ia tidak menyadari jika Zayn sudah masuk lagi ke dalam ruangan wanita itu. Karena posisi Jenna yang membelakangi pintu dan ia tidak mendengar suara pintu dibuka, maka dari itu ia tidak sadar jika ada yang masuk.
Zayn tersenyum kecil saat melihat wanitanya yang tertawa. Sepertinya video itu mampu membuat mood wanitanya lebih baik. Zayn pun berjalan mendekat tanpa menimbulkan suara. Ia melirik sekilas apa yang sedang dilihat oleh Jenna, ternyata video lucu. Zayn pun naik ke atas brankar, membuat wanita itu menoleh. Aneh sekali, Zayn bahkan tidak bisa mencernanya..
Bukannya marah, Jenna malah memeluknya dengan erat. Tentu saja Zayn senang bukan kepalang. Ia membalas pelukan wanitanya tak kalah erat. Jujur saja ia senang sekali. Zayn mendaratkan beberapa kecupan di kepala Jenna. Namun tiba tiba ia meringis kesakitan.
"Sshh, s-say-yang," ucap Zayn terbata.
Ternyata Jenna menggigit leher pria itu. Sebenarnya ia memeluk Zayn bukan hanya karena merindukan pria ini melainkan karena masih kesal dan melimpahkan semua kekesalannya pada Zayn. Entah kenapa Jenna seperti ini, ia merindukan pria ini, namun bersamaan dengan itu ia juga kecewa dan kesal dengan pria ini karena tidak mau jujur mengenai masa lalunya.
"Mampus, rasain. Hati aku lebih sakit dari ini," ucap Jenna. Wanita itu pun kembali membalikan badannya ke arah kiri. Sedangkan Zayn meringis kesakitan memegangi lehernya yang perih akibat gigitan Jenna.
"Nakal banget sih, mau di unbox disini?" Tanya Zayn.
__ADS_1
"Gak mau, bahkan jika sampai om sudah menyelesaikan masalah om dengan wanita itu pun, Jenna gak mau. Cukup waktu itu aja kita ngelakuin hal kayak gitu. Sekarang udah cukup dan Jenna gak mau lagi" ucap Jenna.
Tbc.