
***
Eliza memberontak saat dia di tarik paksa oleh dua orang bodyguard yang diperintahkan oleh Ryan. Dia tidak mau pergi, rencananya untuk menjebak Zayn benar benar gagal total. Sialan!
"LEPASIN GUE ANJ-"
"GUE MAU SAMA BABY ZAYN. LEPASIN GUE."
"WOI, LO BERDUA BUDEG?! GUE BILANG LEPASIN GUE!!"
Eliza terus terusan berteriak minta dilepaskan namun kedua bodyguard itu tidak mendengarnya. Mereka dengan kasar menarik Eliza keluar dari dalam lift dan mendorongnya keluar ketika mereka sampai ke baseement parkiran.
"Sialan!! Rencana gue buat jebak Zayn gagal total. Semua ini gara gara si Jenna sialan. Kenapa harus dia nempel terus sama Zayn sih?!" Gerutunya.
Sementara itu di sebuah ruangan temaram, Jenna terus melingkarkan tangannya pada leher Zayn. Bibir mereka sejak tadi terus bertaut tanpa ada yang berniat ingin melepaskannya. Zayn tahu ini kamar untuknya karena kamar sebelah biasanya digunakan oleh Ryan. Yap, ini adalah hotel milik Ryan.
Ruangan ini kedap suara, jadi baik Ryan atau pun Ale dan juga bodyguard yang berjaga di pintu lift tidak akan mendengar apapun.
Zayn mendudukan dirinya di salah satu sofa yang ada disana. Jenna berada diatas pangkuannya, sejak tadi wanita itu tidak mau melepaskan ciumannya. Hingga sampai Zayn berinisiatif melepaskannya dulu karena dia ingin melepas jas miliknya lebih dulu.
"Kenapa dilepas? Gak mau kiss sama Jenna ya?" Tanya Jenna. Wanita itu melengkungkan bibirnya ke bawah. Sedangkan Zayn menahan senyumnya sembari melepaskan jas miliknya dan melemparnya asal.
"Apa gara gara wanita tadi? Dia mantan kamu kan? Kamu masih suka sama dia?!" Ucap Jenna galak.
Dalam keadaan setengah sadar pun wanitanya tetap galak padanya. Zayn benar benar merasa gemas sekali dengan wanitanya. Ryan benar benar gila karena mencekoki Ale juga Jenna. Namun ada untungnya juga untuk Zayn, dia bisa memanjakan Zayn's junior malam ini.
"Enggak sayang. Aku cuma mau sama kamu. Kalo aku emang masih suka sama Eliza, mungkin yang aku bawa ke kamar ini dia, bukan kamu sayang," ucap Zayn.
"Tetep aja. Aku gak suka lihat dia mas, gak suka pokoknya," ucap Jenna.
"Kenapa gak suka? Takut aku direbut lagi?" Tanya Zayn.
__ADS_1
Jenna menganggukan kepalanya, "Aku gak mau kamu sama dia. Kamu cuma boleh sama aku aja. Gak boleh sama yang lain apalagi dia."
"Memangnya kenapa?" Tanya Zayn, dia memang sudah sejak lama penasaran. Karena Jenna hanya akan jujur ketika dia sedang mabuk seperti ini.
"Kamu udah ambil virgin aku, aku gak bakalan lepasin kamu sampe kapan pun mas. Kamu yang pertama sekaligus yang terakhir. Jadi jangan coba coba buat tergoda sama wanita lain!" Ucap Jenna.
Zayn tersenyum lebar saat mendengar ucapan Jenna. Jadi itu alasannya? Alasan yang sama dengan Zayn. Sebelum wanita ini berpikiran seperti itu, Zayn sudah mengklaim Jenna miliknya.
"Lalu sekarang kamu masih mau nolak untuk melakukan hubungan intim?" Tanya Zayn.
Jenna menggelengkan kepalanya. Wanita itu kembali menyerang bibir Zayn. Semakin lama ciuman mereka semakin menuntut dan sangat panas. Bahkan tangan Jenna aktif membuka kancing kemeja milik Zayn. Zayn tersenyum dalam ciumannya, ia akhirnya kembali dimanjakan dengan sentuhan dari Jenna.
Tangan Jenna menarik kemeja Zayn hingga terlepas dari tubuh pria itu tanpa melepas ciumannya. Ciuman wanita itu turun ke leher sampai ke dada bidangnya. Zayn meremas pinggul Jenna untuk menyalurkan apa yang dia rasakan. Benar benar nikmat sekali. Sudah lama dia tidak merasakan hal seperti ini. Jenna bahkan meninggalkan jejak merah keunguan disana.
"Mmhh, s-say-ang," ucap Zayn tertahan. Tangan pria itu menarik tali dress yang ads di gaun Jenna. Ia sedikit menurunkannya setelah resleting di bagian belakangnya dibuka. Jenna menggunakan kemben, jadi Zayn harus membukanya lagi.
Matanya menggelap melihat pemandangan yang sangat indah. Tak menyia-nyiakan kesempatan, Zayn langsung melahapnya dengan rakus. Jenna menarik kepala Zayn dan memeluknya. Des*han tak dapat lagi ia tahan. Sedangkan Zayn seolah sengaja melakukan hal itu, menggoda Jenna agar wanita ini semakin mendes*h kencang. Zayn mengangkat tubuh Jenna, ia berjalan menuju ke atas kasur. Namun sebelum naik, Jenna melepaskan semua pakaiannya lebih dulu termasuk bagian under wearnya. Sama halnya dengan Zayn juga. Sepertinya kedua insan itu tidak mau berlama lama.
Zayn bergerak naik ke atas tempat tidur lebih tepatnya ke atas tubuh Jenna. Tanpa diminta, Jenna membuka kedua kakinya sehingga tubuh bagian bawah Zayn berada diantara kedua kakinya.
"Sudah tidak sabar hm?" Tanya Zayn.
"Lakukan sekarang atau aku akan berubah pikiran lagi," ucap Jenna.
"Baiklah sayang, milik mu juga sudah basah," ucap Zayn saat tangannya mengusap pelan milik Jenna. Miliknya juga sudah menegang sempurna. Namun sebelum memasukannya, Zayn lebih dulu mencium bibir Jenna untuk mengalihkan rasa sakit yang akan diterima oleh wanita ini.
"Mmmmhhppt," gumam Jenna tertahan saat milik Zayn menerobos masuk.
"Tahan sebentar sayang," ucap Zayn pelan.
"S-sak-it," ucap Jenna terbata.
__ADS_1
"I now dear, ini hanya sementara. Milik mu sudah lama tidak aku masuki jadi kembali rapat," ucap Zayn. Ia terus berusaha sampai tak lama dalam satu kali dorongan miliknya masuk semuanya.
Jenna memejamkan matanya, ia mencengkram kuat kedua bahu Zayn untuk menyalurkan rasa sakitnya.
"Boleh aku bergerak?" Tanya Zayn.
"Tunggu dulu mas," ucap Jenna.
"Baiklah sayang," ucap Zayn. Pria itu terus memperhatikan wajah cantik Jenna ketika berada di bawahnya. Benar benar memukau. Bahkan Zayn jatuh berkali kali pada pesona Jenna.
"Ale juga sama kayak aku?" Tanya Jenna. Dalam situasi seperti ini wanita ini masih saja memikirkan sahabatnya.
"Sepertinya iya. Aku juga tidak tahu jika minuman kamu dan Ale sudah dicampur obat oleh Ryan," ucap Zayn.
Jenna membuka matanya dan menatap Zayn, "Apa kamu bisa berhenti hanya dengan satu ronde saja?"
Zayn nampak berpikir, "Sepertinya tidak sayang. Kamu tahu aku seperti apa ketika berada diatas mu."
"Sakit," ucap Jenna, wanita melengkungkan bibirnya ke bawah.
Zayn terkekeh, "Pasti akan sakit sayang. Tapi aku berjanji setelah ini kamu akan merasakan nikmat yang tiada duanya. Percayalah."
"Musrik," ucap Jenna.
Zayn rasanya ingin tertawa kencang mendengar nada bicara wanitanya. Benar benar sangat lucu sekali. Tanpa menunggu lagi, Zayn mendorong miliknya maju mundur perlahan.
"M-m-mash," ucap Jenna tertahan.
"Terlalu lama sayang, semakin lama aku mendiamkannya maka kamu akan semakin kesakitan."
Tbc.
__ADS_1