
✊️✊️✊️🥹
***
"Bener bener ya, seorang Zayn sekarang sudah membuktikan jika dia bukan seorang g*y. Tapi Zayn, ngomong ngomong kok lo bisa deket sama anaknya tuan Adam. Gimana ceritanya?" Tanya Ryan.
"Panjang, tapi singkatnya gue suka sama dia dan gue cuma mau dia," ucap Zayn.
"Gue gak ada kesempatan buat deketin dong?" Tanya Ghani.
"Kehabisan stok cewek ya lo? Sampe sampe punya gue mau lo gaet juga?" Tanya Zayn.
"Ya kan penasaran Zayn," ucap Ghani.
Diantara ketiganya, hanya Ghani yang seorang player. Sering bermain wanita, keluar masuk club dengan membawa wanita berbeda, bahkan Ghani itu seorang playboy. Sedangkan Ryan, sama seperti Ghani. Bedanya Ryan masih bisa mengontrol dirinya. Dia memang sering bermain ranjang, namun tidak sesering Ghani.
Disini hanya Zayn yang baik. Dia menginjakan kakinya ke club malam hanya untuk sebatas menghilangkan suntuk dan dia juga bukan seorang pemabuk meskipun Zayn tahan dengan alkohol.
Zayn memang sudah tidak perjaka lagi karena insiden malam itu bersama dengan Jenna. Namun pria itu tidak pernah menyesali kejadian itu. Justru ia merasa senang karena wanita yang bermalam bersamanya adalah Jenna.
Cinta pada pandangan pertama.
Kira kira seperti itulah Zayn saat ini. Entah kapan dan dimana rasa cinta untuk Jenna tumbuh sehingga ia menginginkan wanita itu. Namun ternyata untuk mendapatkan seorang Jennaira Adam sangatlah sulit. Sialnya ia harus bertemu dengan Jenna versi trauma karena si bajing*n Mario.
Sementara itu diluar ruangan yang ditempati Zayn dan teman temannya, Jenna duduk bersama dengan Ale. Setelah bekerja mereka jadi jarang bertemu dan berbincang. Baik Jenna atau pun Ale keduanya sama sama sibuk pada pekerjaan mereka masing masing. Jika pun weekend libur, mereka akan menghabiskan waktunya untuk tidur. Berulang setiap minggunya seperti itu.
"Makan Jenn, lo lihatin doang kagak bakalan kenyang kenyang," ucap Ale. Wanita itu sejak tadi memperhatikan wajah sahabatnya yang terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Iya Le. Sebenarnya ada yang mau gue tanyain sama lo," ucap Jenna.
__ADS_1
"Tanya aja, mumpung kita ketemu juga. Setelah kerja kan gue jadi super sibuk ngalahin pejabat pejabat tinggi," ucap Ale.
"Beberapa hari yang lalu gue ketemu Mario lagi, dia bareng sama Yura. Mereka kelihatan bahagia banget. Gue udah putus sama dia tapi kenapa hati gue sakit ya ngeliat dia sama Yura," ucap Jenna.
Ale mengangguk dan menepuk nepuk bahu Jenna.
"Move on itu gak mudah Jenn. Meskipun lo mau lupain dia secepat yang lo mau juga gak bakalan bisa. Saran gue, mending lo biarin aja semuanya mengalir. Nikmatin semua rasa sakit yang lo rasain saat ini. Perihal lo sakit hati ngeliat Mario bahagia sama Yura, itu wajar. Lo punya hati dan lo suka sama Mario dari hati lo. Jangan dipaksa buat lupa kalo lo emang belum bisa. Yang ada nantinya lo malah susah lupain dia," ucap Ale.
Dia memang tahu seperti apa Jenna mencintai Mario. Bahkan Ale tidak habis pikir dengan pria itu karena bisa berselingkuh dengan wanita lain. Jenna kurangnya apa coba, dia pintar, cantik juga. Tapi Mario tetap saja selingkuh.
Sebenarnya Ale sudah mengetahui ini lebih dulu dari pada Jenna. Ia berusaha menjelaskan pada Jenna namun wanita ini tidak mau mendengarnya. Ale pun membiarkannya. Toh nanti Jenna akan tahu sendiri. Dan benar saja, pada akhirnya kebusukan Mario terlihat oleh Jenna.
Ada perasaan senang sekaligus iba pada sahabatnya ini. Karena bagaimana pun Ale sudah lama berteman dengan Jenna. Ia sudah menganggap Jenna seperti keluarganya sendiri.
"Gue coba saran lo. Makasih ya Le, lo selalu dengerin semua curhatan gue," ucap Jenna.
"Gunanya sahabat kan itu. Lo galau karena Mario, sedangkan gue galau karena gak laku laku. Pengen banget pacaran gue," ucap Ale.
"Ngomong ngomong, lo sendirian kesini?" Tanya Ale.
"Kagak, bareng rekan kerja juga. Zayn namanya," ucap Jenna.
"Cakep gak? Sabi dong kenalin buat gue, siapa tahu nemplok," ucap Ale membuat Jenna terdiam.
Jenna bisa saja mengenalkan Ale pada Zayn, hanya saja takutnya Ale benar benar menyukai Zayn. Dan tahu sendiri apa yang sudah terjadi diantara Zayn dan Jenna.
"Gue kenalin nanti, tapi saran aja jangan suka sama dia. Dia om om pedo yang mesum banget," bisik Jenna diakhir kalimat.
"Serius lo? Najis dong kalo gitu," ucap Ale.
__ADS_1
Tiba tiba Zayn berdehem. Ternyata pria itu sudah berada di dekatnya.
"Eh, om. Udah?" Tanya Jenna. Zayn menganggukan kepalanya. Sementara Ale terdiam melihat ketampanan Zayn. Ini dibilang om om pedo oleh Jenna? Ini bukan om om pedo melainkan sugar daddy.
Auranya saja sudah mahal, apalagi barangnya. Eh..
"Le, kenalin ini Zayn dan om Zayn dia Ale, sahabat aku sekaligus anak pemilik restoran ini," ucap Jenna.
Ale dengan semangat empat lima mengulurkan tangannya agar berjabatan dengan tangan lebar dan kekar itu. Namun diluar dugaan, Zayn justru menarik tangan Jenna agar bersalaman dengan Ale.
"Senang berkenalan dengan anda. Tapi maaf, saya tidak mau Jennai cemburu," ucapnya membuat Ale terkejut.
Cemburu? Jennai? Maksudnya?
"Jen?" Tanya Ale.
"Nanti gue ceritain sama lo, sekarang gue harus balik ke kantor lagi. Bye Le," ucap Jenna. Ia mendorong tubuh Zayn agar pergi dari sana sementara Ale hanya menggelengkan kepalanya.
"Untung lo sahabat gue Jenn, kalo enggak udah gue gibeng lo. Mana makan gak bayar, segala bilang dia om om pedo. Tapi ganteng juga sih, cocok sama si Jenna," ucap Ale. Gadis itu pun kembali ke ruangan kerjanya.
Sementara Jenna dan Zayn sudah sampai di parkiran. Jenna mencak mencak sejak tadi. Ia bergerutu pada Zayn karena pria itu berkata seperti itu di depan sahabatnya.
"Itu bagus Jennai, jadi mereka tahu kalo kamu sudah punya saya," ucap Zayn.
"Tapi gak gitu caranya om. Bikin kesel mulu perasaan," ucap Jenna. Wanita itu pun masuk ke dalam mobil meninggalkan Zayn. Jenna benar benar kesal sekali dengan pria ini. Bisa bisanya dia kembali mengklaim jika mereka pacaran. Padahal kan tidak.
Bahkan mungkin tidak akan pernah.
Zayn masuk ke dalam mobil. Ia melirik ke arah Jenna yang sedang melihat ke arah kiri mobil.
__ADS_1
"Ya sudah, maafkan saya. Janji nanti kita beneran pacaran aja," ucapnya semakin membuat Jenna kesal.
Tbc.