
Bisa kali popnya ngejar novel sebelah🥹✊️
***
Jenna dan Zayn sudah berada di dalam mobil dan mereka sedang dalam perjalanan menuju ke tempat yang tidak diketahui Jenna. Tadi Zayn hanya berkata jika dia akan mengajak Jenna ke hotel.
Jenna tidak percaya. Mana mungkin orang ini mau mengajaknya ke hotel. Jenna menganggap jika Zayn hanya bercanda jadi Jenna tetap tenang sejak tadi.
Sedangkan Zayn, pria itu sejak tadi salah fokus dengan baju yang digunakan oleh Jenna. Setiap wanita itu bergerak ke samping untuk menikmati angin karena kebetulan kaca mobil dibuka olehnya. Baju Jenna ikut bergerak dan akhirnya menampilkan perut putih mulusnya.
Bagaimana pun Zayn harus fokus menyetir. Pikirannya tidak boleh terdistrack oleh pemandangan indah itu. Ia harus sabar dan menahan dirinya. Ia tidak boleh terlalu vulgar pada Jenna. Namun anehnya ia tidak bisa menahan dirinya.
Sedangkan Jenna, wanita itu sepertinya sangat menikmati udara yang menerpa wajahnya. Zayn hanya tersenyum kecil melihat tingkah lucu Jenna. Pria itu pun menekan tombol yang ada di dekat stir mobil. Secara otomatis kap mobil pun terbuka. Jenna terkejut saat cahaya matahari menyorot dirinya. Namun tak berselang lama, senyumnya terbit.
Jenna menolehkan wajahnya ke arah Zayn dan tersenyum, "Makasih om, kayak gini aja Jenna udah bahagia. Nyaman banget rasanya."
"Nikmatin aja. Perjalanannya masih jauh," ucap Zayn. Jenna hanya mengangguk sekilas. Ia pun memakai kaca mata hitam begitu juga dengan Zayn.
Zayn fokus menyetir sedangkan Jenna sibuk menikmati udara alami ini. Meskipun Jakarta selalu macet dan panas, namun ini masih pagi jadi cuacanya belum seterik biasanya. Jenna tidak perlu takut kulitnga gosong karena sinar UV, justru sinar UV du pagi hari sangat baik untuk kulitnya.
Jenna melipat tangannya di dada. Ia memejamkan matanya. Menikmati suara musik yang ia putar melalui earphone. Lagunya cukup menenangkan. Zayn sesekali melirik ke arah sampingnya. Jenna memang benar benar cantik. Warna kulitnya yang putih terlihat sangat kontras sekali ketika tersorot matahari. Rambut wanita itu juga sedikit berterbangan akibat angin yang menerpanya. Namun sepertinya wanita itu membiarkannya. Zayn menekan tombol di samping kursi Jenna sehingga kursi kemudi itu sedikit ke belakang. Ia sengaja melakukannya supaya Jenna nyaman.
Sekitar dua jam lebih dua puluh enam menit mereka menempuh perjalanan, akhirnya mereka pun sampai di suatu tempat yang sangat indah. Di perjalanan tadi, Zayn menutup kembali kap mobilnya karena takut Jenna kepanasan. Jenna juga tertidur pulas di mobil tadi. Sepertinya dugaannya benar, Jenna stress akhir akhir ini dan kurang tidur.
Zayn melepas seat beltnya dan mendekatkan wajahnya untuk melihat Jenna lebih dekat lagi. Ia menatap wajah cantik Jenna yang kaca matanya sudah terlepas. Tidur wanita ini sangat lelap sekali, Zayn tidak tega membangunkannya. Tangannya terangkat untuk mengelus lembut pipi Jenna. Sangat mulus sekali.
Karena usapan itu, Jenna terbangun dari tidurnya. Saat pertama kali membuka mata, hanya wajah tampan Zayn yang ia lihat.
"Maaf, kamu kebangun gara gara saya," ucap Zayn.
"Gak papa. Maaf Jenna ketiduran," ucap Jenna.
"Its okay Jennai. Aku tahu kamu banyak pikiran akhir akhir ini, tidur kamu juga tidak nyenyak kan? Makanya kamu sering cepat kelelahan," ucap Zayn. Jenna hanya menghela nafasnya. Bagaimana pun apa yang diucapkan oleh Zayn memang benar.
__ADS_1
"Jenna cuma bingung aja om, Jenna terlalu percaya sama sama cowok itu sampai sampai Jenna sakit hatinya kayak gini," ucap Jenna.
Zayn tersenyum, ia mengangkat tangannya untuk mengelus kepala Jenna.
"Jangan trauma sama pria ya? Tolong kasihan sama saya, saya benar benar menyukai kamu. Tapi jangan buru buru juga, saya tidak mau kamu tertekan karena saya," ucap Zayn. Jenna hanya mengangguk sekilas.
Mereka pun keluar dari dalam mobil dan berjalan bersama masuk ke dalam, pantai?
"Om?"
"Iya, saya mau ajak kamu ke pantai. Kata mami kamu, kamu suka banget sama pantai. Jadi saya ajak kamu kesini aja," ucap Zayn.
"Ini dimana?" Tanya Jenna.
"Di depan kita, itu pantai Florida. Tapi bukan Amerika, melainkan masih Indonesia. Ini di Anyer," ucap Zayn.
"Wah, cantik banget pantainya," ucap Jenna. Ia pun masuk lebih dalam. Deburan ombak sejak tadi menjadi pemadangan indah untuk Jenna, cuacanya cukup terik hari ini. Sangat pas sekali.
"Nikmatin kebahagiaan kamu hari ini. Buang semua pikiran yang buat beban ke kehidupan kamu. Kamu berhak bahagia," ucap Zayn.
Jenna hanya mengangguk sekilas. Ia memesan dua kelapa muda. Untuknya dan untuk Zayn. Jenna juga memesan mie instan dalam cup.
"Jennai, jangan pesan makanan instan. Kalo kamu mau, kita cari restoran dekat sini," ucap Zayn.
"Baru aja tadi bilang 'nikmatin kebahagiaan kamu hari ini' sekarang udah di larang laranf aja," gerutu Jenna.
"Iya iya, terserah kamu," ucap Zayn. Ia mengacak acak rambut Jenna.
"Ih lepas, nanti rambut badai aku rusak," ucap Jenna.
"Gak papa, nanti saya ajak kamu ke salon buat perawatan," ucap Zayn.
__ADS_1
Jenna mendengus kesal. Ia pun menyeruput air kelapa dari tempatnya langsung. Rasanya sungguh enak dan sangat segar sekali.
"Ini, silahkan mie-nya," ucap penjual.
"Terimakasih bu," ucap Jenna. Ia pun mengaduk aduk mie instannya. Aroma mie ini sangat nikmat sekali rasanya. Sayangnya Jenna tidak bisa memakannya setiap hari.
Jenna menggulung mie itu dan meniupinya. Kemudian ia mengarahkannya pada Zayn.
"Saya gak makan mie instan Jenn," ucap Zayn.
"Makan segini doang gak bakalan bikin ilang perut kotak kotak kamu. Makan sini om," ucap Jenna.
Zayn tersenyum dan membuka mulutnya. Ia memakan mie itu.
"Enak kan?" Tanya Jenna.
"Makanan instan kayak gini emang enak. Tapi gak baik kalo dikonsumsi dalam jumlah yang banyak," ucap Zayn.
"Kultumnya nanti aja. Jenna lagi seneng ini, jangan rusak suasana," ucap Jenna.
"Iya sayang," ucap Zayn.
Blushh..
Pipi Jenna tiba tiba terasa panas. Jantungnya juga berdetak lebih cepat. Tolonglah jantung! Ini bukan pertama kalinya om om ini bicara seperti itu kan? Tolong jangan mleyot apalagi baper. Inget, kita masih belum selesai dengan masa lalu.
"Kenapa pipi kamu merah? Mie-nya pedes ya?" Tanya Zayn. Tentu saja pria itu tidak bodoh, ia tahu jika Jen a blushing. Ini sudah terjadi beberapa kali setiap Zayn berbicara lembut pada Jenna.
"Mayan," ucap Jenna. Singkat.
Zayn mendekatkan duduknya ke samping Jenna, "Makanya cepet berdamai sama masa lalu kamu, biar saya bisa cepet nikahin kamu."
Tbc.
__ADS_1