
***
Sepertinya dalam penerbangan dari Amerika ke Indonesia Zayn dirasuki jin, setan, dan sebangsanya. Jenna benar benar dibuat begadang semalaman karena ulah pria itu. Untungnya kedua orang tuanya tidak ada di rumah jadi Jenna bisa beralasan pulang ke apartement.
Zayn dengan nafsu gilanya kembali menggempur dirinya. Bahkan Zayn tidak membiarkan Jenna untuk istirahat sejenak saja. Pria gila itu untungnya masih waras, ia tidak mengeluarkan cairannya di dalam rahim Jenna. Sebenarnya ini karena kemauan Jenna. Ia bahkan harus mengeluarkan ancamannya lebih dulu baru Zayn menuruti ucapannya.
Sekarang, apa bedanya dia dengan Yura? Jenna juga sudah beberapa kali tidur dengan Zayn. Tapi tunggu, Jenna kan hanya tidur dengan Zayn dan tidak dengan pria lain. Dan lagi disini Jenna yamg dipuaskan bukan yang memuaskan. Jadi Jenna tentu saja berbeda dengam Yura.
Saat ini mereka masih berada di dalam hotel. Mereka baru tertidur beberapa jam saja. Untuk sudah weekend lagi jadi hari ini Jemnna tidak perlu siap siap untuk ke kantor. Keadaan mereka masih sama sama naked. Hanya balutan selimut yang menutupi tubuh mereka.
Jenna sudah bangun lebih dulu daripada Zayn. Wanita itu terbangun karena ingin buang air kecil. Sekalian saja dia mandi pagi ini. Waktu sudah menunjukan pukul tujuh pagi.
Jenna cukup lama berada di kamar mandi karena ia berendam dulu untuk meredakan rasa nyeri dan pegal di tubuhnya. Setelah selesai, Jenna memungut semua pakaiannya. Pakaiannya robek. Bahkan tidak bisa digunakan lagi. Tiba tiba bel hotel mereka berbunyi. Jenna pun hendak kesana untuk melihatnya namun Zayn melarangnya.
"Biar aku saja. Itu Math, aku tidak mau dia melihat mu dengan keadaan se-seksi ini," ucap Zayn.
"Sejak kapan kamu bangun?" Tanya Jenna.
"Sejak kamu ke kamar mandi," ucap Zayn. Ia mengenakan bathrobe yang diambilkan Jenna dan pergi menemui Math. Sedangkan Jenna kembali memunguti pakaiannya dan pakaian Zayn. Jenna selalu membawa pakaian robeknya pulang untuk ia bakar di rumah.
Jenna memang hanya menggunakan bathrobe saja. Terpaksa karena tidak baju apapun disini selain itu.
"Pakai ini sayang. Aku mau mandi dulu," ucap Zayn.
"Makasih," ucap Jenna.
__ADS_1
"Maafin aku karena gak sabaran semalam jadi ya pakaian kamu aku robek," ucap Zayn.
"Ssttt, gak usah di bahas. Udah sana pergi," ucap Jenna.
"Gak mau nemenin mandi? Atau mau mandiin?" Tanya Zayn.
"IH ENGGAK! UDAH SANA," ucap Jenna. Zayn terkekeh dan berjalan ke kamar mandi meninggalkan Jenna. Sedangkan Jenna memakai pakaiannya disana. Under wear berwarna hitam sesuai dengan ukuran yang sering ia pakai dan sebuah dress coktail cantik berwarna hitam. Jenna pun mengenakan dress itu. Selesai berpakaian, wanita itu membereskan kasur dan mencari sesuatu takutnya ada yang mencurigakan namun tidak ada. Syukurlah. Ia pun mulai make up sembari mengeringkan rambutnya.
Sekitar jam delapan mereka baru keluar dari dalam hotel. Mereka berjalan bergandengan tangan. Rencananya mereka akan makan ke restoran milik Zayn yang tempatnya tidak jauh dari sana. Karena dalam waktu tiga puluh menit, mereka sampai disana. Zayn dan Jenna disambut oleh manager hotel. Zayn meminta diatarkan makanan ke ruangan pribadinya yang ada disana. Ruangan pribadi Zayn ada di lantai tiga.
"Ruangan kamu luas juga," ucap Jenna.
"Karena aku tidak suka ruangan sempit sayang. Tapi kalo milik kamu yang sempit aku suka. Enak banget di jepit," bisim Zayn pelan diakhir ucapannya.
"Mesum terus ih. Semalam aku cape ngelawan kamu dan akhirnya pasrah. Tenaga kamu gila banget semalam," ucap Jenna. Mereka duduk di sofa panjang yang ada di ruangan pribadi Zayn.
Jenna langsung menyerobot nasi ayam goreng dan mulai memakannya. Ia benar benar lapar sekali saat ini. Zayn juga makan yang sama karena ia meminta menu yang sama dengan Jenna. Mereka makan dengan tenang sampai makanan mereka habis. Zayn sudah berhenti makan sedangkan Jenna masih nyemil chicken meat ball-nya.
"Soal pernikahan, aku serius sayang. Aku ingin segera menikahi kamu," ucap Zayn tiba tiba.
Uhukk.. uhuk...
"Pelan pelan," ucap Zayn. Ia memberikan minum pada Jenna dan menepuk nepuk pelan punggung wanita itu.
"Tapi Jenna belum siap om. Jenna aja baru baru ini punya rasa suka sama om. Please, jangan cepet cepet kayak gini," ucap Jenna.
__ADS_1
Zayn menghela nafasnya. Ia menyelipkan rambut Jenna ke belakang telinganya.
"Bagus lah kalau begitu. Aku sangat senang mendengarnya. Baiklah, aku akan menunggu sampai kamu siap menikah dengan ku. Tapi tolong dipercepat, aku tidak mau kamu kepincut pria lain," ucap Jenna.
"Enggak akan. Jenna kalo udah niat sama satu orang, ya stuck di orang itu," ucap Jenna.
"Good girl. Habiskan meat ball-nya," ucap Zayn. Jenna mengangguk dan kembali memakan meat ball yang masih tersisa.
"Ah iya, terkait donasi gimana? Kok semalam cuma kamu yang datang. Mana tiba tiba lagi," ucap Jenna.
"Sebenarnya saat kamu menelepon ku malam itu, aku tidak bisa tidur. Aku benar benar merindukan kamu. Makanya malam itu aku menyelesaikan sisa pekerjaan ku dan pagi harinya aku bisa pulang cepat karena perusahaan kembali stabil," ucap Zayn.
"Pantesan gak ngasih kabar dari semalam," ucap Jenna.
"Iya. Karena aku harus fokus bekerja supaya bisa cepat selesai dan aku bisa kembali kepada mu. Dan akhirnya bisa," ucap Zayn.
"Terkait donasi, aku sudah mengatur semuanya. Anak anak panti rencananya hari ini akan kembali ke tempat biasa mereka disana. Untuk kepala panti yang mengkorupsi uang donasi, masih dalam tahal pencarian. Dan aku juga sudah menunjuk bawahan ku untuk menjadi kepala panti sementara disana. Semuanya sudah aku atur sesuai dengan permintaan om Adam," sambungnya.
"Lalu bagaimana kamu mendapatkan kembali rumah panti lama? Dan bagaimana om Hendri tidak tahu saat anak anak panti pindah?" Tanya Jenna.
"Tentu saja Hendri tidak tahu sayang. Sudah ku bilang aku sudah mengatur semuanya. Kepala panti memang kabur tapi tidak dengan wakil kepala panti. Dia menceritakan semua kronologi yang ia tahu," ucap Zayn.
Jenna menghela nafas panjang, "Hahhh, akhirnya urusan panti selesai. Hari senin jadwal meeting kedua untuk pembahasan final. Kamu tahu kan?"
"Tahu, tapi aku tidak meminta para donatur untuk meeting. Aku hanya bilang jika bantuan akan diberikan pada orang yang tepat."
__ADS_1
Tbc