One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
212. Pantai dan Mimpi


__ADS_3

Baca elit, komen sulit🤳


***


Jenna berjalan pelan menyusuri bibir pantai. Sejak tadi kakinya sudah basah sebab air laut yang berhembus ke bibir pantai. Wanita itu memakai sebuah bikini berwaena hitam yang dibalut dengan cardigan tipis berwarna putih. Tentu saja bikininya terlihat, namun Jenna tidak peduli. Toh disini tidak ada siapa siapa. Bodyguard bodyguard Zayn berada di area luar. Dan Zayn, entah kemana pria itu pergi. Jenna benar benar senang karena waktunya tidak terganggu oleh Zayn. Dia benar benar menikmati indahnya pantai ini.


Jenna tidak pernah tahu jika calon suaminya itu memiliki pulau pribadi. Tidak salah ternyata dia mencintai Zayn. Dia mencintai pria yang mampu menjamin masa depan dan kebutuhannya. Selain itu Zayn sangat bucin sekali padanya.


Jenna masih tidak menyangka dengan semua ini. Dia masih tidak bisa percaya jika Zayn melakukan semua ini hanya demi bersama dengannya. Dan parahnya lagi, kenapa kedua orang tuanya tidak memberitahunya jika Zayn selalu menemani maminya ketika Jenna berada di dalam kandungannya? Parah sekali. Tahu seperti itu mungkin Jenna tidak akan segalau itu terhadap mantannya yang sudah mencoblos Yura. Sialnya lagi Yura adalah adik sepupunya.


Jenna benar benar terpukul dengan hal itu. Namun sudahlah, semuanya sudah terjadi dan juga sudah berjalan seperti biasanya. Dia tidak lagi di ganggu Mario, namun hubungannya dengan Zayn masih terancam diganggu oleh Eliza.


Masalah semakin hari semakin datang. Jenna hanya perlu bersabar sampai masalah itu selesai, tentunya dengan dia menyelesaikannya sendiri. Jenna duduk di sebuah karpet yang sengaja di gelar disana. Diatas karpet itu juga ada beberapa bantal, minuman, dan cemilan serta buah buahan. Sepertinya ini memang disiapkan oleh Zayn. Baguslah, Jenna jadi bisa bersantai disini.


Jenna membuka kaleng minuman soda lalu meminumnya. Segar sekali, apalagi dengan pemandangan seindah ini. Kesegarannya terus bertambah rasanya. Jenna menyimpan kaleng soda miliknya dan merebahkan tubuhnya. Sore hari yang sangat indah sekali. Apalagi sebentar lagi sunset akan muncul. Senyum di wajahnya terus tercetak sejak tadi. Semoga saja Zayn datang nanti, tidak sekarang. Sebab jika ada Zayn, sudah pasti pria itu akan gelap mata saat melihat Jenna yang memakai bikini. Apalagi bikini ini sangatlah mencetak tubuhnya, kedua squishynya menyembul di bagian atasnya. Sebab bagian dadanya sangat minim dan sangat ketat.


Saking nyamannya dengan suasana saat ini, lambat laun Jenna terbuai dan memejamkan matanya. Dia benar benar kebo sekali. Jenna tidak akan tahan untuk tidak terlelap saat suasananya mendukung seperti ini.


***


Beberapa jam berlalu, tidur Jenna di ganggu karena kedatangan Zayn. Pria itu tidak mengatakan apa apa. Pria itu sangat tampan dengan tubuh bagian atas shirtless dan bawahan masih memakai celana bahan yang sering dipakai olehnya ke kantor.


Jenna tersenyum sekilas saat pria itu merebahkan tubuhnya diatas perutnya. Kedua kaki Jenna dibuka dan pria itu berada diantaranya. Keduanya tidak saling bicara, namun dari tatapan mereka, mereka berbicara. Tiba tiba Zayn menyingkap kardigan yang dipakai oleh Jenna sampai memperlihatkan perut rata berwarna putih mulus. Pria itu mengecup pelan perut itu.

__ADS_1


Jenna memejamkan matanya menikmati sapuan lembur bibir dan lidah pria itu di atas perutnya. Dia mendesis pelan saat satu squishynya ditangkup dan di rem*s pelan. Jenna memegang tangan besar itu dan hendak menyingkirkannya, namun Zayn tidak mau dan tetap mendiamkan tangannya disana. Jenna hanya diam menikmati permainan Zayn. Makin lama, ciuman pria itu semakin turun, bahkan Jenna tidak sadar saat Zayn menarik pelan penutup miliknya. Wanita itu terlalu terbuai dengan permainan tangan Zayn diatas dadanya.


Jenna tersentak saat Zayn mengecup miliknya dengan bibir basahnya. Entah kenapa sensasinya sangat nikmat sekali. Sebelumnya memang Jenna selalu diperlakukan seperti ini saat Zayn akan memulai permainan panas mereka. Anehnya Jenna tidak menolaknya. Biasanya dia akan langsung menolaknya meskipun berakhir dengan Zayn yang menang.


Wajah Zayn semakin berada dibawah. Bahkan Jenna belingsetan saat lidah itu menyapu miliknya. Kedua kaki Jenna di tekuk oleh Zayn. Sehingga Zayn semakin leluasa dalam permainannya. Jenna menatap ke arah bawah, disana dia melihat kepala Zayn. Pria itu dengan rakusnya melahap miliknya. Apa pria itu tidak bisa sabar? Kenapa dia selalu bernafsu?


Jenna tidak mau hari indahnya berakhir dengan bercinta di area bebas dan terbuka. Dia tidak mau, lebih baik melakukannya di ruangan tertutup seperti kamar. Jenna hanya takut tiba tiba ada orang yang memergokinya dan Zayn sedang seperti ini.


"Sangat basah sayang," ucap Zayn berbisik. Jenna mengernyit mendengarnya. Wanita itu pun tersadar dan membuka matanya.


What the f*ck!!!


Jadi dia mimpi?!!! Sialan!!


"Disini sangat basah, apa kamu bermimpi indah? Biar ku tebak, kamu memimpikan bercinta disini?" Tanya Zayn.


"E-eng-gak," ucap Jenna gelagapan. Wanita itu bangun dan menarik tangan Zayn agar tidak berdiam disana. Namun Zayn dengan cepat mendorong tubuh Jenna.


"Jangan berbohong. Kamu bermimpi apa? Lihat, milik mu sampai basah," ucap Zayn. Pria itu menatap Jenna, wajah wanita ini memerah, sepertinya dugannya benar.


"Sejak kapan kamu kesini?" Tanya Jenna.


"Sejak ekspresi wajah mu ketika tidur berbeda. Seolah sedang menikmati sesuatu. Ketika aku meraba milik mu, disana basah. Katakan, kamu bermimpi melakukan itu dengan siapa?" Tanya Zayn. Dia tentu saja harus tahu dengan siapa Jenna bermimpi melakukan hal itu. Jika dengan dirinya Jenna aman, tapi jika tidak ya sebaliknya. Zayn bersumpah akan membuat Jenna tidak bisa berjalan besok.

__ADS_1


"Kamu," cicit Jenna.


Bibir Zayn berkedut saat ucapan Jenna. Pelan namun masih terdengar jelas di telinganya.


"Bermimpi seperti apa?" Tanya Zayn.


"Jangan mau tahu, aku malu mas," ucap Jenna.


"Why? Itu wajar, padahal tadi aku sudah overthinking jika kamu bermimpi pria lain. Namun beruntunglah, karena aku yang ada di mimpi itu," ucap Zayn.


"Lepasin tangan kamu," ucap Jenna.


"Enggak, aku ingin lebih," ucap Zayn.


"Mas, jangan disini deh. Kamu ngadi ngadi aja, kamar masih ada," ucap Jenna.


"Tentu sayang, nanti kita akan bermain di kamar juga. Kamu tenang saja, masih ada waktu satu hari dan setelah pesta. Kita akan pulang ke Indonesia satu hari sebelum menikah," ucap Zayn. Jenna melotot mendengarnya.


"Jangan gila!" Ucap Jenna galak. Zayn hanya terkekeh pelan mendengarnya lalu mengecup bibir Jenna. Sedangkan Jenna hanya terdiam. Dia masih syok dengan mimpi tadi.


"Mimpinya kayak nyata," gumam Jenna.


"Dan aku akan mewujudkan mimpi itu jadi nyata sayang," ucap Zayn tersenyun miring.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2