
***
Tubuh Jenna menegang mendengar ucapan pria di depannya ini. Pantas saja paginya milik Jenna terasa bas*h. Sialan, pria ini benar benar brengs*k.
"Gak mungkin om. Jenna gak mungkin hamil anak om. Lagian Jenna gak mau hamil apalagi diluar nikah," ucap Jenna.
"Kalau begitu ayo kita menikah. Jika kamu tidak mau saya bisa memaksa kamu atau mungkin saya akan memberitahu semuanya pada papi kamu," ancam Zayn.
"JANGAN GILA YA OM," teriak Jenna.
"Saya gila setelah bertemu dan mengenal kamu. Apalagi setelah malam itu. Saya benar benar dibuat gila setiap harinya akibat kamu," ucap Zayn.
Memang benar, Zayn hampir setiap malam memimpikan adegan itu secara berulang bersama Jenna. Bahkan setiap pagi dia harus melakukannya sendirian. Ini sungguh sangat menyiksa dirinya. Bahkan Zayn sebelumnya tidak pernah sesering itu bermain solo.
"Gak mau om. Saya gak mau nikah muda!" Ucap Jenna.
"Terserah kamu saja Jennaira, saya pastikan jika kita akan segera menikah. Cepat atau lambat," ucap Zayn. Pria itu pun pergi dari ruangan kerja milik Adam. Meninggalkan Jenna.
Jenna terdiam. Pria itu pergi begitu saja, namun sedetik kemudian matanya membulat. Jangan jangan pria itu akan cepu pada papinya sehingga mereka akan menikah dalam waktu dekat.
Tidak. Itu tidak akan pernah terjadi.
Jenna pun ikut keluar mengejar pria itu. Ia celingukan mencari keberadaan pria itu. Bahkan Jenna tidak memperdulikan karyawan disini. Kenapa pria itu sangat cepat sekali menghilang? Bahkan belum ada lima menit pria itu keluar namun kini batang hidungnya tidak kelihatan sama sekali.
"Kamu mencari saya?" Tanya Zayn. Pria itu memang sengaja keluar dari ruangan Adam namun ia tidak pergi dari sana. Ia hanya keluar saja tanpa sebab. Tak disangka jika Jenna mencarinya.
Jenna membalikan tubuhnya saat mendengar suara pria ini. Benar, pria ini masih disini. Jenna bisa bernafas lega sebentar. Ia pun melirik arlogi yang melingkar di tangannya. Papinya sudah satu jam lamanya meninggalkan ruangannya. Kemungkinan dia akan kembali dalam waktu sebentar lagi. Sedangkan Jenna masih harus memperingati pria ini agar tidak macam macam.
__ADS_1
Jenna pun menarik pria ini ke ruangan kosong yang adaa di dekat ruann papinya. Ini mungkin ruangan meeting yang kecil. Karena hanya ada enam kursi saja disini. Mejanya pun berbentuk lingkaran.
Zayn sendiri hanya diam saja saat tangannya ditarik. Justru ia merasa senang karena bisa berdekatan cukup lama dengan wanita ini.
Anggaplah Zayn menyukai wanita ini pada pandangan pertamanya. Karena sebelumnya Zayn belum pernah dekat dengan wanita lain selain wanita ini. Pria itu terlalu sibuk mencari uang dan memperbesar perusahannya sehingga di usia ke dua puluh delapan tahun ini, dia sudah menjabat sebagai CEO.
Jenna melepaskan pegangan tangannya saat ia sudah sampai di ruangan ini. Jenna bahkan menutup ruangan ini.
"Om, saya mohon dengan sangat. Tolong rahasiakan kejadian beberapa hari yang lalu. Anggaplah semua itu tidak terjadi," ucap Jenna. Seumur hidupnya, baru kali ini ia memohon pada seorang pria.
"Memangnya kenapa? Papi kamu gak mungkin bunuh kamu, saya tahu dia sangat menyayangi kamu," ucap Zayn.
Mengenal Adam selama kurang lebih sejak ia kecil sampai sekarang. Ia jadi tahu betul seperti apa sifat Adam. Setiap kali Adam bertemu dengan papanya, pembahasan Adam tidam jauh jauh tentang putrinya. Jennaira.
"Memang papi gak mungkin bunuh saya. Yakali dia bunuh saya, palingan dia kejar kejar om dan paksa om buat nikahin saya detik itu juga," ucap Jenna.
"Ih, jangan ngadi ngadi deh om. Dibilang aku gak mau nikah muda. Ngerti gak sih?!" Ucap Jenna.
"Enggak. Yang saya ngerti cuma satu, saya mau nikahin kamu," ucap Zayn.
Ya tuhan. Tolong berikan kesabaran yang unlimited untuk Jenna. Kenapa harus ia bertemu dengan pria seperti ini. Kenapa ucapannya ini tidak diterima baik oleh telinga pria ini. Jenna ingin menangis saja rasanya.
"Om, nikah itu perkara gampang. Yang susah itu perkara setelah menikah. Jenna sama sekali belum siap jadi seorang istri apalagi seorang ibu. Mimpi Jenna masih banyak. Apalagi Jenna baru lulus kuliah," jelas Jenna.
"Saya tahu. Memangnya setelah kita menikah saya akan memaksa kamu untuk segera memiliki anak? Iyu tidak mungkin karena saya menginginkan waktu kita berdua," ucap Zayn.
"Omongan om bener bener bikin Jenna gak paham sama sekali. Kenapa sih om ngebet banget pengen nikahin Jenna?!" Tanya Jenna. Ia mulai menaikan nada bicaranya karena sudah lelah bersabar.
__ADS_1
"Saya gak tahu dengan apa yang saya rasakan saat ini. Hanya saja saya mungkin sudah menyukai kamu," ucap Zayn.
"Bahkan kita baru bertemu tiga kali om. Tiga kali!! Kenapa secepat itu om bilang kalo om suka sama Jenna. Realistis saja om," ucap Jenna. Tolong jauhkan Jenna dari pria seperti om om di depannya ini. Baru bertemu beberapa kali sudah menyukainya.
"Memangnya salah ya jika saya menyukai kamu?" Tanya Zayn.
"Gak om. Gak salah lagi," ucap Jenna kesal.
"Udah ya om, please jangan ganggu hidup Jenna lagi. Jenna mau fokus sama karir Jenna. Anggap semua yang terjadi beberapa hari yang lalu itu kecelakaan. Lebih baik juga om menganggap kejadian itu tidak pernah terjadi," sambungnya. Jenna pun membalikan badannya untuk pergi dari sana. Namun Zayn menahan tangan wanita itu dan menariknya kasar sehingga tubuh Jenna menubruk dada bidangnya.
"Kenapa saya harus menganggap kejadian indah itu tidak pernah terjadi? Justru saya akan selalu mengingatnya," bisik Zayn. Tubuh Jenna menegang saat mendapatkan bisikan dari iblis berwajah tampan ini.
Sial! Bahkan Jenna tidak bisa bergerak sama sekali saat tubuhnya berada di dalam dekapan pria ini. Aroma maskulin merangsek masuk ke indra penciumannya saat hidungnya berada dekat dengan dada bidang pria ini.
"Lepas om," ucap Jenna pelan.
"Saya tidak mau, Jenna," ucap Zayn.
"Lalu mau om apa?" Tanya Jenna.
"Diri mu. Kamu tidak mau kan jika kita menikah secepat itu? Lalu bagaimana jika kita berpacaran saja dulu untuk saling mengenal satu sama lain?" Tawar Zain.
"Enggak om. Jenna gak mau," ucap Jenna.
"Saya tidak suka penolakan," ucap Zayn. Pria itu pun tiba tiba menarik tekuk Jenna sehingga bibir mereka kembali bertemu. Mata Jenna melotot sempurna sedangkan mata Zayn terpejam. Pria itu seolah menikmati penyatuan bibir mereka yang kedua kalinya.
Tbc.
__ADS_1