
***
Setelah selesai membayar tagihan untuk jas dan dress yang akan Jenna pakai, wanita itu meminta Zayn untuk makan dulu. Seperti biasanya sebuah restoran. Namun setelah sampai di depan restoran itu, Jenna menolak masuk. Ia tidak ingin makan disana, yang ia inginkan bakso. Iya, bakso yang pernah Jenna dan Zayn kunjungi waktu itu. Ia merengek ingin makan bakso itu. Zayn pun hanya bisa pasrah dan mengikuti maunya Jenna. Terpaksa mereka pun pergi dari parkiran restoran dan berjalan menuju ke arah yang Jenna sebutkan. Karena Zayn lupa lagi arah jalannya.
Jenna sebagai maps pun menunjukan arahnya. Tanpa ragu dia meminta Zayn terus berjalan. Wajar saja Jenna sudah hafal letak penjual baso itu. Meskipun bertahun tahun hidup di luar negeri, dia tetap tidak melupakan bakso legend itu. Bakso yang menjadi langganannya ketika dia masih SMA. Waktu itu dia dan Ale sering kesini, makanya tidak perlu heran kenapa waktu SMA berat badan Jenna dan Ale sering naik drastis karena mereka sering banyak makan bakso.
"Secinta itu kamu sama bakso yang itu yang?" Tanya Zayn.
"Sangat, bahkan cinta aku ke kamu aja kalah," ucap Jenna.
"Gitu amat sih yang. Cinta kamu ke aku harus besar dong, masa aku kalah sama bakso," ucap Zayn tidak terima.
"Becanda sayang. Masa iya kayak gitu," ucap Jenna. Zayn pun kembali mengulas senyumnya. Wanitanya ini benar benar pandai sekali mempermainkannya. Hanya dengan bakso saja Zayn tidak mau kalah, apalagi dengan pria lain. Tentu saja tidak akan.
Perjalanan begitu cepat karena Jenna meminta Zayn untuk melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Wanita itu sudah sangat lapar sekali. Dia ingin makan bakso saat ini juga. Namun saat mobil mereka sampai, Jenna tidak melihat kendaraan apapun. Tempat parkirnya kosong. Saat ia menoleh ke arah ruko penjual bakso, disana tidak ada yang berjualan. Alias tutup.
"Mas," ucap Jenna. Bibirnya sudah melengkung ke bawah, pertanda jika dia akan segera menangis.
Kenapa Jenna hari ini sangat aneh? Dia mudah sekali tersinggung. Apa jangan jangan kecebong Zayn sudah tumbuh? Gawat!! Jika itu benar Zayn harus segera menikahi Jenna.
"Penjualnya tutup sayang. Kita makan yang lain aja ya?" Ucap Zayn.
Jenna menggelengkan kepalanya. Ia ingin makan bakso, bukan makan makanan yang lain.
"Tapi tukang baksonya tutup sayang. Gimana dong?" Tanya Zayn.
__ADS_1
"Gak tahu," ucap Jenna. Wanita itu mengusap air matanya yang sudah turun. Zayn menghela nafasnya. Sepertinya benar, dia akan segera memiliki seorang anak. Perubahan mood calon istrinya sejak beberapa hari yang lalu memang cukup buruk. Zayn bahkan kelimpungan serta kebingungan dengan sikap Jenna.
"Makan yang lain aja ya? Nanti habis ini kamu ikut aku ke suatu tempat," ucap Zayn.
"Kemana?" Tanya Jenna.
"Ada deh. Nanti kamu ikut aku aja, makan yang lain ya?" Ucap Zayn. Jenna menganggukan kepalanya.
Nah kan. Sikap Jenna benar benar aneh sekali. Zayn bahkan tidak tahu harus terus bersabar atau tidak. Kadang kadang dia juga ingin sekali marah karena kesal. Tapi Jenna tidak boleh diperlakukan seperti itu. Karena Jenna calon istrinya dan wanita ini sangat istimewa untuknya.
"Makan burger aja deh mas, tapi drive tru," ucap Jenna.
"Boleh," ucap Zayn menyetujui. Mending seperti ini dari pada ia harus pusing banyak tawar menawar dengan Jenna soal makanan. Selagi itu makanan yang mengenyangkan, Zayn akan menurutinya. Dia hanya ingin yang terbaik untuk Jenna. Meskipun terkadang larangannya memang selalu berakhir dengan pertengkaran dengan Jenna.
Zayn memakluminya karena Jenna masih muda dan masih dalam tahap pendewasaan.
***
Tadi, Zayn menuruti kemauan Jenna untuk makan mie ayam pinggir jalan yang berada di dekat rumah sakit yang mereka kunjungi saat ini. Jenna kira hanya makan mie ayam, tahunya Zayn malah membawanya masuk ke dalam rumah sakit ini. Bahkan tadi Zayn tidak melarangnya ketika makan mie ayam dengan tambahan sambal yang banyak. Ternyata oh ternyata, pria ini sedang mengelabuinya.
Jenna dipaksa masuk oleh Zayn. Bahkan Jenna tidak tahu alasan pria ini membawa Jenna menuju ke rumah sakit bahkan bertemu dengan dokter kandungan. Heran, memangnya siapa yang hamil? Jenna? Tentu saja tidak.
"Pasien nomor tiga delapan, silahkan masuk. Dokter sudah menunggu di dalam," ucap seorang suster. Itu adalah nomor antrian Jenna dan Zayn. Zayn dengan semangat membawa Jenna masuk ke dalam ruangan serba putih itu. Meskipun sebenarnya Jenna ogah ogahan untuk masuk.
Seorang dokter menyapa mereka dan meminta mereka duduk terlebih dahulu.
__ADS_1
"Jadi, apa keluhan istri bapak?" Tanya dokter.
What?? Istri?! Bahkan mereka belum bertunangan.
"Istri saya sering mengalami mood tidak baik dong. Kadang senang, sedih bahkan sering marah marah tidak jelas. Sejak kemarin dia sering meminta asinan buah dan makanan aneh lainnya yang jarang dia makan. Saya hanya ingin tahu apakah istri saya ini hamil atau tidak," jelas Zayn.
Jenna menghela nafasnya. Padahal makanan seperti itu sering dia makan bahkan sebelum bertemu dengan Zayn. Ale atau pun maminya juga sudah tahu. Apalagi asinan buah dan cemilan lainnya sangat Jenna sukai.
"Baik pak," ucap Dokter. Jenna diminta masuk ke kamar mandi dan melakukan test pack. Jenna hanya menurutinya. Namun ia tidak menunggu selama lima menit setelah pipis. Karena dokter memintanya untuk keluar setelah memasukan test pack tersebut. Jenna hanya diam menurutinya.
"Sembari menunggu test packnya selesai, ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan pada ibu," ucap Dokter.
"Apa dok?" Tanya Jenna.
"Apa ibu ingat kapan terakhir kali ibu menstruasi?" Tanya dokter.
"Bulan lalu saya masih mestruasi. Saya tidak ingat kapan tanggal pastinya karena saya lupa mencatatnya," ucap Jenna.
"Lalu, untuk makanan makanan yang tadi disebutkan oleh suami anda, apa sebelumnya anda sering mengkonsumsinya?" Tanya dokter itu.
"Sering, karena itu semua makanan kesukaan saya. Bahkan mami saya juga tahu," ucap Jenna.
"Enggak dok, selama ini saya tidak pernah melihatnya memakan makanan seperti itu. Jangan dengarkan dia, tolong di lihat saja hasil test packnya. Saya yakin dia hamil, kami sering melakukannya," ucap Zayn dengan urat malu yang sudah terputus sepertinya.
Jenna hanya tersenyum malu setelah mendengae ucapan Zayn pada dokter di depannya ini.
__ADS_1
Tbc.