
***
Mata Jenna merem melek sekaligus bibirnya memgeluarkan lenguhan dan rintihan sejak tadi. Bukan tidak malu, namun dia tidak bisa menahannya. Permainan tangan Zayn di area dadanya benar benar membuatnya cukup gila. Jenna sudah menolaknya tadi, namun Zayn tetaplah Zayn. Pria itu tidak akan melepaskannya sebelum apa yang dia inginkan terwujud.
Jenna sesekali meremas sprei yang ada di dekat tangannya. Seharusnya dia menikmati tontonan kartun di depannya, namun karena Zayn, dia benar benar tidak bisa fokus. Dia hanya bisa memejamkan matanya sembari menyandarkan punggungnya pada dada bidang Zayn. Dia benar benar dibuat gila oleh pria ini.
Awalnya gerakan Zayn memang sangat lembut dan hati hati. Jenna tentu saja cukup menikmatinya sejenak, namun makin lama gerakan pijatan Zayn berubah. Yang tadinya lambat dan teratur kini jadi semakin kencang ketika merem*snya.
"M-ma-shh," ucap Jenna terbata.
"Apa sayang," bisik Zayn tepat di telinga Jenna. Tubuh Jenna seketika langsung merinding, ditambah pijatannya semakin kencang saja.
"Pel-an pel-an, s-sak-it," ucap Jenna.
"Apa ini kurang pelan? Aku rasa ini sudah cukup pelan sayang," ucap Zayn. Dia bahkan menjil*t kuping Jenna sampai sampai membuat wanita itu mend*sah. Jenna benar benar tidak bisa menahannya lagi. Serangan Zayn benar benar membuatnya gila.
Tangan Jenna terangkat untuk melepaskan tangkupan tangan Zayn pada kedua squishy-nya. Jenna mencoba menariknya namun justru Zayn semakin kuat mencengkram miliknya.
"Cukup mas, aku yakin kamu gak bisa nahan milik kamu buat gak berdiri. Milik aku masih sakit," ucap Jenna.
"Kamu bisa membantu milik ku keluar dengan tangan dan mulut kamu," ucap Zayn.
Memang sejak tadi, miliknya sudah berdiri tegak. Bahkan semakin tegak setelah mendengar rintihan dan lenguhan Jenna. Jenna tentu dapat merasakannya, belum lagi milik Zayn berada di dekat pantatnya. Jelas saja terasa.
__ADS_1
Sedangkan Jenna sekuat tenaga menahan tangan Zayn untuk berhenti bergerak. Dia tidak mau melakukannya lagi, semalam sudah cukup untuknya. Namun bagi Zayn tidak pernah ada kata cukup. Lama lama dia jadi tidak bisa mengendalikan Zayn, mengendalikan keinginan pria ini untuk selalu menyentuhnya.
"Mas," geram Jenna.
"Aku marah ya sama kamu," sambung Jenna.
Jenna dengan sekuat tenaga menarik tangan Zayn dari area squishynya. Akhirnya berhasil namun secepat kilat Jenna ditarik Zayn untuk tidur diatas kasur sementara dia dengan cepat mengukung tubuh wanitanya.
"Aku sudah tidak tahan," bisik Zayn.
"Kan udah aku duga. Ngapain kamu kayak gitu tadi? Sakit mas," ucap Jenna.
"Tolong aku," ucap Zayn. Pria itu menarik tangan Jenna agar berada di dekat miliknya. Jenna tidak melawan, justru dia membiarkan tangannya disana. Tadi Zayn sudah membuatnya tersiksa sampai kesakitan, kini gilirannya.
"Jangan menggoda ku sayang, atau kamu akan tahu akibatnya," ucap Zayn.
"Memangnya akan seperti apa? Meskipun aku tidak menggoda, kamu akan tetap kembali melakukannya kan? Jadi untuk apa aku diam," ucap Jenna menantang.
Zayn menatap ke arah Jenna. Bola mata keduanya saling beradu pandang. Pandangan Zayn sudah menggelap sejak tadi, dia memang menginginkan hal lebih. Sementara Jenna menatapnya, namun entah apa arti tatapannya. Tiba tiba Jenna mendorong tubuh Zayn sehingga Jenna yang berada diatasnya.
"Aku bakalan marah kalo sampe benih kamu jadi," ucap Jenna.
Kejadian selanjutnya, kalian tahu sendiri akan seperti apa. Sekuat apapun Jenna menolak, dia tetap tidak akan tahan. Miliknya memang sakit, tapi lebih sakit lagi jika miliknya tidak mengeluarkan cairan. Apalagi miliknya sudah sangat gatal sejak tadi.
__ADS_1
"Aku punya banyak stok pengaman," bisik Zayn.
***
Sementara itu dilain tempat, senasib dengan Jenna, Ale juga sama sama digarap oleh Ryan. Semalam setelah pulang dari acara Jenna dan Zayn, Ale kembali di garap oleh Ryan. Ale sudah menolaknya, namun Ryan memiliki seribu satu cara untuk menaklukannya.
Ale sudah mencoba untuk sadar ketika melakukannya. Sadar supaya dia bisa menahan milik Ryan untuk tidak menyemburkan cairannya pada rahimnya. Awal awal memang Ryan mengeluarkan miliknya diluar, bukan di dalam rahim Ale. Namun makin kesini, Ryan semakin beringas sampai sampai Ale tidak bisa melawannya. Pria itu terus menyemburkan benihnya pada rahimnya.
Tamatlah riwayat Ale, sepertinya dia memang benar benar akan jadi nyonya Andreas. Padahal dia masih belum menemukan cinta sejatinya. Tapi Ryan selalu memaksanya untuk menikahinya. Ale bingung, ia merasa Ryan bukanlah cinta sejatinya. Ia merasa jika Ryan hanya bernafsu padanya. Apapun yang Ale lakukan untuk menghindari pernikahan, sepertinya hanya akan sia sia.
Ryan masih terlelap memeluk Ale, sedangkan Ale sudah terbangun. Ternyata apa yang diucapkan Jenna benar benar terjadi, Ale sudah tidak punya jalan lagi untuk pergi atau menghilang dari kehidupan Ryan jika bukan mati. Namun Ale masih menyayangi hidupnya, dia tidak akan mati sia sia hanya karena sikap Ryan.
Apa yang sebenarnya terjadi? Dia masih bingung kenapa keeua orang tuanya sangat mendukung hubungannya dengan Ryan. Apa pria ini sudah mengancam kedua orang tuanya? Atau ini memang murni karena kemauan mereka menerima Ryan? Ale harus bertanya soal ini pada kedua orang tuanya nanti. Bahkan mereka tidak pulang kemarin, biasanya dihari itu mereka akan pulang. Jahatnya mereka juga tidak menghadiri acara tunangan Jenna.
"Kayaknya Iyan udah buat sesuatu sampe sampe mama sama papa restuin hubungan gue sama dia. Tapi waktu pertemuan keluarga waktu itu, kelihatan banget raut senang sekaligus bahagia di wajah mama sama papa. Pun halnya dengan raut kedua orang tua Ryan," ucap Ale pelan. Dia masih berpikir dan mencoba mengingat, siapa tahu ada yang salah dan baru ia ingat hari ini.
"Tapi gue gak boleh salah sangka dulu. Kasihan Iyan, dia sering gue tuduh mulu," ucap Ale. Wanita itu menggerakan tubuhnya dan berbalik berhadapan dengan Ryan.
Ada beberapa garis merah di sekitar leher juga ada bekas gigitan di dada Ryan. Itu ulah Ale. Jangan kira gadis pendiam seperti Ale tidak akan liar. Justru dia lebih liar. Awalnya saja menolak, makin lama dia makin menikmati permainan bahkan sampai membuat tanda di tubuh Ryan.
"Yan," panggil Ale pelan. Namun Ryan hanya diam saja.
"Andai aja kamu deketin aku enggak dengan menjiplak rencana Zayn. Andai aja kamu deketin aku normal kayak cowok kebanyakan pasti aku bakalan cepet nerima kamu. Tapi kamu nafsuan, kayaknya gak bisa dengan cara lembut. Aku cuma takut suatu saat nanti ketika aku sudah menerima kamu dcn kita menikah, akan ada wanita yang datang dan mengaku hamil anak kamu."
__ADS_1
Tbc.