One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
176. Bathup


__ADS_3

***


Jenna benar benar kewalahan dengan permainan tiga jari yang Zayn lakukan di bawah sana. Baru kali ini dia mendapatkan hal seperti ini dari Zayn. Selama mereka melakukan hubungan itu, Zayn tidak pernah melakukan foreplay seperti ini. Biasanya pria itu hanya akan menggesekam miliknya sehingga milik Jenna semakin basah. Tetapi kini berbeda, pria ini melakukan sesuatu hal yang sama sekali Jenna belum pernah rasakan.


Aneh dan perih, itu yang Jenna rasakan. Meskipun tidak Jenna pungkiri juga jika itu nikmat. Jenna mencengkram pinggiran bathup dengan kedua tangannya. Jenna sejak tadi sudah meminta Zayn berhenti, namun pria ini tidak mendengarkannya. Dia malah semakin menggila.


"***-up ma-as," ucap Jenna.


"No sayang, aku benar benar sangat menikmati ekspresi yang keluar dari wajah mu. Benar benar menggoda sekali," ucap Zayn. Tangannya terus aktif sejak tadi. Bahkan bibirnya juga ikutan aktif di area squishy Jenna. Tanda merah sejak tadi sudah memenuhi area dada Jenna. Namun permainan inti belum juga dimulai. Tubuh Jenna sudah lemas sekali.


"M-ma-s, ding-in," ucap Jenna.


Tiba tiba Zayn terhenti mendengar ucapan Jenna. Ia menatap kembali wajah Jenna yang sudah kelihatan kedinginan. Sial! Dia sama sekali tidak memperhatikan hal itu.


"Satu ronde disini sisanya diatas kasur," final Zayn. Pria itu menarik jari jari tangannya dan mengusap miliknya menggunakan tangan tadi, sengaja agar cairan yang menempel di tangannya melumuri miliknya. Cairan Jenna cukup banyak menempel.


"Aku masuk," bisik Zayn. Jenna memejamkan matanya bersiap menerima serangan menyakitkan dibawah sana.


Zayn tersenyum miring melihat wanitanya yang memejamkan matanya. Bukannya memasukan miliknya pada sarangnya pria itu justru menarik tubuh Jenna agar duduk di pangkuannya. Jenna dapat merasakan milik pria itu yang mengganjal dibawah sana. Saat ditarik tadi, Jenna membuka matanya dan menatap wajah tampan kekasihnya.


"Tubuh kamu masih bisa menahan hawa dingin air bathup kan?" Tanya Zayn. Jenna menganggukan kepalanya.


"Nice. Sekarang aku mau kamu yang mengambil alih permainan. Pimpin permainan ini sesuai dengan apa yang kamu mau," ucap Zayn.


"T-tap-pi mas," ucap Jenna. Ia sedikit enggan memulainya, karena dengan begitu sama saja memberikan jeda waktu untuk Zayn mengumpulkan energinya. Yang mana dia tidak akan berhenti menggempur Jenna.

__ADS_1


"Lakukan sayang," ucap Zayn. Namun Jenna masih terus diam. Dia tidak mau melakukannya karena itu sama saja membuat Zayn akan menghabisinya.


"Nanti kamu bakalan hajar aku habis habisan mas," ucap Jenna pelan.


Zayn terkekeh dan mendekat ke arah Jenna lalu berbisik, "Pemikiran macam apa itu? Apa kamu lupa seperti apa nikmatnya bermain diatas ku?"


Jenna terdiam. Dia memang selalu mendapatkan apa yang dia mau ketika permainan dia yang memimpin. Bahkan Jenna selalu mendapatkan ******* yang sangat luar biasa.


"Bergeraklah, jangan memikirkan apa yang akan terjadi nanti. Bukannya kenikmatan seperti ini yang selalu kamu mau?" Bisik Zayn kembali. Pria ini memang sengaja melakukan hal itu supaya Jenna menuruti maunya tanpa ia paksa. Terlihat sangat licik memang, namun Jenna juga akan mendapatkan kenikmatan.


Jenna pun mulai bergerak. Senyum iblis kembali tercipta di bibir Zayn kala Jenna menuruti kemauannya. Wanita ini memang tidak bisa menolak kemauannya. Jenna mengangkat pinggulnya dan mengarahkan milik Zayn pada miliknya.


Jenna mendesis tertahan sedangkan Zayn menggeram. Keduanya sama sama kesakitan saat mereka melakukan penyatuan itu. Jenna tentu saja merasa sakit karena miliknya kembali dimasuki sedangkan Zayn juga sama kesakitan karena miliknya yang besar harus masuk ke dalam milik Jenna yang sangat sempit.


"Mulai bergerak agar tidak sesak sayang," ucap Zayn pelan. Jenna pun mengangguk dan melakukan apa yang diucapkan oleh Zayn. Sementara Zayn menahan pantat Jenna agar tidak terlalu melahap habis miliknya.


Mereka kembali melakukan itu. Padahal Jenna sudah berjanji tidak mau melakukan hal itu lagi sebelum adanya pernikahan. Tetapi kembali lagi, manusia memiliki hawa nafsu yang besar. Mereka tidak mungkin akan menolak sesuatu hal yang akan membuat mereka merasakan kenikmatan duniawi seperti apa. Godaan Zayn terlalu kuat sampai sampai Jenna tidak bisa menolaknya.


"L-lah-ap hab-is say-ang," ucap Zayn terbata. Sedangkan Jenna terus bergerak, melahap habis milik Zayn karena kedua tangan pria itu ditarik oleh Jenna. Zayn merasa sangat gemas sekali dengan dua benda bulat yang sejak tadi memantul di depannya. Dua bongkahan kenyal itu terus memantul seakan menggodanya untuk segera menangkup dan merem*snya.


Tidak menunggu waktu lama lagi, Zayn merem*s squishy milik Jenna. Tidak tanggung tanggung pria itu merem*s keduanya sekaligus. Jenna mendes*h tak tertahan karena ulah Zayn, meskipun begitu dia tetap memompa miliknya. Sebentar lagi dia akan mencapai puncaknya.


"M-maash, a-aku ak-an sam-pai," ucap Jenna terbata.


"Bersama sayang," ucap Zayn pelan. Pria itu memindahkan kedua tangannya kembali ke pinggang Jenna. Membantu wanita ini melakukan gerakan yang cukup cepat sehingga miliknya benar benar di pompa oleh lubang kenikmatan milik Jenna.

__ADS_1


Tak berselang lama Jenna keluar lebih dulu disusul oleh Zayn. Sebelum ambruk Jenna ingin mengeluarkan milik Zayn agar tidak banyak cairan yang masuk, namun Zayn lebih dulu menarik wanitanya ke dalam pelukannya. Alhasil milik Jenna pun kembali menelan milik Zayn.


Nafas keduanya terengah engah. Mereka sama sama kelelahan namun yang paling lelah disini adalah Jenna. Dia benar benar seperti sudah lari cepat keliling lapangan yang luas. Sedangkan Zayn hanya tersenyum ketika mendapatkan kenikmatannya. Goyangan Jenna benar benar selalu membuat miliknya ngilu namun itu sangat nikmat.


"Jangan tidur sayang," ucap Zayn. Pria itu mengusap pelipis Jenna yang mengeluarkan keringat.


"Capek mas," erang Jenna manja.


"Gak bisa sayang, permainan belum selesai. Baru pukul sembilan malam. Masih banyak waktu untuk kita kembali melakukan penyatuan," ucap Zayn.


"Aku bisa hamil kalo gini caranya," ucap Jenna kesal.


"Bukannya kamu pasang obat ke dokter?" Tanya Zayn.


"Ya percuma gak akan mempan lah mas kalo sering dimasukin kamu. Mana cairan kamu banyak banget," ucap Jenna.


Zayn terkekeh lalu mengecup pelan kening Jenna. "Itulah resikonya menjadi kekasih sekaligus calon istri ku sayang. Kamu harus siap menampung cairan yang akan menjadi anak kita nantinya. Tapi, sesuai dengan kemauan kamu, kita akan menunda kehamilan sampai kamu benar benar puas bermain," ucap Zayn.


"Beneran? Gimana sama mama papa kamu?" Tanya Jenna.


"Mereka tidak perlu berkomentar. Yang menjalani ini semua kita, siap tidak siap kita yang menjalaninya juga. Mereka harusnya menerima apapun keputusan kita," ucap Zayn. Jenna tersenyum tipis mendengarnya. Ternyata Zayn sangat peduli tentang hal hal itu.


"Next ronde sayang, tapi di atas kasur."


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2