One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
70. Jenna Savage


__ADS_3

ramaikan zeyeng


***


Zayn ingin sekali menyela namun Rendra menahannya. Bukan karena Rendra tidak ingin Zayn membela pacarnya, hanya saja dari tampang Jenna, wanita itu sudah mencari tahu juga beberapa bukti.


"Pasal? Penjara? Untuk saya? Lucu sekali. Sebelum itu, anda harus melihat ini dulu," ucap Jenna. Ia mengambil alih laptop yang terhubung ke proyektor. Disana ia memutar sebuah rekaman suara.


"Tentu saja saya akan mengambil keuntungan ini dan akan mengkambing hitamkan anak tuan Adam. Dia terlalu pintar untuk menangani proyek ini. Selama ini tuan Adam atau pun tuan Rendra tidak pernah merasa jika keuangan setiap pembangunan proyek membengkak. Mereka akan dengan rela dan cuma cuma kembali memberikan suntikan dana," ucap Patur di dalam rekaman itu.


"Kau pintar tuan Patur. Aku akan melakukan hal yang sama. Proyek pembangunan hotel di Bandung akan dihandel oleh tuan Adam. Aku akan menggunakan kesempatan itu untuk menggelapkan dana dan caranya akan sama seperti yang anda lakukan," ucap Reza.


Reza adalah salah satu investor juga disana dan yang sekaligus akan menangani pembangunan proyek hotel dua bulan yang akan mendatang.


"Anda mendengarnya?" Tanya Jenna tersenyum miring.


"Saya kembalikan uang yang anda berikan sebagai investor di pembangunan proyek saya dan tuan Zayn. Saya tidak menginginkan kerja sama kotor seperti ini. Uang muka saya kembalikan dan saya meminta kembalikan uang yang diambil oleh anda. Saya tunggu dalam waktu-," jeda Jenna melirik jam tangan rolex di pergelangan tangannya.


"Sepuluh detik. Jika tidak, siap siap anda akan menerima ibalannya," ucap Jenna. Wanita itu mulai menghitung mundur. Membuat Patur kalang kabut. Reza yang sejak awal meeting biasa saja dan tenang kini ikut ikutan ketakutan.


"Ini tidak benar," sangkal Patur. Jenna tidak mendengarnya. Ia terus menghitung mundur.


"Tiga."


"Dua."


"Satu. Terlambat," ucap Jenna. Tiba tiba pintu ruangan dibuka. Masuk dua orang polisi yang akan menangkap Patur.


"Saya akan memproses orang ini. Saya harap anda bisa datang untuk proses pemeriksaan nanti siang," ucap polisi itu.

__ADS_1


"Baik. Saya pasti akan datang," ucap Jenna.


Patur pergi dari sana dengan berteriak dan terus mengumpati Jenna. Jenna sendiri tidak ambil pusing biarkan saja dia seperti itu, Jenna tidak mau ambil pusing. Kini tatapannya jatuh pada Reza. Kentara sekali di wajahnya jika pria itu takut.


"Saya membatalkan kontrak kerja sama dengan anda. Saya tidak akan mengganti rugi apapun karena disini anda yang sudah membuat perusahaan rugi dengan mengalihkan beberapa klien dan investor luar ke perusahaan tuan Hendri. Saya akan menuntut anda jika anda tidak membayar kerugian material juga fisik. Saya memberikan anda waktu satu hari, jika besok anda masih tidak memberikannya. Siap siap, scandal anda dan anak tiri anda akan menguak ke publik," ancam Jenna dengan wajah datar.


Reza melotot. Dia pun mau tidak mau menyetujui kemauan Jenna.


"Ini total kerugian yang harus anda bayar besok," ucap Jenna. Seorang karyawan memberikan map pada Reza.


"Silahkan keluar dari ruangan ini. Saya tidak membutuhkan investor licik seperti anda," ucap Jenna tersenyum manis. Reza langsung keluar dari sana dengan perasaan kesal dan juga malu.


Baik Zayn, kedua orang tua Jenna dan Rendra tersenyum bangga. Ternyata disaat mereka lengah karena terlalu banyak bekerja, ada Jenna yang sangat jeli.


"Maaf nona Adam, lalu bagaimana dengan kelanjutan pembangunan hotel ini? Apa akan dihentikan saja? Mengingat dua investor secara langsung anda keluarkan dari proyek ini," ucap seseorang.


"Anda tidak perlu takut. Investor awal sudah kembali lagi kepada kita. Pagi tadi saya sudah zoom dengan mereka berdua dan mereka sudah deal tanpa meminta bertemu. Pembangunan proyek akan tetap berlanjut sampai hotel selesai dibangun," ucap Jenna.


"Sepertinya meeting cukup sampai disini dulu. Minggu depan kita bertemu lagi untuk pembahasan lebih lanjut. Dan untuk tim keuangan, tolong atur ulang semuanya dari awal. Berapa banyak uang yang sudah keluar dan masuk. Saya tunggu laporannya secepatnya," ucap Jenna tersenyum.


"Baik nona Adam. Saya akan segera membuatnya ulang," ucapnya.


Beberapa orang yang ikut meeting sudah meninggalkan ruangan itu dan kembali bekerja lagi. Tersisa Jenna, Zayn, dan kedua orang tua mereka.


"Pi, Jenna ijin pulang lebih awal bisa?" Tanya Jenna.


"Kamu mau kemana sayang?" Tanya Jeni.


"Ada kepentingan sama Ale. Jenna juga enggak bisa pulang malam ini ke rumah. Niatnya Jenna akan pergi sama Ale," ucap Jenna.

__ADS_1


"Sayang, kamu sudah punya pacar loh? Kok malah mau pergi sama temen kamu itu," ucap Jeni.


Oh ayolah, Jenna baru saja ingin berbaikan dengan kedua orang tuanya namun maminya malah melarangnya.


"Kalo kamu mau pergi, biar aku temenin kamu. Lebih aman sama aku," ucap Zayn.


"Gimana pi? Jenna dikasih ijin pulang duluan enggak?" Tanya Jenna. Ia mengabaikan ucapan dan pertanyaan Jeni juga Zayn.


"Memangnya kamu mau kemana sampai gak bisa pulang?" Tanya Adam.


Oke, papinya juga sama. Seharusnya Jenna tidak perlu meminta pulang duluan. Karena tindakan itu salah besar.


"Fine. Papi gak perlu kasih ijin, Jenna gak bakalan keluar kantor kalo belum jam nya. Lagian Jenna cuma karyawan juga disini. Permisi," ucap Jenna. Ia pun pergi dari sana dengan perasaan kesal. Ayolah, lama lama Jenna muak dengan mereka.


Zayn langsung mengejar Jenna keluar ruangan sementara Adam menghela nafasnya.


"Seharusnya kau mengijinkan anak mu Dam. Apa kau tidak melihat raut stres di wajahnya? Mungkin dia ingin keluar untuk merefresh otaknya," ucap Rendra. Ia pun keluar dari sana. Menyisakan Jeni dan Adam. Mereka berdua kembali bingung dan merasa bersalah.


Sementara diluar ruangan, Zayn menarik tangan Jenna agar wanita itu berhenti berjalan. Namun bukannya berhenti, Jenna malah menghempaskan tangan Zayn dan kembali berjalan.


"Jennai, kamu kenapa? Apa harus se-emosional ini? Aku tahu kamu sedang datang bulan, tapi dengarkan ucapan kedua orang tua kamu," ucap Zayn.


Mereka berdua sudah berada di dalam ruang kerja Jenna. Jenna tidak menjawabnya dan memilih mengecek sisa pekerjaannya. Tidak ada pekerjaannya lagi, ia pun memasukan ponsel dan beberapa barang miliknya ke dalam tas miliknya.


"Kamu denger gak sih aku ngomong apa?" Tanya Zayn.


"Jangan ganggu hidup saya lagi," ucap Jenna.


"Gak bisa. Kita udah tidur bersama Jenna. Kamu pikir aku akan melepaskan kamu begitu saja? Itu tidak akan pernah terjadi," ucap Zayn.

__ADS_1


Jenna tersenyum remeh ke arah Zayn, "Bahkan saya bisa tidur dengan pria lain selain anda. Jangan bodoh, anda tidak bisa menjerat saya karena hal konyol yang pernah saya lakukan."


Tbc.


__ADS_2