One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
159. Memilih


__ADS_3

***


Saat Jenna sedang sibuk memilih milih dekorasi yang akan digunakan di pestanya nanti, tiba tiba Zayn datang dan memeluknya. Jenna masih saja terkejut karena belum terbiasa. Bahkan dia hampir saja melemparkan ponselnya. Untungnya gerakan terkejut itu tidak membuat ponsel mahalnya melayang.


"Mas kebiasaan deh, suka ngagetin," ucap Jenna.


"Habisnya ninggalin, enggak biasanya. Sekarang kan enggak ke kantor sayang, kok udah bangun?" Tanya Zayn.


"Aku laper jadi masak tadi, makan yuk," ajak Jenna.


"Ayok. Pertama kali aku dimasakin kamu. Eh, enggak deh. Dua kali ya? Waktu sakit itu kamu masakin aku bubur," ucap Zayn.


"Gak inget Jenna. Oh iya mas, tunangan kita emang mau mewah ya? Dekorasinya juga mewah banget kayak nikahan," ucap Jenna.


"Harus begitu sayang. Biar orang lain tahu kalo kita keluarga sultan," ucap Zayn dengan santainya.


"Mas ih, gak boleh sombong dong. Kekayaan kan cuma titipan, gimana sih kamu," ucap Jenna kesal.


Benar, kekayaan yang mereka miliki saat ini hanyalah titipan. Karena sejatinya semua yang mereka miliki saat ini adalah milik sang pencipta. Termasuk diri mereka. Jenna benar benar tidak habis pikir, oke ia akui Zayn memang kaya raya sama seperti papi Adam. Tapi tidak seperti ini konsepnya. Kaya raya memang boleh, tapi sombong tidak diperlukan. Sedangkan Zayn, astaga. Untung Jenna sudah menyayanginya. Bayangkan jika belum, mungkin Jenna akan meninggalkan Zayn karena sikap sombongnya.


"Iya sayang, becanda. Udah kita makan dulu, nanti setelah makan kita bahas apa yang dibicarakan mama sama tante di grup chat," ucap Zayn.


"Iya mas," ucap Jenna patuh. Wanita itu pun mengambil piring milik Zayn dan mengisinya dengan nasi, capcay, dan ayam goreng. Sudah terlihat seperti seorang istri yang menyajikan makan pagi untuk suaminya bukan?


"Makasih sayang," ucap Zayn.


"Sama sama mas. Semoga sesuai dengan selera lidah kamu," ucap Jenna. Zayn tersenyum dan mengangguk dia mulai menyendokan makanan ke mulutnya. Tak lama dia menggigit ayam gorengnya. Wah, perpaduan yang nikmat!


"Enak banget sayang, kamu jago masak ya? Kenapa gak dari kemarin kemarin masakin aku?" Tanya Zayn heboh. Bahkan mulut pria itu penuh dengan nasi serta lauk pauknya.

__ADS_1


"Pelan pelan mas. Nanti keselek loh," ucap Jenna terkekeh. Dasar pria, omongannya tidak bisa dipegang. Bukannya tadi Zayn bilang jika akan makan dulu baru membahas. Meskipun obrolannya tidak membahas tentang tunangan, tapi tetap saja kan pria itu berbicara?


Makan pagi hari ini banyak dihabiskan oleh Zayn. Jenna hanya makan satu porsi sedangkan Zayn menghabiskan semua makanan yang Jenna buat pagi ini. Jenna tentu saja senang, setidaknya rasanya pas di mulut Zayn. Ia harus banyak belajar lagi agar nantinya, Zayn betah di rumah. Karena masakan rumahan memang selalu menjadi primadonanya.


Setelah selesai makan, Zayn sendiri yang memaksa untuk mencuci bekas makan mereka tadi. Jenna sempat menolaknya namun Zayn memaksanya. Jenna hanya menurutinya sebab Zayn memaksa. Sebelum kata kata ancaman keluar, lebih baik Jenna menurutinya bukan.


Jenna berjalan menuju ke depan tv untuk duduk di sofa yang ada disana. Ia membawa camilan buah buahan yang sudah di potong dan ditambahkan dengan keju dan susu. Sebutlah ini salad, bedanya ini tidak memakai mayonaise. Karena stoknya habis, jadi ya sudahlah. Lagi pula Jenna menambahkan banyak keju juga. Jadi rasanya akan tetap enak. Sembari memakan buahnya, Jenna membuka tablet miliknya. Disana ia bisa dengan leluasa melihat foto foto yang dikirimkan mami Jeni dan mama Lita.


Mami Lita fokus di dekorasi dan konsumsi, sedangkan mami Jeni fokus di bagian cincin tunangan dan gaun. Sedangkan undagan dan list tamu undangan sudah di rundingkan oleh kedua orang tua Zayn dan Jenna. Jenna tidak memiliki teman dekat, jadi dia hanya akan mengundang Ale saja mungkin, tambahan dengan Anya, tangan kanannya. Sedangkan Zayn, pria itu sudah pasti akan mengundang Ryan dan Ghani.


Dekorasi undangan pun tidak muluk muluk, mereka tidak mencetaknya jadi nyata. Melainkan mencetak elektronik dan akan dikirimkan melalui email atau pun media lain seperti whatsapp.


"Gimana? Udah nemu yang?" Tanya Zayn. Pria ini baru saja ikut duduk karena baru selesai mencuci peralatan dapur dan membersihkan dapur.


"Aku suka dekorasi yang ini mas. Simpel tapi elegan, nuansa putih silver. Nanti aku mau pake gaun warna silver, menurut kamu cocok gak?" Tanya Jenna.


"Silver ya? Emang cocok sama jas hitam yang aku pakai?" Tanya Zayn.


"Gak cocok yang," ucap Jenna.


"Emm, gimana kalo konsepnya putih sama navy? Nanti aku pake gaun pake warna navy kamu juga pake jas warna sama, navy. Boleh ya?" Ucap Jenna.


"Atur aja, asalkan warnanya tidak ngejreng. Aku kurang suka sayang," ucap Zayn.


"Oke, fiks ya dekorasinya putih navy, gaun sama fas warna navy?" Tanta Jenna.


"Oke sayang. Kasih tahu mama sama tante Jeni, biar mereka yang siapkan semuanya. Besok kita langsung ke butik buat fitting," ucap Zayn.


"Oke," ucap Jenna. Wanita itu pun melakukan apa yang diperintahkan oleh calon suaminya. Warna navy? Tidak buruk, bagus malah. Terkesan sangat elegan.

__ADS_1


"Cincinnya mau kamu yang pilih?" Tanya Jenna.


"Kamu aja, aku percaya sama kamu. Pilihan aku suka jelek," ucap Zayn.


"Merendah banget jadi orang. Sesekali meninggi napa mas," ucap Jenna.


"Udah kan tadi? Waktu awal pembicaraan pagi ini," ucap Zayn. Jenna terdiam seolah berpikir. Ah, iya. Soal kekayaan tadi.


"Iya iya. Nih aku suka yang ini. Ini berlian, bentuknya cantik, yang penting cincin buat kamunya simpel dan enggak lebay. Gimana?" Tanya Jenna.


"Keep sayang. Aku percaya apapun yang kamu pilih buat aku, buktinya aku selalu tampan kan?" Tanya Zayn.


"Pede," ucap Jenna. Wanita itu pun kembali mengatakan jika cincin yang mereka pilih adalah model ketiga. Jenna sibuk memilih milih, sedangkan Zayn sibuk memperhatikan wajah Jenna. Dari samping saja terlihat sangat cantik sekali. Bagaimana dari depan? Tentunya sangat sangat cantik.


"Mas-," ucap Jenna terhenti saat menoleh ke arah Zayn dimana pria itu sedang memperhatikannya.


"Cantik banget calon ibu dari anak anak aku nanti," ucap Zayn tersenyum.


Blushh...


Rona merah menghiasi kedua pipi Jenna. Wanita itu sedang blushing saat ini setelah mendengar ucapan Zayn.


"Apaan sih mas ah, jangan ganggu deh," ucap Jenna.


"Enggak, aku cuma mau lihat kamu aja. Enggak ganggu kamu," ucap Zayn.


"Ya enggak gitu juga konsepnya mas. Udah ah, males deh kalo dilihatin kayak gitu," ucap Jenna.


"Kenapa? Salah tingkah ya?"

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2