
***
Pagi hari menyapa dengan indah. Matahari dengan malu malu mulai menampakan wujudnya. Pertanda jika hari ini akan segera dimulai. Cuaca Bali dipagi hari ini cukup cerah. Cahaya matahari pun sudah masuk melalui celah gorden disalah satu resort yang ditempati oleh Zayn dan Jenna. Namun sepertinya kedua mahluk hidup berbeda jenis itu tidak mau terbangun.
Lelahnya akibat pertarungan semalam membuatnya tepar di esok harinya. Sebenarnya bukan Zayn yang tepar, melainkan Jenna. Sebab semalam Jenna digempur habis habisan oleh Zayn. Zayn tidak membiarkan wanita ini berhenti barang sejenak saja. Nafsu Zayn yang sudah lama dipendam untuk wanita ini keluar begitu saja malam tadi.
Zayn benar benar kesetana pada Jenna malam tadi. Ia bahkan melupakan janjinya untuk bermain pelan semalam. Bercak merah keunguan memenuhi leher, dada, perut, paha bahkan selangk*ngan Jenna. Sepertinya Zayn memang sangat mendamba wanita ini.
Semalam Jenna sudah melarang pria itu memainkan lidahnya di miliknya, namun bukan Zayn jika ia tidak bisa melakukan keinginannya. Mau tak mau Jenna hanya bisa pasrah dibawah kendali Zayn. Wanita itu terus mendes*h dan menyebutkan nama Zayn di setiap pelepasannya.
Zayn bergerak dalam tidurnya. Mencari kenyamanan pada dada Jenna yang tidak terbalut apapun. Ia memeluk tubuh wanita itu posesif, seolah takut wanita itu pergi dari sampingnya. Akibat pergerakan Zayn, Jenna pun terusik. Wanita itu mulai membuka matanya perlahan. Mata Jenna menyipit dan melirik ke sampingnya. Disana ada Zayn.
Tunggu, Zayn?
Jenna mengerjapkan matanya lagi dan membukanya lebar seketika. Matanya membulat sempurna. Jadi semalam dia benar benar kembali melakukan itu? Lagi dan lagi Jenna jatuh ke lubang yang sama.
"Lepasin," ucap Jenna pelan. Ia menepuk nepuk bahu polos Zayn.
"Gak mau sayang. Ini nyaman," ucap Zayn serak. Jantung Jenna serasa sudah maraton bermeter meter. Tiba tiba saja jantungnya berdetak mendengar ucapan 'sayang' dari mulut Zayn.
"Om nyaman Jenna enggak. Geli om," ucap Jenna. Zayn pun mendengus pelan dan menjauhkan kepalanya dari dada Jenna. Padahal itu posisi yang sangat nyaman sekali menurutnya.
Cup..
"Morning kiss sayang," ucap Zayn tersenyum. Sedangkan Jenna hanya terdiam dan melipat bibirnya ke dalam mulutnya. Ia masih bingung dan aneh dengan situasi seperti ini.
Zayn memeluk pinggang Jenna. Ia mendekatkan tubuhnya agar menempel dengan tubuh Jenna.
"Om, Jenna masih bingung dengan ini semua," ucap Jenna.
"Kenapa bingung hm? Semalam aku yakin kamu masih sadar," ucap Zayn. Ia bangun dari tidurannya dan mengambil sesuatu dari dalam laci. Sebuah kotak
__ADS_1
berwarna biru navy berada di tangan Zayn. Di dalam sana ada sebuah gelang indah yang sebelumnya selalu dibawa oleh Zayn. Ia mengambil gelang itu dan memakaikannya pada pergelangan tangan kiri Jenna.
"Now, youre mine Jennaira Adam Nagendra," ucap Zayn.
"T-tunggu dulu om. Jangan main pasang gelang sama klaim Jenna kayak gitu ih," ucap Jenna. Ia menarik kembali pergelangan tangannya dari genggaman Zayn membuat gelang itu jatuh di pangkuan wanita itu.
"Kenapa? Apa semalam kamu lupa ucapan kamu sendiri?" Tanya Zayn.
"Ucapan apa?"
"Sebelum menyatukan milik kita, aku bilang jika mulai malam tadi kamu adalah milik ku dan hanya kamu yang akan menjadi istriku. Dan setelah itu dengan tidak sabaran kamu menyebutkan nama ku dan mencium ku. Dari situ sudah aku simpulkan jika kamu adalah milik ku Jennaira Nagendra," ucap Zayn. Pria itu kembali mengambil pergelangan tangan Jenna dan memakaikan gelang itu.
"Tapi om, kan Jenna bilang kalo Jenna-,"
"Kamu menyetujuinya Jenna. Semalam kamu menganggukan kepala saat aku bicara jika kamu adalah milik ku," ucap Zayn.
Zayn tersenyum sinis, "Hanya wanita berkelas yang menepati ucapannya."
Jenna yang kesal pun membalikan posisi tubuhnya menjadi membelakangi tubuh Zayn. Namun ia sedikit meringis saat ia menggerakan tubuhnya.
"Pelan pelan Ms. Zayn," ucap Zayn.
"Ih, nama saya Jenna bukan Ms. Zayn," ucap Jenna.
Zayn tidak mau ambil pusing. Ia pun menarik Jenna agar kembali berhadapan dengannya. Kedua tangannya memeluk tubuh Jenna.
"Apa kamu mau saya buat hamil? Saya bisa saja membuat kamu segera hamil pagi ini. Bodohnya semalam saya tidak mengeluarkan benih benih saya di dalam rahim kamu," ucap Zayn.
"E e e, jangan om. Jangan macem macem ya!" Peringat Jenna.
__ADS_1
"Stop panggil saja om. Saya calon suami kamu, panggil saya Zayn," ucap Zayn.
"Gak mau, gak sopan! Om lebih tua dari pada Jenna," ucap Jenna.
"Sepertinya mulut kamu perlu di disiplinkan," ucap Zayn. Pria itu menahan tekuk Jenna dan menyatukan bibir mereka. Jenna tidak bisa banyak bergerak karena miliknya sakit ditambah Zayn menahan pergerakannya. Mau tak mau Jenna hanya diam saja.
Zayn dengan iseng merem*s squishy Jenna dibalik selimut yang digunakan olehnya.
"Mmmm, s-skhitt," ucap Jenna teredam ciuman Zayn.
Zayn sendiri hanya tersenyum miring di sela sela ciumannya. Ia masih kembali mencium Jenna, membuai wanita itu agar mau mengikuti arus permaiannya. Lama lama, pertahana Jenna luntur. Ia pun membalas ciuman Zayn.
Zayn tidak menyia nyiakan kesempatan ini. Pria itu bergerak masuk diantara kedua kaki Jenna. Tangan pria itu pun terus bergerilya diatas kedua squishy Jenna. Memancing nafsu wanita itu. Karena Zayn pernah membaca tentang wanita di salah satu berita di internet jika wanita akan terus ketagihan bermain intim setelah dipancing terus menerus.
Jenna sendiri yang terbuai dengan ciuman Zayn terus mengikuti gerakan bibir dan lidah Zayn. Sampai ia tidak sadar jika dibawah sana, milik Zayn sudah kembali menerobos masuk miliknya.
Jenna kembali mendes*h kesakitan akibat ulah milik Zayn. Zayn mendiamkan miliknya disana. Membiarkan milik Jenna terbiasa dengan miliknya.
"Ada pilihan, kamu memegang kendali dan aku tidak akan mengeluarkan cairan ku di dalam rahim mu, atau aku yang memegang kendali dan aku akan mengeluarkan semua cairan ku ke dalam rahim mu?" Ucap Zayn.
Ini sama sekali bukan penawaran. Lagi dan lagi Jenna terjebak oleh Zayn. Oleh permainan gila pria ini.
Tanpa mendengar ucapan Jenna, Zayn membalikan posisinya. Ia memangku tubuh Jenna sedangkan ia duduk diatas kasur dan menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang. Jenna sontak menutup area dadanya dan merapatkan lututnya.
"Bergeraklah, aku yakin kamu belum siap mengandung seorang anak. Lagi pula kita belum menikah," ucap Zayn.
"J-jenna, gak tahu gimana caranya," ucap Jenna. Menolak pun percuma. Jenna juga normal dan membutuhkan pelepasan.
"Aku akan mengajari mu, tapi ini tidak gratis," ucap Zayn. Pria itu pun mulai melakukan permainan.
Tbc.
__ADS_1
orang mah ketagihan seblak, jenna mah ketagihan jeyn hm🥸