One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
218. Punishment


__ADS_3

***


Kesal? Tentu saja. Bahkan rasanya Jenna ingin berteriak sekencang kencangnya di hadapan wajah Zayn. Dia ingin sekali mengunyeng unyeng wajah tampan pria yang berada di sampingnya ini. Pria itu tertidur setelah mengejar pelepasannya yang kedua. Pria gila dengan nafsu besarnya itu kembali menyetubuhi Jenna. Dengan alibi menghukum sebab Jenna tidak menurut dan sudah mengumpat.


Hei, lalu apa kabar dengan Zayn yang selalu mengumpat setelah mereka berdua melakukan penyatuan? Bahkan Zayn selalu mengumpat ketika itu, memang tidak mengumpati Jenna. Namun tetap saja telinga Jenna mendengarnya. Pria gila yang memiliki nafsu gila.


Jenna benar benar tidak habis pikir dengan nafsu yang dimiliki oleh pria ini. Entah kenapa dia sedikit takut sekaligus ngeri ketika mengingatnya. Zayn memang selalu gila dalam menyetubuhinya. Namun dibalik itu semua, Zayn selalu melakukannya dengan kelembutan. Karena takut Jenna kesakitan. Padahal entah apa yang dimaksud kelembutan, karena setiap melakukannya Jenna selalu kesakitan. Brutalnya Zayn sudah Jenna tahu. Dan itu dilakukan setiap mereka berhubungan intim. Ingin marah tapi Jenna takut Zayn lebih marah dan lebih gila ketika menggaulinya.


"Pria nafsuan," ucap Jenna sembari menatap wajah Zayn. Wanita itu tidak tidur kembali. Dia sudab cukup tidur dan sekarang dia lapar sekali. Seharusnya dia makan sejak dua jam yang lalu, namun karena hukuman yang dimaksud oleh Zayn maka Jenna harus rela untuk menunda acara makan paginya yang dilakukan di siang hari.


Jenna menarik kemeja milik Zayn dan menggunakannya tanpa mengancingkannya. Wanita itu berjalan perlahan menuju ke kamar mandi. Kenapa perlahan, sebab miliknya terasa nyeri dan perih pastinya nanti ketika terkena air.


Jenna melepaskan kemeja itu dan masuk ke dalam air bathup hangat. Relax langsung ia rasakan meskipun dibawah sana sedikit nyeri. Berendam dulu baru membersihkannya dibawah shower.


"Mas Zayn tadi bilang ketemu sama Math, apa ada hal penting yang terjadi ya?" Gumam Jenna. Entah kenapa pikirannya tiba tiba mengarah kesana. Memikirkan tentang ucapan Zayn yang berbisik tadi padanya.


Tiga puluh menit berlalu, Jenna sudah selesai mandi. Tubuhnya masih dibalut kemeja tadi, Jenna malas mengambil pakaiannya. Dia hanya mengambil ********** saja.


Di meja ruang tamu, sudah terhidang banyak makanan. Sepertinya Zayn sudah menyiapkannya. Untunglah, jika tidak mungkin Jenna akan memutuskan keluar dan mencari makanan. Jenna lantas mengambil ayam goreng dan mulai memakannya sembari menonton film di laptop milik Zayn.


Jenna hanya makan sedikit nasi, namun banyak makan sayur selada dan ayam goreng serta sambel. Dia memang maniak ayam goreng, namun untungnya tubuhnya tidak gemuk karena mengkonsumsi ayam itu. Apapun masalahnya solusinya hanya makan ayam goreng saja. Apalagi ditambah sambel, nikmatnya bertambah tambah. Lidah Jenna memang sangat Indonesia sekali.


Setelah selesai makan, Jenna membereskannya. Dia tidak mungkin akan membiarkan bekas makannya tidak rapi. Jenna tidak suka melihatnya, jadi dia membereskannya. Baru setelah membereskan bekas makannya Jenna bersantai lagi.


Namun santainya berakhir saat Zayn bangun dan merengek. Percis sekali seperti anak kecil yang ditinggal saat tidur oleh mamanya. Lihat, Zayn langsung memeluk tubuh Jenna. Bahkan menyingkirkan mangkuk anggur hijau yang sedang dimakan oleh wanita itu.


"Mas, kebiasaan banget suka ganggu kenikmatan aku," ucap Jenna. Bagaimana tidak mengganggu, Zayn tidur diatas dadanya dengan kakinya yang melilit kaki Jenna.

__ADS_1


"Nyaman sayang," ucap Zayn. Jenna hanya menghela nafasnya dan melanjutkan scroll sosial media miliknya.


"Mau make up sendiri atau sewa jasa make up?" Tanya Zayn.


"Sendiri," jawab Jenna.


"Oke. Nanti ada beberapa gaun yang bisa kamu pilih. Aku pake tuxedo hitam," ucap Zayn.


"Item mulu yang dipake. Emang gak ada warna lain lagi?" Sindir Jenna.


"Aku menyukainya, tapi aku lebih menyukai kamu," ucap Zayn.


"Gak usah gombal," ucap Jenna. Zayn hanya terkekeh mendengarnya. Wanitanya ini memang selalu tidak suka jika ia gombali. Menurut Jenna itu alay. Padahal jika wanita lain mungkin sudah klepek klepek jika Zayn menggombalinya.


"Suka banget sama kamu. Apalagi waktu kamu nurut sama aku di atas ranjang," ucap Zayn.


"Gak mau, mau kayak gini terus sama kamu," ucap Zayn.


Astaga, Jenna benar benar bingung sekarang. Apa dia mendorong tubuh Zayn saja agar pria ini menjauh. Dan mungkin bisa kesakitan karena jatuh? Tidak, tidak. Jenna tidak tega. Bagaimana pun Zayn adalah tunangannya dan juga calon suaminya. Belum menikah saja masa sudah melakukan KDRT. Kan tidak boleh.


"Mas," panggil Jenna.


"Yes honey, ada apa?" Tanya Zayn.


"Tadi kamu ketemu Math? Ada apa?" Tanya Jenna.


"Gak ada apa apa sayang, cuma urusan kerjaan aja," ucap Zayn.

__ADS_1


"Oh, kirain apa. Tumben dia harus langsung nyamperin kamu, biasanya kan suka lewat telepon," ucap Jenna.


"Kenapa? Kamu gak mau aku tinggal ya tadi pagi?" Tanya Zayn.


"Iyalah. Siapa yang mau ditinggal pas malemnya udah di hajar habis habisan. Aku bukan wanita club yang bisa kamu tinggalin seenaknya," ucap Jenna.


"Kamu bukan wanita seperti itu. Stop mengatakan hal itu, aku tahu aku salab karena sudah meninggalkan kamu tadi pagi. Maafkan aku," ucap Zayn. Pria ini paling tidak suka jika wanitanya mengatakan dirinya seperti wanita wanita murahan diluaran sana. Karena menurut Zayn, Jenna adalah wanita special dan terhormat.


"Ya gimana aku gak berpikiran seperti itu mas, orang kamu aja kayak gitu sama aku," ucap Jenna.


"Okey, aku salah dan tidak akan mengulanginya lagi. Dan aku harap, kamu tidak mengatakan hal seperti itu lagi. Jika iya, kamu tahu kan hukuman aku seperti apa. Atau kamu mau di hukum lagi?" Tanya Zayn.


"Enggak!" Jawab Jenna spontan. Dia sudah tahu seperti apa hukuman yang dimaksud oleh Zayn. Dan dia tidak mau lagi dihukum. Pria ini jadi gila ketika akan menghukumnya.


Mulai saat ini Jenna harus pandai pandai untuk tidak melakukan hal yang membuat Zayn marah sehingga dia menghukumnya. Jenna harus lebih hati hati lagi. Jika dia melakukan kesalahan lagi, maka tamatlah sudah riwayatnya.


"Kalo enggak nurur sama aku. Karena lain kali aku akan menghukum kamu lebih dari itu," ucap Zayn. Pria itu mengambil anggur yang ada di mulut Jenna dan memakannya.


"Mas mah kebiasaan, di piring masih banyak," ucap Jenna.


"Mau yang itu," ucap Zayn. Pria itu bangkit dari tidurannya dan bergerak melepaskan kemeja miliknya yang dipakai oleh Jenna.


"Ngapain sih mas astaga, aku tahu ini punya kamu kemejanya. Pinjem bentar," ucap Jenna.


"Mau nen, itu juga punya aku kalo kamu lupa."


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2