
***
Selesai makan, Jenna langsung meminta Math untuk mengantarkan Zayn pulang. Jenna terpaksa ikut karena Zayn memaksanya. Dan yang lebih parahnya lagi, Zayn tidak mau pulang ke rumah orang tuanya. Pria itu hanya meminta pulang ke apartement-nya saja.
Jenna hanya mengikuti apa maunya pria ini. Tadi saat Jenna dan Zayn sampai di kamar apartement Zayn, Jenna hendak menghubungi kedua orang tua pria itu, namun Zayn melarangnya. Ia hanya ingin dirawat oleh Jenna. Lagi dan lagi Jenna hanya mengikuti maunya pria ini saja.
"Sayang, sini. Tidur sama aku," ucap Zayn.
"Bentar," ucap Jenna. Ia melepas jas hitamnya sehingga menampilkan bahu mulusnya. Zayn pria normal, sudah pasti dia tergiur melihat itu.
Jenna yang belum sadar pun naik begitu saja ke atas kasur. Ia tiduran di sebelah Zayn. Pria itu langsung menariknya dan memeluknya. Kepala Zayn dengan santainya bersandar pada dada empuk Jenna.
"Om, harus gitu posisinya kayak gini?" Tanya Jenna.
"Hmm. Kamu juga suka gini sayang, sekarang gantian ya? Elusin juga kepala aku," ucap Zayn. Jenna pun mengangkat tangannya dan mengelus pelan kepala Zayn. Perlahan namun pasti. Lama lama Zayn merasa nyaman dengan elusan itu. Saking nyamannya ia sampai tertidur dengan cepat.
Bersandar pada dada Jenna ditambah elusan lembut di rambutnya, tentu saja Zayn akan cepat tertidur. Jenna juga ikut ikutan mengantuk. Lama lama ia memejamkan matanya dan ikut menyusul Zayn ke alam mimpi. Sama sama memberikan kenyamanan sampai mereka tidak sadar terlena dengan kenyamanan itu dan semakin tidak mau berpisah.
Mungkin itu hanya berlaku untuk Zayn saat ini karena ia memang yang duluan mencintai Jenna. Berbeda dengan Jenna. Ia memang nyaman, namun ia masih belum bisa sepenuhnya percaya.
Banyak yang bilang, mati satu tumbuh seribu. Perasaan Jenna mati kemarin gara gara Mario dan tak berselang lama, Zayn datang menawarkan cintanya. Sayangnya perasaan Jenna sudah mati dan perasaannya tertinggal di orang lama. Zayn orang baru yang tidak tahu apa apa namun ia yang kena akibatnya.
Mario yang membuat Jenna seperti itu namun Zayn yang harus menerima akibatnya. Akibat dari perlakuan Mario pada Jenna sampai sampai wanita itu sulit kembali percaya pada pria baru.
__ADS_1
Jenna akui memang tidak semua pria seperti itu, hanya saja yang menyakitinya ini adalah seorang pria. Sudah pasti Jenna akan menyalahkan pria.
***
Lita dan Rendra baru saja selesai bekerja di kantor dan restoran mereka masing masing. Rendra menjemput istrinya ke restoran milik Lita.
"Pah, sejak Zayn pulang dari Bali, anak itu belum menemui kita. Apa dia baik baik aja ya?" Tanya Lita.
"Dia pasti baik baik saja ma. Zayn sudah dewasa juga, ia pasti bisa menjaga dirinya," ucap Rendra.
"Iya pah, tapi mama gak tenang. Sejak siang hari ponsel Zayn tidak aktif. Mending kita ke apartement-nya aja ya? Sekarang," ucap Lita.
"Papa cemburu mama lebih perhatian sama anak itu," ucap Rendra.
"Papa! Dia anak kamu, masa kamu masih cemburu aja sih? Heran deh mama. Kalo papa gak mau anterin ya gak papa, biar mama aja sendiri yang kesana. Papa gak usah ikut," ucap Lita kesal. Ia tidak habis pikir dengan suaminya ini. Anaknya sendiri masih dicemburui? Yang benar saja. Zayn adalah darah daging mereka. Tidak pantas jika Rendra cemburu begitu. Wajar kan jika seorang ibu mencemaskan keadaan anaknya?
Sesampainya di apartement Zayn, Rendra langsung memasukan pin-nya. Ternyata anak itu belum mengubah pin-nya.
"Zayn, kamu disini?" Tanya Lita sedikit berteriak. Namun tidak ada jawaban apa apa.
"Apa mungkin dia masih di kantor pah? Tapi Math bilang Zayn sudah pulang," ucap Lita.
"Mama telepon Mathew?" Tanya Rendra menyelidik.
__ADS_1
"Iya. Mama tanya keadaan anak mama sama dia, dia asisten-nya. Sudah pasti dia tahu keadaan Zayn. Mau cemburu juga? Terserah pa, mama cape sama papa," ucap Lita. Wanita itu pun melanjutkan langkahnya untuk mencari keberadaan Zayn. Di dapur, ruang tamu, bahkan toilet tidak ada. Apa mungkin di kamar.
Lita pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar anaknya. Saat membuka pintu, refleks ia akan berteriak terkejut namun Rendra buru buru menutup mulut istrinya itu sebelum membangunkan kedua mahluk itu.
"Diem ma. Zayn sakit katanya, pantes dia gak hubungin kamu. Tahu-nya udah sama ceweknya," ucap Rendra pelan.
"Papa tahu dari mana kalo Zayn sakit?" Tanya Lita.
"Papa tahu apapun tentang anak papa ma. Apalagi sejauh apa hubungan mereka berdua, Zayn mungkin bisa menutupi semua itu dari Adam tapi tidak dari papa," ucap Rendra. Ia menarik tangan istrinya untuk keluar dari dalam kamar anaknya dan kembali menutup pintu-nya.
"Zayn memaksa Jenna jadi kekasih-nya ma," ucap Rendra. Ia hanya bisa mengatakan hal ini pada istrinya. Bagaimana pun ia tidak bisa memberitahu istrinya secara detail.
"Zayn mirip banget sama papa dulu. Mama juga kam dipaksa sama papa buat jadi istri papa. Mana mama s*x duluan lagi sebelum nikah. Semua gara gara papa," ucap Lita. Tentu saja ia menyalahkan Rendra karena ulahnya dulu mungkin tidak bisa dimaafkan. Bagaimana tidak, Lita selalu dipaksa untuk melayani nafsu suaminya ini dulu. Padahal dulu mereka baru berpacaran.
"Yang dulu biarin aja kali ma. Kan udah lewat juga, yang penting papa nikahin mama, beres," ucap Rendra.
"Ya tetep aja kesel pah. Papa itu ngeselin banget," ucap Lita.
"Ssttt. Udah, ayo pulang. Anak kamu bakalan ngambek kalo kita ganggu waktunya sama Jenna," ucap Rendra. Ia menarik tubuh istrinya untuk keluar dari unit anaknya. Lebih baik mereka pulang ke rumah mereka saja dari pada harus disini.
Sementara itu beberapa menit setelah Lita dan Rendra pergi, Jenna terbangun. Tangannya terasa pegal karena ditiduri oleh kepala Zayn. Zayn masih terlelap, sepertinya ada efek obat tidur di obatnya.
Perlahan, Jenna menggeser kepala Zayn agar berpindah dari dadanya. Cukup pelan sampai akhirnya Jenna berhasil melepaskan kepala Zayn. Tangan dan dada-nya terasa pegal dan berat sekali.
__ADS_1
Sudah sore hari, Jenna mengirimkan pesan pada mami-nya jika Jenna akan tidur di apartement saja. Toh ia juga malas jika harus kembali berkendara. Jenna melirik ke arah Zayn. Pria itu masih tertidur pulas. Jenna pun memutuskan untuk mandi dan mengganti bajunya di apartement miliknya. Ia juga akan mengambil beberapa bahan makanan untuk makan malam. Karena di apartement Zayn tidak ada makanan.
Tbc.