
Ada kesalahan teknis guys, maaf wkwk. Ini yg bener🤣✌️
***
Entah harus bahagia atau tidak. Yang jelas saat ini Jenna benar benar tidak mengerti dengan apa yang dirasakannya. Sedikit takut namun dia juga bahagia karena datang ke mkota Paris. Namun minusnya, dia tidak akan dilepaskan oleh Zayn sampai pria itu mau melepaskannya.
Jenna akui dia menikmati permainan itu. Bahkan dia juga selalu menginginkan yang lebih ketika bersama dengan Zayn. Dia melakukan itu dalam keadaan sadar dan tidak dipaksa dengan kasar. Memang dipaksa, namun dengan rayuan, bukan dengan cara kasar seperti apa yang sering Jenna lihat di series series yang sering ia tonton.
Jenna menghela nafasnya saat mobil yang dia naiki bersama Zayn berhenti. Mobil itu benar benar membawanya ke suatu daerah di pesisir kota Paris, tempatnya nyaman dan sunyi. Jenna suka kesunyian, mungkin ini sebabnya Zayn membawanya kemari.
Zayn merangkul mesra pinggang Jenna dan membawanya masuk. Disana sudah ada seorang pria, entah dia bodyguard atau pemilik resort ini, Jenna tidak tahu. Mereka masuk ke dalam resort tersebut. Awalnya Jenna kira memang tempatnya biasa saja, ternyata ini sangat luar biasa!
Berjalan cukup jauh dari area depan, ternyata resort ini memiliki dua lantai. Di lantai bawah atau lantai keduanya langsung menghadap ke laut. Indah sekali. Jenna benar benar memekik kebahagiaan melihat pemandangan indah ini. Benar benar indah sekali, Jenna sangat suka pantai.
"Do you like it?" Tanya Zayn.
"Yeah, i like it dear. Thank you," ucap Jenna tersenyum.
"Rasanya ucapan terimakasih tidaklah cukup sayang," ucap Zayn. Pria itu tersenyum miring ke arah Jenna. Jenna paham dan mengerti apa yang diinginkan pria ini, sudah lama bersama tentu saja Jenna paham sekali. Tak banyak bicara Jenna lantas mengecup pelan bibir Zayn. Namun bukannya melepaskan, pinggang Jenna justru di tarik oleh Zayn agar ciuman mereka berdua tidak terlepas.
"Mas ih, nafsuan banget," ucap Jenna memaksa untuk melepaskan ciumannya.
"Aku tidak sabar sayang," ucap Zayn pelan. Matanya sayu dan tatapannya menggelap.
Oh ayolah, Jenna baru sampai disini dan Zayn akan langsung memakannya? Yang benar saja! Jenna ingin menikmati tempat indah ini dulu. Lusa mereka akan ke pesta, setidaknya Jenna ingin menikmati waktunya disini dulu. Tapi Zayn dengan tidak sabaran ingin kembali menggarapnya? Benar benar gila.
"Mas, kita baru sampai dan tatapan kamu sudah seperti ini? Come on, apa hanya ada selangk*ngan di pikiran kamu ini?" Tanya Jenna.
Zayn terkekeh pelan, gadisnya sedang kesal sepertinya. "Iya, kamu benar sayang, seharusnya kamu salahkan diri mu yang sangat menggoda ku. Aku benar benar tidak tahan, aku ingin bercinta di alam bebas seperti ini," ucap Zayn.
__ADS_1
"Gila ya kamu? Kalo ada yang lihat gimana?!" Tanya Jenna geram. Tentu saja dia geram, kenapa harus sampai bercinta di luar sini jika di dalam resort itu ada kasur atau sofa?! Gunanya kasur dan sofa itu apa. Mereka bukan kucing yang bisa bebas bercinta dimana saja.
"Ini resort pribadi milik ku sayang. Lihatlah ke sekitar, apa kamu melihat orang? Tidak kan? Sekelilung tempat ini sudah aku pagar agar tidak ada yang bisa masuk kecuali menggunakan pintu depan tadi. Ini pulau pribadi milik ku," ucap Zayn.
What the fu*k...
Jadi ini pulau pribadi? Pantas saja pria itu sangat tidak sabaran untuk kesini.
"Kenapa bisa tempat seluas ini hanya kamu pemiliknya?" Tanya Jenna.
"Dengan uang semuanya bisa aku miliki sayang," ucap Zayn tersenyum.
Benar juga. Zayn pria berduit, sudah pasti dia bisa memiliki apapun dengan cepat dan dalam sekejap mata. Jenna melupakan hal itu.
"Lingerie di dalam sangat banyak," bisik Zayn. Pria itu pun mengecup Jenna lalu pergi dari sana.
"Mas mau kemana?" Tanya Jenna.
"No s*x," teriak Jenna.
"Itu tidak akan mungkin," ucap Zayn.
Jenna menghela nafasnya. Dia ingin kembali virgin rasanya. Tapi Zayn terus saja menerobos miliknya. Rasanya milik Jenna sudah kendur. Dia harus spa, supaya miliknya terus terjaga, olahraga yoga juga. Tapi masalahnya dia tidak memiliki waktu itu. Zayn tidak melepaskannya.
"Kayaknya cari cara instan buat bikin ini makin rapet lagi," ucap Jenna pelan sembari melihat ke arah bawah tepatnya ke area miliknya. Wanita itu pun segera beranjak dari sana dan berjalan masuk ke dalam resort.
***
Di Indonesia sendiri, Ale dan Ryan baru saja selesai menghadiri meeting dengan seorang klien yang akan menjadi investor di perusahaan Ryan. Ale terpaksa ikut kemana mana. Dia sebenarnya ingin tidur saja di hotel, tapi Ryan tidak membiarkannya. Pria itu dengan segala caranya memaksa Ale untuk mengikutinya kemana pun dia pergi.
__ADS_1
"Yan," panggil Ale.
"Kenapa babe?" Tanya Ryan.
"Eliza emang bit*h ya?" Tanya Ale. Saat ini keduanya baru sampai di hotel, tempat semula yang mereka tempati untuk menginap.
"Iya. Sejak dulu, bahkan sebelum menjadi pacar dari Zayn. Aku dan Ghani selalu memberitahu Zayn jika Eliza tidak baik untuknya, tapi pria itu benar benar keras kepala. Dia setunduk itu dulu pada Eliza," ucap Ryan.
"Kamu ngerasa gak sih kalo Zayn itu kayak gak bener bener cinta sama Eliza dulu, buktinya sekarang Zayn terkesan sangat acuh dan sangat terobsesi pada Jenna," ucap Ale.
"Itu sudut pandang kamu babe, tapi berbeda dengan sudut pandang ku dan Ghani. Dulu Zayn bucin banget sama Eliza," ucap Ryan.
"Contohnya?" Tanya Ale.
"Dia kasih kartu kredit sama Eliza. Selain itu dia nurut banget apapun yang diinginkan Eliza," ucap Ryan.
"Apa jangan jangan Jenna cuma dijadiin pelampiasan?" Tanya Ale.
"Enggak mungkin. Hubungan keluarga Zayn dan keluarga Jenna tidak terjalin karena bisnis babe. Kedua orang tua mereka sudah saling mengenal sejak lama. Kalo tidak salah sejak mereka sekolah," ucap Ryan.
"Iya sih, Jenna juga sempet bilang gitu. Tapi aku takut Jenna disakitin sama Zayn," ucap Ale.
"Biarkan itu jadi urusan mereka berdua. Sekarang kita urus urusan kita saja," ucap Ryan.
"Cukup Yan, jangan lagi kamu paksa aku buat ngang*ang, aku bisa laporin sikap kamu ini sama mama Ina," ucap Ale mengancam. Mama Ina adalah mama kandung Ryan.
"Lapor saja, aku tidak peduli. Lagi pula mama dan papa ku dulu juga lebih liar dari kita, dia bahkan hamil diluar nikah. Namun sayang, bayinya meninggal karena keguguran," ucap Ryan.
"Apa?!"
__ADS_1
"Iya, aku seharusnya punya kakak. Dia perempuan, usianya baru tujuh bulan saat itu. Dan mama kecelakaan, satu bulan setelah menikah dengan papa."
Tbc.