One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
33. Makan dan Bercerita


__ADS_3

***


Jenna sedang bersiap siap untung pulang ke rumahnya. Sesampainya tadi dari restoran Ale, ia langsung berpisah dengan Zayn karena pria itu harus pergi ke kantornya. Ia sudah ditunggu klien dari Eropa. Jenna bersyukur saja, karena ia terlepas dari pria itu.


Jenna memasukan semua barang yang ia bawa tadi, tidak banyak. Wanita itu hanya membawa dompet, power bank, dan ponsel. Setelah semuanya masuk, Jenna pun keluar dari dalam ruangannya.


Di lobby, ia bertemu dengan Cahu.


"Balik bareng gue. Bokap lo tadi pergi ke kantornya cowok yang tadi," ucap Cahu.


"Gas. Tapi makan dulu yuk," ajak Jenna. Ia memang kembali lapar lagi sebab tadi ia hanya makan sedikit di restoran Ale. Dan bodohnya ia lupa bayar, tapi tenang saja tadi ia sudah mentrasfer uang pada Ale untuk membayar jajanannya tadi.


"Mau makan kemana?" Tanya Cahu.


"Nasdang dong," ucap Jenna.


"Ha? Restoran apa tuh?" Tanya Cahu.


"Resto padang ih, nasdang itu nasi padang Hu. Gak gaol banget idup lo sumpah," ucap Jenna.


Cahu tertawa. "Dasar jamet alay."


Jenna tidak menjawabnya, wanita itu justru malah menarik tubuh Cahu agar segera berangkat. Sudah sore hari, apa restoran padang masih ada yang buka ya? Semoga saja masih buka. Sebab Jenna sangat ingin memakan makanan padang.


Cahu memakai helmnya begitu juga dengan Jenna. Mereka pun naik ke atas motor Honda CBR 150. Motor yang awalnya sangat bagus tampilannya menurut Jenna, namun kini sudah di modif oleh Cahu. Warna aslinya masih sama namun ada beberapa hal yang ditambahkan.


Jenna juga belajar motor dari Cahu. Jenna sudah pandai mengendarai motor sejak SMP. Waktu itu Jenna belajar motor matic, namun lama kelamaan wanita itu juga belajar menaiki motor kopling. Alhasil, Jenna bisa mengendarai motor matic dan kopling. Tidak banyak yang tahu jika Jenna bisa mengendarai motor, sebab wanita itu jarang mengendarai motor.


Jenna berpegangan pada kedua bahu Cahu. Layaknya seperti tukang ojeg. Namun Jenna memang selalu berpegangan seperti itu. Jarang sekali Jenna berpegangan ke pinggang Cahu. Malas saja rasanya.

__ADS_1


"Oi Jenn, nasi padang yang itu aja gimana? Biar deket juga gak perlu nyari lagi," ucap Cahu.


"Boleh," teriak Jenna.


Mereka pun berhenti di area parkiran rumah makan itu, awalnya Jenna memang ingin ke restoran namun tidak jadi. Cahu juga sepertinya sudah kelaparan. Mereka berdua masuk ke dalam rumah makan itu setelah membuka helm.


Jenna disambut oleh pelayan rumah makan itu, ia dan Cahu menyebutkan menu makanan yang mereka inginkan. Pelayan itu langsung menyiapkannya dan langsung memberikannya pada Jenna dan Cahu. Mereka membawa pesanan mereka sendiri ke meja.


Sebelum makan, Jenna dan Cahu bergantian mencuci tangannya sebelum makan. Memakan makanan seperti ini lebih enak jika menggunakan tangan langsung.


"Ngomong ngomong, nanti lo harus cerita ke gue soal elo sama Mario cok. Gue kepo banget," ucap Mario.


"Iye abis makan," ucap Jenna. Cahu mengangguk sekilas dan kembali makan. Mereka tidak berbicara ketika makan. Karena memang itu tidak boleh dan takut tersedak juga.


Jenna kira rasa masakannya tidak akan cocok dengan lidahnya. Namun ternyata salah, Jenna bahkan minta tambah menu lain seperti gulai tunjang dan cumi bunting pedas. Cahu sendiri hanya menambah nasi dan lalapan karena lauknya masih ada.


"Kenyang bego gue," ucap Cahu.


"Baru nyadar lo?" Ucap Jenna.


"Anjir," umpat Cahu. Jenna pun bergerak menuju pelayan tadi untuk membayar makanan yang sudah masuk ke dalam perutnya dan juga perut Cahu. Totalnya tidak banyak, hanya kurang dari dua ratus ribu saja.


"Hu, ceritanya nyari tempat lain aja deh. Jangan disini," ucap Jenna.


"Okeh."


Mereka berdua pun pergi dari rumah makan itu. Cahu mengendarai motornya. Mencari tempat yang strategis untuk mendengarkan cerita Jenna. Mata Cahu menangkap sebuah cafe. Ia pun memarkirkan motornya disana.


"Baru makan Cahu, kok malah ke cafe. Lapar lagi lo?" Tanya Jenna.

__ADS_1


"Kagak. Mau ngopi gue biar fresh otak gue. Butek lihat huruf sama angka mulu di makalah skripsi gue," ucap Cahu.


Jenna hanya ber-oh ria saja. Ia pun mengikuti Cahu masuk ke cafe itu. Cahu memesan kopi americano sedangkan Jenna memesan ice cream puding. Mereka pun mengambil duduk di sudut cafe. Tempat yang cukup nyaman untuk ditempati.


"Kenapa gak ke mix*e aja kalo lo mau es," ucap Cahu.


"Emang disana ada kopi? Kan kagak," ucap Jenna.


"Hehe. Mulai deh, gue mau mulai interogasi lo. Cerita dulu deh, entar gue nanya," ucap Cahu. Jenna pun mengangguk dan mulai menceritakan penyebab ia putus dengan Mario secara detail.


Cahu adalah teman Mario, bahkan Jenna mengenal Mario saat ikut dengan Cahu waktu sunmori. Saat itu Mario hanya berkenalan biasa saja, namun entah dari mana ia bisa mendapatkan nomor Jenna. Da dari situlah mereka mulai intens saling bertukar kabar bahkan bertukar cerita.


Sebenarnya waktu itu Jenna tidak terlalu mempercayai Mario jika pria itu memang benar benar menyukainya. Namun ternyata pria itu cukup memiliki effort sehingga Jenna percaya dan mulai menaruh hatinya.


"Gila, ke gep lagi nganu? Parah," ucap Cahu tidak habis pikir.


"Lo tahu kan kalo Yura gak pernah suka sama apa yang gue miliki saat ini, makanya itu dia juga coba masuk kerja di perusahaan papanya. Tapi gak tahu bener apa enggaknya," ucap Jenna.


"Gue gak terima lo diginiin sama dia Jenn. Gimana pun lo sodara gue, gue beneran gak terima. Gue bakalan buat perhitungan sama tuh cowok buaya," ucap Cahu.


"Kayak lo gak buaya aja," ucap Jenna.


"Yee, beda. Gue buayanya gak sampe ngamar kayak gitu. Joninya si Mario murahan banget, sebelumnya gue juga gak setuju lo sama Mario karena anak anak bilang dia emang sering keluar masuk club, dan berakhir ngamar sama cewek club," ucap Cahu.


"Ya biarin lah, toh sekarang gue juga udah gak sama si Mario lagi. Yang jelas gue mau sembuhin sakit hati gue dulu, gak tahu juga gue bisa percaya sama cowok lagi apa enggak," ucap Jenna. Terdengar helaan nafas darinya. Sepertinya hidup Jenna memang tidak seceria yang terlihat.


Cahu mengulurkan tangannya dan menepuk nepuk bahu Jenna. "Gue yakin lo bisa lewatin ini semua. Masalah trauma lo, lo harus bisa sembuhinnya sendiri. Jangan lewat orang lain, takutnya orang itu pergi dan lo kembali trauma."


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2