
***
Entah sudah berapa jam mereka berdua tertidur. Zayn dan Jenna masih anteng memejamkan matanya. Entah kapan mereka akan bangun. Keduanya sama sama kelelahan, mereka baru saja selesai bermain. Semua karena paksaan Zayn. Jenna sudah menolaknya, namun mau bagaimana lagi, Zayn tetap akan terus mendesaknya agar Jenna mau mengikuti kemauaanya.
Jenna sudah tidak memiliki jalan keluar lagi, dia sudah benar benar harus tunduk dan mengikuti kemauan Zayn. Jenna kelelahan, dia langsung tertidur setelah ronde ketiga. Entah kenapa dosa nikmat ini benar benar tidak bisa ia hindari. Jenna ingin berhenti, namun Zayn terus memaksanya. Bahkan banyak cara yang dilakukan pria itu untuk membuat Jenna menuruti kemauannya.
Drtt.. drttt...
Ponsel Jenna berdering sejak tadi, namun wanita itu masih setia memeluk guling yang berada di depannya. Sedangkan Zayn memeluk tubuh Jenna dari belakang. Pria itu sangat sensitif suara, dia sudah mendengarnya namun dia belum bergerak untuk mengambilnya. Dia masih berusaha mengumpulkan nyawanya. Disini masih malam, dan siapa yang menghubungi Jenna? Kenapa dia berani sekali. Apa dia tidak tahu jika Jenna sudah berada di negara berbeda?
"Sayang," panggil Zayn. Pria itu menaikan tangannya yang tadi berada diatas perut Jenna dan menangkup satu squishy wanita itu lalu merem*snya pelan. Itu adalah salah satu cara Zayn untuk membangunkan Jenna.
Satu kali remas*n tidak membuat Jenna bangun. Zayn pun kembali melakukannya. Kali ini cukup kencang. Berhasil, Jenna pun terusik. Wanita itu bergerak dan menjadi terlentang. Matanya masih terpejam.
"Ada telepon," bisik Zayn.
"Males. Biarin aja," ucap Jenna. Wanita itu membalikan tubuhnya dan memeluk Zayn.
"Cantik banget," gumam Zayn saat melihat wajah Jenna yang kembali tertidur. Damai sekali, sayangnya ada sedikit luka di bibir Jenna. Itu adalah ulah Zayn. Bercak merah di area dada wanita itu jadi pemandangan indah untuknya. Liar sekali dia ketika sedang dirudung nafsu.
Zayn tidak tega melihat Jenna yang kelelahan jika dia dibangunkan lagi. Dia pun berinisiatif mengambil ponsel Jenna dan melihat siapa yang menelepon.
"Ck. Ada apa sih," gumam Zayn saat melihat nama kontak yang menelepon. Dia adalah Alesha, kekasih Ryan, temannya.
__ADS_1
"Jenna tidur, telepon beberapa jam lagi. Disini masih malam," ucap Zayn singkat. Dia langsung mematikan ponselnya dan menyimpannya lagi ke tempatnya. Dia kembali memeluk tubuh Jenna dan mengecup pelan kening Jenna lalu tertidur.
"Siapa?" Gumam Jenna bertanya.
"Temen kamu, wanitanya Ryan," jawab Zayn.
"Ale? Ngapain dia telpon?" Tanya Jenna pelan.
"Entah, aku gak banyak tanya. Aku hanya bilang hubungi beberapa jam lagi, sebab disini masih malam. Setelah itu aku menutupnya," ucap Zayn.
"Jahat banget, dia sahabat aku," ucap Jenna.
"Sstt, tidur lagi atau mau aku tidurin lagi?" Tanya Zayn.
"Aku gak pernah menganggap kamu seperti itu sayang. Aku justru menganggap kamu sebagai milik ku dan aku milik mu. Perihal s*x, itu hanya pemanis saja. Hubungan akan hambar jika kita tidak nakal," ucap Zayn.
"What ever, aku mengantuk dan ingin tidur lagi. Pagi nanti jangan memaksa aku untuk bangun dan sarapan. Biarkan aku bangun sendiri. Aku butuh tidur lama," ucap Jenna.
"Tentu, besok kita akan berangkat ke resort yang sudah aku siapkan. Dan disana kamu hanya boleh memakai lingerie saja," ucap Zayn.
Pria gila!! Gilanya lagi Jenna malah mencintainya.
***
__ADS_1
Beberapa jam berlalu, Zayn benar benar bangun sendiri dan tidak membangunkan Jenna. Dia mandi sendiri dan tidak memaksa Jenna untuk ikut mandi bersama dengannya. Kasihan juga jika wanita itu dibangunkan paksa, yang ada bukannya bangun tapi dia akan marah dan uring uringan tidak jelas. Bisa bisa keinginan Zayn untuk memanjakan miliknya tidak akan terwujud hari ini. Dia memilih menuruti kemauan Jenna dari pada kemauannya tidak terwujud.
Zayn memejamkan matanya menikmati hangatnya air bathup yang mampu merilekskan otot ototnya yang sedikit kaku karena kegiatannya malam tadi. Dia memejamkan matanya, aromatherapy yang direkomendasikan Jenna dan selalu dibawa oleh wanita itu ternyata memang sangat nikmat sekali aromanya. Menenangkan sampai mampu membuat tubuhnya rileks.
"Gak salah kayaknya gue berjuang mati matian keluarin semua yang gue punya buat dapetin Jenna. Jenna bener bener pantes buat gue miliki, wanita itu benar benar buat gue gila. Untungnya gue yang pertama buat dia, coba kalo si bajing*n Mario itu," ucap Zayn.
Benar. Accident yang terjadi waktu itu memang Zayn lah orang yang pertama untuk Jenna. Dia benar benar sangat senang karena miliknya bisa menerobos milik Jenna yang masih sangat rapat dan tertutupi oleh selaput kewanitaannya. Zayn berbinar melihat darah yang keluar saat itu. Otaknya masih merekam jelas melihat indahnya darah itu mengalir dari milik Jenna saat Zayn sedikit mengeluarkan miliknya.
"Shittt!!! Milik gue jadi tegang. Sialan!!" Umpat Zayn. Miliknya benar benar lemah sekali. Dia tidak bisa menahan hasratnya hanya dengan membayangkannya saja sudah mampu membuat miliknya tegak berdiri. Zayn mencoba mengusir jauh pikiran plus plus itu agar miliknya tidak bangun. Namun sepertinya sia sia. Dia harus bermain solo.
Satu jam berlalu, Zayn baru saja selesai mandi dan berpakaian. Dia sudah tampan dengan tampilan casualnya. Kemeja hitam dengan celana bahas berwarna senada. Pria itu menggunakan dasi dan menatap tubuh Jenna yang bagian atasnya terekspos. Wanita itu masih setia memejamkan matanya.
"Gede banget gila," komentar Zayn saat melihat selimut tipis yang dipakai Jenna mencetak bagian atas squishy Jenna.
"Kayaknya itu ulah gue. Hampir tiap hari gue his*p sama rem*s. Hasilnya langsung gede banget, gak sabar ada airnya, kayaknya enak kalo ada airnya," gumam Zayn.
Tiba tiba muncul sesuatu di otaknya. Apa mungkin dia melakukan hal itu saja agar apa yang dia mau terjadi? Sepertinya iya, itu juga ada baiknya juga.
Zayn mendekat ke arah Jenna dan duduk disamping tempat tidur. Dia membuat gerakan melingkar menggunakan telunjuknya diatas put*ng milik Jenna. Tiba tiba put*ng itu menegang. Zayn tersenyum miring, melihat reaksi itu.
"Tubuh kamu gak bisa bohong sayang," bisik Zayn. Pria itu mencondongkan kepalanya dan mengecup bibir Jenna. Dia juga mengecup put*ng tadi. Namun bukan hanya mengecup, melainkan membuka mulutnya dan mengul*mnya. Gerakan perlahan agar tidak membangunkan Jenna. Dia sangat menikmatinya.
"Jika saja tidak ada pertemuan, mungkin aku akan memilih untuk berada disini bersama kamu. Tunggu aku sebentar, aku tidak akan pergi lama," ucap Zayn. Pria itu kembali mengecup bibir Jenna dan ********** lalu meninggalkan sticky notes di samping nakas.
__ADS_1
Tbc.