One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
114. Gunting Pita


__ADS_3

***


Pagi hari yang cerah menyapa. Zayn dan Jenna bangun bersamaan. Zayn menahan Jenna yang akan bangun dari tidurnya. Ia masih ingin memeluk wanita ini. Rasanya memeluknya saja tidak lah cukup. Zayn menginginkan yang lebih, namun Jenna sudah mengatakan tidak ingin ada hubungan intim lagi. Oke, Zayn mengerti.


Setelah bersama Jenna dalam waktu yang cukup lama membuatnya berpikir jika menghargai pasangan itu penting. Makanya Zayn berusaha untuk melakukan hal itu. Jenna selalu menghargai keputusannya. Maka dari itu Zayn juga harus menghargai wanita ini. Saling memberikan feed back baik satu sama lain itu tidak lah buruk. Justru sangat baik.


"Lepas om, Jenna mau mandi," ucap Jenna.


"Nanti dulu sayang. Acara peresmiannya masih lama. Kita diminta datang pukul sembilan. Dan sekarang baru pukul tujuh," ucap Zayn.


"Iya, tahu. Tapi Jenna laper. Pengen makan, masa gak kasihan," ucap Jenna.


"Oke, baiklah," ucap Zayn. Ia melepaskan pelukannya. Namun sebelum itu, Zayn mengecup bibir Jenna lebih dulu. Morning kiss selalu ia pinta dari Jenna. Ini adalah salah satu caranya agar hubungannya dengan Jenna semakin dekat.


"Kebiasaan," ucap Jenna. Wanita itu pun pergi dari sana menuju ke kamar mandi. Tak lupa menguncinya karena takut Zayn akan masuk. Jenna ingin mandi dengan tenang tanpa adanya gangguan apapun. Mengingat nafsu gila pria itu, tentu saja Jenna harus berjaga jaga bukan?


Jenna menghabiskan waktu sekitar sepuluh menit untuk mandi. Ia keluar dari dalam kamar mandi dan berjalan menuju ke walk in closet untuk mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer. Jenna juga sedikit memoles wajahnya agar nanti hanya tinggal touch up sedikit saja. Setelah rambutnya kering dan wajahnya sudah memakai make up tipis, Jenna beralih ke koper miliknya. Ia mengambil dress santai. Toh nanti dia akan siap siap lagi kan? Dari pada ia memaki baju kantornya, takutnya kusut.


Jenna sudah selesai berpakaian. Ia pun masuk kembali ke dalam kamar, ia melihat Zayn yang kembali tidur. Jenna menggelengkan kepalanya.


"Om, bangun. Udah siang," ucap Jenna. Ia menepuk nepuk pelan bahu tangan pria itu kemudian mengelus pipinya.


"Sayang," panggil Zayn.


"Iya. Bangun ya? Kamu mandi terus aku pesen makan biar nanti dianterin sama petugas resort," ucap Jenna.

__ADS_1


"Gak mau mandiin aku?" Goda Zayn.


"Enggak. Makasih," ucap Jenna ketus. Zayn hanya terkekeh pelan dan bangun. Ia pergi ke kamar mandi sedangkan Jenna menghubungi petugas resort untuk mengantarkan makannya. Ia meminta beberapa menu yang tidak laim tidak bukan adalah olahan ayam. Yaitu ayam goreng krispi.


Jenna keluar dari dalam resort. Menghirup segarnya udara Bali di pagi hari. Ia duduk di kursi yang berada di resortnya. Jenna duduk menunggu makanannya datang. Sembari menunggu dia juga memainkan ipadnya. Bukan, bukan berselancar di sosial medianya. Melainkan ia membuka pekerjaannya. Jenna melihat jadwalnya. Tidak banyak, hari ini ia hanya mengikuti peresmian hotel itu.


Tidak terasa, hotel yang menjadi proyeknya dengan Zayn sudah selesai. Meskipun sebelumnya banyak drama di dalamnya. Namun untungnya Jenna mampu mengatasinya. Ia sudah menendang para penggelap dana di perusahaan papinya.


"Belum datang yang?" Tanya Zayn.


"Belum om, kayaknya bentar lagi. Duduk dulu aja," ucap Jenna. Zayn mengangguk dan mengambil duduk di sebelah Jenna. Ternyata benar ucapan Jenna, tak berselang lama makanan pesanan mereka datang. Zayn dan Jenna makan pagi bersama.


Beberapa meter dari tempat Zayn dan Jenna, Eliza mengepalkan tangannya saat melihat kemesraan yang dilakukan oleh Jenna dan Zayn. Ia tidak suka melihat kemesraan itu. Seharusnya yang berada disana itu Eliza, bukan Jenna.


"Awas saja, Jenna. Nikmati saja kebahagiaan kamu saat ini, tapi aku pastikan kamu tidak akan bahagia lagi seperti ini," ucap Eliza tersenyum licik. Ia pun segera pergi dari sana untuk menyusun rencana.


***


Jenna turun dari dalam mobil ketika Zayn membuka kan pintu untuknya dan mengulurkan tangannnya. Jenna tentu saja menerima uluran tangan itu. Ia turun dengan anggun dari atas mobil. Sorot flash kamera dan kerumunan wartawan langsung mendekat. Tentu saja Jenna semakin famous, di usianya yang masih muda yaitu baru menginjak usia dua puluh tiga tahun, dia sudah mampu menjalankan proyek yang cukup besar ini. Bahkan setelah berita tentang hotelnya ini sudah selesai di bangun, banyak sekali klien dan investor yang menghubunginya untuk melakukan kerja sama.


Zayn merangkul pinggang Jenna dan masuk ke dalam hotel. Sebelum acara gunting pita dimulai, mereka memutuskan untuk berkeliling dulu sembari melihat interior hotel ini. Mereka ditemani calon manager hotel ini. Tentunya ini adalah pilihan Jenna. Jenna tidak pernah sembarangan dalam memilih orang. Tentunya orang ini juga dipilih atas persetujuan Zayn.


"Lihat sayang, hotel yang menjadi proyek kamu sangat indah sekali ketika sudah selesai. Aku sangat suka di bagian depan dekat receptionist tadi," ucap Zayn.


"Ini adalah proyek kita berdua om. Enggak Jenna aja, Jenna hanya bantu sebisa Jenna," ucap Jenna.

__ADS_1


Mereka pun kembali menuju kembali ke depan. Karena acara gunting pita akan dimulai sebentar lagi. Namun sebelum itu, ada beberapa wawancara dulu yang di liput langsung oleh media. Zayn dan Jenna menjadi sorotan utama disini. Mereka di wawancarai sejak acara dimulai.


"Terkait hotel yang anda bangun ini, apa mengalami kendala?" Tanya wartawan.


"Kendala pasti ada. Tidak mungkin jika pembangunan hotel ini tidak memiliki kendala," ucap Zayn.


"Lalu bagaimana caranya anda dan nona Adam bisa dengan cepat menyelesaikan pembangunan hotel ini?"


"Tentunya dengan kerja keras dan dana yang mengalir. Percuma ada dana tapi tidak ada kerja keras, sama saja bohong. Begitu sebaliknya," ucap Jenna.


Para wartawan terkagum kagum pada sosok Jenna. Namun sesi tanya jawab sudah selesai. Kini acara puncak dimulai. Jenna dan Zayn berjalan ke belakang arah pita yang memanjang. Disana yang akan melakukan gunting pita hanya Jenna dan Zayn. Jenna berada di sisi kiri Zayn.


Zayn mengambil guntingnya. Ia dan Jenna sama sama memegang gunting itu dan mengarahkannya pada seutas tali pita yang terbentang di depannya. Dalam hitungan mundur mereka akan menggunting pita itu.


"Tiga."


"Dua."


"Satu."


Zayn dan Jenna sudah menggerakan gunting itu. Namun saat pita terputus tiba tiba....


Dor....


Suara tembakan api menggema disana. Membuat beberapa orang kalang kabut. Termasuk Jenna dan Zayn.

__ADS_1


"O-om, d-dar-ah."


Tbc.


__ADS_2