One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
147. Makan Siang Bersama


__ADS_3

***


Bekerja di dunia perkantoran memang sudah menjadi passion Jenna. Ia suka bekerja di bidang seperti ini, ia juga suka dengan sistem kerjanya. Namun yang tidak ia sukai adaah karyawan karyawa fake bermuka dua yang selalu cari muka. Bahkan Jenna tidak hanya menjumpainya di perusahaan papinya tapi juga di perusahaan Zayn. Terbukti setelah beberapa kali berkunjung kesana, Jenna selalu mendapatkan bisikan bisikan karyawan yang membicarakannya. Untungnya Jenna tidak pernah ambil pusing. Untuk apa memikirkan mereka yang tidak tahu diri.


Selain itu, jiwa persahabatan juga sangat tipis di dunia kantoran seperti ini. Mereka memang bersama dalam beberapa kesempatan, namun tidak ada yang saling menolong ketika salah satu dari mereka ada yang terkena musibah. Mungkin itu salah satunya kekejaman dunia perkantoran menurut Jenna.


Mereka terlihat bersama tapi belum tentu mau membantu. Mirisnya, bahkan ada yang senang atas musibah yang diterima oleh orang lain. Ternyata dunia perkantoran tidak sebaik yang ia kira.


Waktu bergulir begitu cepat. Jenna terlalu fokus bekerja sampai sampai tidak sadar waktu. Perasaan baru tadi pagi dia diantar oleh Zayn, sekarang sudah masuk waktu makan siang saja. Jenna sudah menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat karena dia memang berniat akan makan malam di apartement bersama dengan Zayn. Kekasihnya sedang sakit makanya Jenna memilih makan siang di apartment saja. Jenna membereskan barang barangnya dan mengambil tas jinjing miliknya lalu keluar dari dalam ruangannya menuju ke lobby.


"Sayang, mau kemana?" Tanya Adam saat melihat anaknya akan masuk ke dalam lift.


"Mau makan siang pi di apartement. Mas Zayn katanya kurang enak badan," ucap Jenna.


"Ada yang mau papi bicarakan sebentar," ucap Adam. Mau tak mau Jenna menganggukan kepalanya dan masuk ke dalam ruangan papinya. Perintah papinya tidak bisa di ganggu gugat.


"Duduk dulu sebentar. Pekerjaan kamu sudah selesai kan?" Tanya Adam saat anaknya sudah duduk di sofa yang ada di ruangannya.


"Sudah pi, paling nanti monitor anak anak baru buat proyek pertama mereka. Sekitar pukul dua," ucap Jenna.


Adam mengangguk paham sebelum berbicara, pria paruh baya itu menghela nafasnya dulu. "Rendra dan Lita ingin kamu dan Zayn segera bertunangan sayang. Papi ikut maunya kamu," ucapnya.


"Tante Lita kayaknya emang udah gak sabar banget deh pi. Apalagi setelah kedatangan Eliza ke kehidupan Zayn lagi," ucap Jenna.


"Iya. Lita memang khawatir kamu dan Zayn terpisah gara gara kehadiran wanita itu. Apalagi selama ini orang suruhan papi selalu bilang jika dia sering mengganggu kamu dan Zayn," ucap Adam.


"Iya pi, dia emang sering ganggu. Kesannya kayak dia itu gak bolehin Zayn punya kehidupan lain selain bersama dia. Dia egois, entah karena cinta atau karena sesuatu hal lain," ucap Jenna.

__ADS_1


"Harta. Papi yakin kesana. Sebab Eliza wanita yang gila harta, waktu itu papi pernah memergoki dia belanja banyak setiap harinya dengan pria berbeda beda," ucap Adam.


"Mas Zayn juga sering bilang gitu. Katanya Eliza kembali datang ke kehidupannya karena kekuasaan Zayn yang sudah menjadi CEO," ucap Adam.


"Jenna akan mencoba memikirkan permintaan om Rendra dan tante Lita pi. Kalo gitu Jenna pamit dulu ya? Papi jangan lupa makan," ucap Jenna.


"Iya sayang. Hati hati, papi makan nunggu mami kamu dulu," ucap Adam. Jenna hanya mengangguk sekilas dan pergi dari sana menuju ke apartement milik Zayn.


***


Jenna membeli nasi putih dengan lauknya sayur dan ayam goreng untuk Zayn. Sedangkan untuknya, dia memilih nasi padang. Nasi padang merupakan list makanan favoritnya. Dia akan memakannya setiap satu minggu dua kali. Sisanya makanan rumahan biasa. Selain makanan berat, Jenna juga membeli beberapa buah buahan untuk Zayn juga suplemen penguat imun tubuh.


Jenna memasukan sidik jarinya ke apartement milik Zayn. Sidik jarinya memang sudah terdaftar disana karena Zayn memaksanya untuk memasukan sidik jarinya, supaya mempermudahnya ketika akan masuk. Setelah menekan sidik jarinya, pintu terbuka lalu Jenna masuk ke dalamnya. Tidak ada Zayn di ruang tengah, sepertinya pria itu tidur di dalam kamarnya. Jenna menyimpan barang bawannya dan berjalan menuju ke dalam kamar pria itu.


Benar saja, Zayn tertidur diatas kasur miliknya. Tidak menggunakan kemejanya hanya menggunakan celana bahan miliknya yang kemarin dipakai. Astaga, pria itu sepertinya benar benar sangat kelelahan. Jenna berjalan mendekat dan duduk di samping tempat tidur. Biasanya Zayn akan bangun karena dia sensitif terhadap suara, tapi sekarang tidak. Mungkin karena sangat kelelahan.


"Mas Zayn," panggilnya lagi. Tetap tidak ada pergerakan. Zayn tidur atau simulasi meninggal? Sulit sekali dibangunkan.


"Aaaaa," teriak Jenna saat pinggangnya ditarik Zayn untuk ikut tiduran bersamanya.


"Kamu ih, ngagetin aja tahu gak?!" Ucap Jenna galak sembari menepuk pelan bahu Zayn.


"Kangen," ucap Zayn. Pria itu kemudian mengecup pelan bibir Jenna.


"Lebay. Baru ditinggal beberapa jam juga. Ayo bangun, kita makan bareng," ucap Jenna.


"Pas banget aku lagi lapar sayang," ucap Zayn.

__ADS_1


"Ya udah ayo makan," ucap Jenna.


"Makan kamu, bukan makan makanan yang kamu bawa," ucap Zayn.


"Mesumnya kurangin. Udah ayok makan, nanti kamu minum obat terus istirahat lagi supaya badannya fit," ucap Jenna. Zayn menghela nafasnya dan mengangguk patuh. Pria itu bangun dari atas tempat tidur dan mencuci wajahnya ke kamar mandi. Sementara Jenna, wanita itu membuka lemari milik Zayn dan mengambil kaos putih untuk prianya.


"Pake ini biar gak masuk angin," ucap Jenna.


"Pakein," ucap Zayn.


"Manja," dengus Jenna, namun ia tetap memakaikannya pada Zayn. Setelah memakai kaos, mereka berdua langsung menuju ke meja makan. Jenna mengambil piring dan mangkuk untuk dipakai oleh mereka lalu mengeluarkan makanannya.


"Kamu habisin makanannya, aku beli ini di restoran langganan mami. Katanya makanannya enak enak, semoga sesuai sama mulut kamu," ucap Jenna. Zayn hanya mengangguk sekilas dan menarik makanannya mendekat kemudian mulai memakannya. Sama halnya dengan Jenna, wanita itu mengeluarkan nasi pada miliknya kemudian memakannya menggunakan tangan.


"Nasi padang lagu?" Tanya Zayn.


Jenna menganggukan kepalanya. Hari ini memang jadwalnya dia makan nasi padang.


"Terlalu berminyak sayang," ucap Zayn.


"I now. Aku makan ini enggak sering kok, seminggu dua kali aja. Sisanya makan makanan rumah," ucap Jenna.


"Baguslah. Nanti malam kamu ikut aku keluar ya? Udah lama enggak pacaran," ucap Zayn.


"Ya iyalah, kamu ngajak aku ngamar mulu. Awas aja kalo aku sampe hamil sebelum menikah."


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2