
***
Kedua pihak keluarga langsung datang setelah mendapatkan kabar jika Jenna masuk ke rumah sakit. Adam dan Jeni diberitahu oleh Anya sedangkan Lita dan Rendra diberitahi oleh Zayn. Mereka sedang berada diluar ruangan rawat Jenna, berbeda dengan Adam dan Jeni karena mereka memilih berada di dalam dulu.
Sejak tadi Lita ingin sekali pergi untuk menemui wanita ular itu. Seharusnya ia tidak muncul lagi. Kehadiran dia benar benar menghancurkan hubungan anaknya dengan calon menantu mereka. Lita sangat geram sekali, berani beraninya wanita itu mempengaruhi calon menantunya.
"Mama tidak perlu bertemu dengan dia lagi. Jangan ada yang menemuinya, biarkan dia seperti itu. Yang jelas sekarang Zayn harus meyakinkan Jenna. Zayn tidak ingin Jenna pergi dari hidup Zayn," ucap Zayn lemah.
Tiba tiba pundaknya di tepuk. Zayn menaikan wajahnya untuk melihat orang itu. Ia kira papanya yang menepuk nepuk pundaknya, tahunya itu om Adam.
"Om yakin kamu bisa meyakinkan Jenna. Anak itu hanya trauma karena masa lalunya sebelum ada kamu. Wajar saja jika hubungan kalian sedikit merenggang saat ini, bukannya hal seperti ini sudah biasa dalam hubungan kan? Percaya dengan diri kamu, pantaskan diri kamu agar Jenna tidak lagi ragu," ucap Adam.
"Tante harap kamu dan Jenna kembali seperti biasa. Tolong jaga anak bandel itu, semalam tante dapat laporan jika dia memang tidak ke apartementnya melainkan ke hotel yang dipesan atas nama Anya. Pantas jika semalam kamu tidak menemukannya," ucap Jeni.
"Astaga. Pantas saja jika seperti itu," gumam Zayn.
"Tante sama Om masih ada urusan. Nanti setelah selesai kami akan kesini lagi, maaf merepotkan kamu. Tante minta tolong jaga anak bandel itu ya? Meskipun dia bandel dan sering bikin kesel, tapi dia anak tante satu satunya. Tante sayang banget sama Jejen," ucap Jeni.
"Tante tenang aja, Zayn akan menjaga Jenna," ucap Zayn.
"Mama sama papa juga masih ada urusan. Kami pergi juga," ucap Lita.
__ADS_1
Zayn hanya mengangguk sekilas dan berdiri dari duduknya saat kedua orangnya pergi berikut dengan Adam dan Jeni. Zayn langsung masuk ke dalam ruangan Jenna. Disana wanitanya sudah terbangun. Zayn tersenyum dan berjalan mendekat. Ia mendaratkan kecupan di kening Jenna dan berdiri di sebelah brankar wanita itu. Jenna hanya meliriknya sekilas dan kembali menatap ke arah lain.
Zayn terkekeh, wanitanya masih marah? Sepertinya iya. Terlihat dari tatapannya saja Zayn sudah bisa menyimpulkannya. Pria itu pun duduk di kursi yang berada di sebelah brankar yang di tiduri oleh Jenna. Ia meraih tangan wanita itu namun dengan cepat Jenna melepaskannya.
"Kalo mau tidur dipeluk bilang, jangan ngambekan sayang," ucap Zayn. Pria itu naik ke atas brankar yang ditiduri oleh Jenna. Namun wanita itu tidak mau menggeser tubuhnya. Alhasil Zayn pun mendempet disana. Ia memeluk tubuh Jenna yang sedang membelakanginya.
"Bicara apa sama mami papi? Kenapa jadi Jenna yang dimarahin mereka?" Tanya Jenna.
"Hah? Kamu dimarahin mami papi? Kapan sayang?" Tanya Zayn.
"Gak usah berlagak bohong, jawab aja," ucap Jenna ketus.
Jenna tidak menjawabnya dan memilih memejamkan matanya saja. Pening di kepalanya masih ada. Tidak ada jawaban dari Jenna lagi membuat Zayn menaikan kepalanya melihat ke arah wanita itu. Ternyata Jenna sudah tertidur lagi. Zayn pun memeluknya kembali. Tenang saja, ia sudah meminta dokter untuk tidak datang memeriksa jam jam sekarang.
"Maafin aku, aku gak bermaksud buat nutupin semua masa lalu aku. Aku sama dia emang pernah punya hubungan, tapi itu semua sudah berakhir sayang. Tolong percayalah," ucap Zayn.
"Bagaimana aku bisa percaya disaat aku tahu semuanya dari orang lain? Seharusnya aku tahu dari kamu kan? Seharusnya kamu yang lebih dulu memberitahu aku. Bukannya aku pacar kamu? Bahkan kamu sudah berencana untuk menikahi aku? Lalu kenapa hal seperti ini saja tidak kamu jelaskan? Mungkin menurut kamu ini hanya masalah kecil dan sudah berlalu, tapi berbeda dengan aku. Apa aku tidak berhak mengetahuinya?" Tanya Jenna beruntun.
"Bukan seperti itu sayang. Oke aku akui, aku memang salah karena membiarkan kamu tahu dari orang lain. Bahkan tanpa sepengetahuan aku wanita ular itu sudah lebih dulu menemui kamu. Sekarang aku tanya, kenapa kamu gak cerita atau kasih tahu aku kalo kamu ketemu sama dia?" Tanya Zayn.
"Ck. Gak usah cari cari celah buat salahin aku. Aku sama dia ketemu gak sengaja," ucap Jenna.
__ADS_1
"Ya itu, seharusnya kamu kasih tahu aku kalo kamu keteku dia. Mungkin aku bisa antisipasi buat cerita semuanya sama kamu-,"
"Halah, omongan kamu berlagak paling bener. Kalo emang gak niat buat ceritain semuanya sama aku, gak usah salahin aku. Mending keluar deh, yamg ada bukannya sembuh malah tambah sakit kalo ada kamu," ucap Jenn memotong ucapan Zayn sekaligus mengusir pria itu. Ia kesal, seharusnya Zayn intropeksi diri, tidak seharusnya ia menyalahkan Jenna karena bertemu Eliza dan tidak memberitahunya. Saat itu Jenna juga kaget karena Eliza tiba tiba datang dan mengatakan itu semua lengkap dengam bukti foto kebersamaan mereka. Ya bagaimana Jenna tidak akan percaya, di foto itu terpampang jelas wajah Zayn.
"Aku gak akan keluar. Aku bakalan nemenin kamu disini, sekalian aku cerita juga sama kamu," ucap Zayn. Pria itu kembali memeluk tubuh Jenna dari belakang.
"Gak usah, aku udah gak butuh penjelasan kamu. Lagian penjelasan kamu tidak akan merubah keputusan aku," ucap Jenna.
Mampus. Benar benar mampus. Jika sudah seperti ini ia harus bagaimana?! Jenna benar benar marah kepadanya. Ingat, membujuk seorang Jennaira Adam sangatlah sulit. Jika kebanyakan wanita akan luluh dengan bunga dan coklat juga dengan kejutan lain seperti berlian, maka berbeda dengan Jenna. Wanita ini benar benar special. Makanya Zayn tidak akan pernah melepaskan wanita ini.
"Oke aku salah. Kamu boleh marah sama aku, aku gak bakalan ucapin pembelaan aku ke kamu. Aku bakalan nunggu marah kamu reda. Tapi tolong, percaya sama aku, aku bener bener cuma suka dan cinta sama kamu," ucap Zayn.
"Percaya sama kamu musrik. Kamu bukan pencipta aku, gak seharusnya aku percaya sama ciptaannya," ucap Jenna.
Jleb sekalih.
"Oke oke, terserah. Aku gak bakalan banyak omong lagi. Aku cuma mau peluk kamu," ucap Zayn.
"Peluk Eliza aja sana. Bukannya udah bikin photoshot di Paris sama Italia? Seneng banget kayaknya di foto itu. Kenapa gak balikan aja?"
Tbc.
__ADS_1