
***
Adam dan Jeni baru saja sampai di rumahnya. Mereka tadi pergi untuk makan malam bersama dengan Rendra dan Lita. Tadi Lita menghubunginya jika ia akan menganjaknya dinner bersama. Istilah anak muda zaman sekarang itu double date.
Pertemuannya kali ini membahas mengenai kedekatan anak anak mereka. Lita dan Rendra menginginkan Zayn menikah dengan Jenna namun Adam dengan tegas bicara jika ia tidak akan memaksakan apapun. Biarkan Jenna sendiri yang memilihnya.
"Pi, menurut kamu emang Jenna suka sama Zayn?" Tanya Jeni. Mereka sedang duduk di ruang tengah depan tv.
"Papi gak tahu mi, tapi kelihatanya Zayn gencar banget deketin anak kita. Perjalanan dinas kali ini kan semua kemauan Zayn. Harusnya papi yang pergi tapi Zayn minta sama Jenna aja. Alesannya sih katanya biar dia bisa makin klop soal kerjaan sama Jenna," ucap Adam.
"Tapi mami setuju banget Jenna sama Zayn. Selama ini mami tahu Zayn orangnya kayak gimana. Belum lagi kan kita kenal sama keluarganya juga. Jadi sedikit banyaknya mami tahu keluarganya kayak gimana," ucap Jeni.
"Papa nurut sama Jenna aja mi kalo soal begini. Mami tahu sendiri kan pria bajing*n kemarin udah nyakitin anak kita. Mana dia cek in sama anaknya Hendri," ucap Adam.
"Mami juga gak habis pikir soal itu pi. Ternyata Yura tidak sebaik yang mami kira selama ini. Mami tahunya anak itu pendiam dan tidak banyak tingkah, tahunya diam diam menghanyutkan," ucap Jeni.
"Yaudahlah, lagi puwla Jenna gak ambil pusing soal kemarin. Buktinya anak itu terlihat biasa aja kan?" Ucap Adam. Jeni hanya menganggukan kepalanya.
"Oh iya, besok mama sama papa mau kesini. Gak tahu mau apa," ucap Jeni.
"Papa? Tumben banget," ucap Adam.
"Iya makanya itu, tadi mama Mira hubungin mami katanya mau kesini," ucap Jeni.
Tidak biasanya kedua orang tuanya mendadak akan datang ke rumahnya. Jika seperti ini, biasanya ada sesuatu hal yang penting. Adam berharap saja jika ini bukan kabar buruk.
"Ya udah pi, mami mau ganti baju dulu," ucap Jeni.
__ADS_1
"Ikut."
***
Kepala Jenna semakin pening. Setiap membuka matanya ia merasa dunia berputar. Jika saja Zayn tidak ada mungkin sejak tadi Jenna sudah jatuh berkali kali. Mereka masih duduk di sofa club. Zayn ingin sekali membawa Jenna keluar club ini, namun akan berbahaya jika ia membawa wanita ini dalam keadaan mabuk seperti ini. Takutnya ada orang yang mengambil foto mereka dan akan tersebar rumor tidak benar.
Sejak tadi Jenna terus meracau dan terus meminum wine meskipun sedikit sedikit. Tiba tiba otak Zayn terpikirkan suatu tempat. Yap, resort milik papanya.
Ia pun segera menghubungi Math untuk segera datang menjemputnya dan Jenna di club.
"Jennai, berhenti. Kamu jangan banyak minum," ucap Zayn.
Jenna hanya mendengus keras dan kembali merebut gelas yang ada di tangan Zayn. Karena sedang dalam posisi mabuk berat, Jenna tidak memperhatikan tarikannya. Alhasil gelas berisi wine itu tumpah ke atas dressnya.
"Astaga," ucap Zayn. Pria itu pun membuka jasnya dan memakaikannya pada Jenna.
Jenna awalnya hanya mendekatkannya namun lama kelamaan wanita itu mulai menggerakan bibirnya. Zayn merasa ciuman Jenna lebih panas dari sebelumnya. Zayn pria normal, sudah pasti ia akan langsung membalas ciuman Jenna.
Ibarat buaya diberi makan daging, maka dia akan langsung melahapnya.
Termasuk dengan Zayn. Pria dewasa dengan nafsu yang besar. Apalagi wanita yang menciumnya adalah wanita yang ia sukai. Hanya saja Jenna masih belum menerimanya meskipun Jenna menyukainya.
Zayn mendorong pelan tekuk Jenna dan menatap wanita itu. Tatapan Zayn dalam menatap tepat ke arah mata Jenna.
"Aku pria normal, kamu bertindak seperti ini tentu saja memancing nafsu ku. Aku tidak akan berhenti jika kamu terus mencium ku," ucap Zayn.
Jenna tidak mendengarkan ucapan Zayn, wanita itu lebih tertarik pada bibir pria itu. Apalagi setelah ia menciumnya dengan agresif, bibir pria itu berubah menjadi lebih pink dan sedikit mengkilap akibat salivanya.
__ADS_1
Zayn hanya mengikuti alur permainan Jenna. Tidak ada yang ia lakukan selain menerima Jenna. Sepertinya wanita ini sudah di rudung oleh nafsu setan.
"Jennai, aku sama sekali tidak bermain main dalam ucapan ku. Kejadian yang pernah kita berdua alami akan kita ulangi lagi malam ini," ucap Zayn. Pria itu pun menggendong tubuh Jenna ala bridal keluar dari dalam ruangan privat club itu. Sebab Math sudah sampai.
Perjalanan dari club menuju resort papanya memakan waktu tiga puluh menit. Selama itu Jenna terus mencumbunya seolah wanita itu ingin disentuh olehnya. Zayn mengumpati sikap Jenna, bagaimana wanita ini bisa seagresif ini. Di depan sana ada asistennya. Sudah pasti pria itu mendengar racauan dan melihat sesekali kelakuan Jenna.
"Jangan katakan apapun tentang hal ini pada siapapun termasuk papa," ucap Zayn.
"Baik tuan."
Zayn pun segera keluar dari dalam mobil dan menuju ke resort milik papanya. Sebelumnya Math sudah meminta satu resort kosong yang sering di tinggali oleh Zayn disini. Math juga sudah meminta petugas dan manager resort untuk bungkam tentang hal ini jika mereka masih mau bekerja.
Zayn menendang pintu resort di depannya. Ia kemudian mendudukan Jenna diatas kasur dan kembali menutup pintunya. Ia menatap tubuh Jenna dari atas sampai bawah. Tubuh wanita itu terasa sangat panas tadi dan saat ini terlihat jika tubuh wanita itu terus bergerak gelisah.
Zayn melepas dasi yang melekat di lehernya dan kancing tangan kemejanya. Ia berjalan mendekat ke arah Jenna. Tangannya turun terulur untuk mengelus tekuk wanita itu dan turun ke lehernya. Diluar dugaan, Jenna mendes*h kenikmatan.
Wanita itu membuka matanya dan menatap ke arah Zayn. Tatapan itu seolah meminta Zayn untuk segera menyentuhnya. Namun Zayn hanya diam saja dan membalas tatapan Jenna.
Tangan Jenna terulur menarik kerah kemeja Zayn sehingga wajah pria itu dekat dengannya. Ia hendak kembali menyatukan bibir mereka namun Zayn menghindar.
"K-ken-apa?" Tanya Jenna.
"Aku pria dan kamu tahu nafsu seorang pria seperti apa kan? Jika kamu terus seperti ini, jangan salahkan aku jika aku akan bertindak lebih," ucap Zayn.
"Aku tahu kesadaran mu juga masih ada. So, pilihan mu apa?" Sambungnya.
Jenna bimbang, ia tidak mau melakukan ini namun tubuhnya terus meminta lebih agar segera disentuh Zayn.
__ADS_1
Tbc.