One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
210. Gibah Online


__ADS_3

***


Saking bahagianya menikmati waktu bersama dengan Zayn, Jenna sampai melupakan sahabatnya itu. Wanita itu meneleponnya dini hari tadi, Zayn yang mengangkatnya sebab Jenna terlalu malas karena mengantuk. Tidur lebih dia pilih dibandingkan dengan Ale.


"Kenap-,"


"JENNA GILA YA LO SUSAH BANGET DI HUBUNGIN!" Teriak Yura dari sebrang telepon. Jenna bahkan refleks langsung menjauhkannnya dari telinganya. Ale si suara toa itu kembali berulah. Sialan!


"Apaan sih anjir, gue sibuk jadi belum sempet hubungin lo. Suara lo abis makan berapa biji toa mesjid hah?! Sakit kuping gue bangs*t," ucap Jenna tak sadar. Dia mengumpat di depan Zayn. Zayn yang mendengarnha tentu saja terkejut dan langsung mengangkat kepalanya menatap Jenna.


Jenna sendiri hanya cengengesan dan memanyunkan bibirnya, membuat gerakan kiss tapi dari jauh. Dia tahu Zayn akan marah karena dia mengumpat di dekat Zayn. Tapi itu bukan untuk Zayn.


"Sayang," panggil Zayn.


"Bahas nanti mas, tiduran dulu," ucap Jenna sembari menarik kepala Zayn agar kembali tiduran di atas dadanya. Zayn tidak melawan, dia pun tiduran diatas dada Jenna.


Jenna pun kembali berbicara dengan Ale. Entah ada apa anak itu sampai menghubunginya. Biasanya jika seperti ini pasti ada hal penting. Tapi memangnya sepenting apa?


"Jadi ada apa?" Tanya Jenna membuka pembicaraan.


"Lo bakalan syok kalo tahu berita ini," ucap Ale.


"Apa?" Tanya Jenna.


"Gue sama Ryan kan ke Bali, Ryan ada kerjaan dan ya kita nginepnya di hotel-,"


"Cek in? Ngapain lo kasih tahu gue anjir, gak guna banget sumpah," ucap Jenna memotong ucapan Ale.


"Heh mulut, dengerin dulu dong baru komentar," ucap Ale tak terima.


"Ya apa?"


"Gue ketemu Yura, dia cek in lagi sama pria berumur," ucap Ale.


"Lo kayak kaget banget lihatnya. Gue sendiri udah biasa aja kali, dia kan emang suka gitu. Cara dia nyari uang gampang coy, dia tinggal ngangk*ng doang udah dapet jutaan. Sedangkan kita beda, kita harus mikir buat kerja biar dapet uang," ucap Jenna.


"Ya iya juga sih Jenn, tapi gue bener bener syok. Selain Yura, gue juga lihat Eliza woi di pantai tadi pagi. Dia lagi s*x, entah sama siapa," ucap Ale.

__ADS_1


"Mata lo bener bener dipake buat lihat hal gak guna kayaknya Le. Ngapain sih lo lihat begituan, gak guna banget sumpah," ucap Jenna.


"Ye anjir, gue gak lihat lama kok. Cuma lihat beberapa menit doang buat memastikan dia Eliza apa bukan. Ternyata bener Eliza," ucap Ale.


"Jadi itu berita yang lo maksud sampe sampe teriak dengan suara toa lo?" Tanya Jenna.


"Hehe, iya," ucap Ale.


Jenna menghela nafasnya saat mendengar cengengesan dari sebrang sana. Ale memang selalu memberikan berita tidak bermutu. Untungnya apa untuk Jenna jika dia mengetahui hal itu? Tidak ada, sama sekali.


"Alesha, dengerin gue. Gue tahu itu mungkin terbilang aneh dan sangat wah buat lo. Tapi itu bener bener gak penting Ale. Itu hidup mereka, pilihan mereka. Lo gak perlu ikut campur, capek loh berurusan sama orang kayak gitu. Lo tahu gimana frustasinya gue menghadapi mereka berdua," ucap Jenna menasehati. Ale memang seperti ini. Sifat keponya benar benar tidak bisa ditutupi jika ada hal yang menurutnya sangat wow. Padahal perihal Eliza dan Yura yang seperti itu, memang wajar. Mereka kan jal*ng.


"Iya Jenn, gue paham. Gue cuma speechless aja anjir, kok ada cewek kayak gitu. Banting harga demi uang," ucap Ale.


"Wanita yang pikirannya sempit dan enggak terbuka pasti milih jalan instan Ale. Ya gimana ya jelasinnya, tiap orang sifatnya beda beda. Tapi menurut gue, sifat Yura sama Eliza emang sama sama gitu," ucap Jenna.


"Iya sih, ya udah deh gue cuma mau kasih info itu aja. Gue kira lo bakalan terkejut sampe syok, tahunya biasa aja. Gak asik banget," ucap Ale.


"Ya emangnya apa yang mau dikagetin sama sikap mereka yang kayak gitu? Mereka kan emang jal*ng yang menganggap dirinya berharga dan istimewa," ucap Jenna.


"Mit amit sih, untungnya gue gak kayak gitu," ucap Ale.


Tut.


Panggilan telepon pun terputus sepihak karena Jenna mematikannya duluan. Dia memang tidak bisa menghapus sikap sahabatnya yang heboh dan kepo sekali. Ia pun menyimpan ponselnya dan memegang kepala Zayn lalu mengelusnya pelan.


"Mas tidur?" Tanya Jenna.


"Mana bisa tidur kalo belum ngecas," ucap Zayn.


Jenna mengernyit, ngecas? Maksudnya carger ponsel? Kenapa dia malah menempel di tubuhnya? Kenapa tidak pergi ke dalam untuk mencarger ponselnya?


"Ya sana masuk ke dalam, carger dulu ponselnya," ucap Jenna.


"Bukan ngecarger yang itu. Ngecas sayang," ucap Zayn.


"Maksud kamu apa?" Tanya Jenna tak paham.

__ADS_1


"Kamu mau tahu?" Tanya Zayn.


"Emang apa?" Tanya Jenna.


Zayn tersenyum dan mengangkat tubuhnya dari atas tubuh Jenna. Pria itu menurunkan kepalanya dan ******* bibir Jenna. Jenna menerimanya dan mengalungkan kedua tangannya pada leher Zayn.


Jenna merasa ini bukanlah liburan biasa, ini seperti honeymoon. Sayangnya mereka belum menikah, baru bertunangan.


Cup..


"Cantik sekali," ucap Zayn sembari menatap wajah Jenna.


"Makanya aku pengen sama kamu, kamu tampan dan aku cantik. Pas bukan?" Tanya Jenna.


"Pas sekali. Tuhan sangat baik karena memberikan aku pasangan yang sangat luar biasa sayang," ucap Zayn. Pria itu mendekatkan keningnya dengan kening Jenna. Keduanya memejamkan matanya, menikmati embusan nafas keduanya. Jenna sangat nyaman sekali dengan posisi seperti ini. Dia sangat senang ketika berdekatan seperti ini dengan Zayn.


"I love you," ucap Jenna.


"Love you too mrs. Zayn," ucap Zayn.


"Kenapa makin kesini aku merasa kamu semakin sweet dan romantis mas. Jujur saja aku benar benar sangat senang," ucap Jenna.


"Aku akan melakukan apapun agar kamu senang sayang. Bahkan aku rela mengorbankan nyawa-,"


"Ssttt, jangan ngomong gitu. Kamu harus hidup, aku cuma mau kamu yang jadi pasangan aku. Bukan yang lain, hanya kamu," ucap Jenna memotong ucapan Zayn.


Yang benar saja, Jenna paling tidak suka saat Zayn mengatakan hal tersebut. Seolah dia akan segera pergi saja. Jenna benar benar tidak suka mendengarnya, maka dari itu dia selalu memotong ucapan Zayn saat dia mengatakan hal seperti itu.


"Kamu mencintaiku?" Tanya Zayn.


"Apa selama ini itu tidak membuktikan jika aku sudah mencintai kamu?" Tanya Jenna balik.


"Maaf, aku tentu saja percaya sayang," ucap Zayn.


Jenna tersenyum dan mengecup bibir Zayn, "Aku benar benar mencintai kamu sayang."


"Bersiaplah, kita akan segera pergi ke resort. Bersiaplah untuk mendapatkan kenikmatan, sayang."

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2