
***
Zayn fokus bekerja dengan posisi Jenna yang masih duduk di pangkuannya. Wanita itu duduk dengan tenang, memperhatikan layar laptop di depannya. Ia melihat ketekunan seorang Zayn Nagendra ketika bekerja. Bahkan ketampanannya berkali kali lipat bertambah. Rasanya Jenna semakin senang melihat wajah tampan itu.
Setelah kemarin hubungan mereka diterpa badai, untungnya mereka mampu melewatinya dan masih berhubungan baik. Zayn tentu saja yang paling bersikap dewasa disini. Selain karena umurnya yang empat tahun lebih tua dari Jenna. Sepertinya berhubungan dengan orang seperti Zayn, Jenna harus banyak banyak bersabar dan harus banyak belajar bersikap dewasa.
Zayn Nagendra, pewaris Nagendra Group. Selain tampan pria ini juga kaya raya. Pasti banyak para wanita diluaran sana yang menginginkan pria ini untuk dijadikan kekasih atau mungkin sampai menjadi suami. Tapi dari sekian banyaknya wanita di kantor ini juga menyukai pria ini. Bahkan mungkin mereka tidak suka dengan hubungan Jenna dan Zayn.
Itu pasti saja, siapa yang tidak ingin bersanding dengan seorang Zayn Nagendra? Bahkan mantan kekasihnya saja kembali mengejarnya saat ini.
"Kenapa diem aja sayang? Bosen ya?" Tanya Zayn tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop miliknya.
"Kenapa harus ganteng sih?! Kenapa enggak jelek aja biar gak banyak yang suka," ucap Jenna. Kedua tangan wanita itu membingkai wajah Zayn.
Zayn terkekeh dan melihat ke arah Jenna. Ia melingkarkan kedua tangannya pada pinggang ramping wanitanya.
"Kamu cantik masa aku-nya jelek, kan gak enak dilihatnya sayang," ucap Zayn.
"Ya aku gak suka aja kamu jadi disukain banyak cewek cewek diluaran sana. Gak suka pokoknya," ucap Jenna.
"Yang penting aku sukanya cuma sama kamu aja. Gak ada yang lain lagi," ucap Zayn.
"Gombal," ucap Jenna.
"Enggak gombal cinta, aku bener bener sayang sama kamu. Kamu adalah anugerah terindah yang diberikan tuhan kepada ku," ucap Zayn.
Jenna menarik pria itu ke dalam pelukannya. Semoga saja ia tidak dikecewakan lagi. Jenna benar benar takut jika hal itu sampai terjadi. Membayangkannya sungguh menakutkan apalagi sampai kejadian. Tidak, Jenna tidak mau hal itu sampai terjadi lagi. Sudah cukup ia lelah untuk kembali membangun kepercayaannya pada orang baru. Jenna berharap jika Zayn adalah yang terakhir untuk menemaninya menghabiskan sisa usianya.
"Kenapa hm?" Tanya Zayn.
__ADS_1
"Takut kamu pergi," ucap Jenna.
"Pergi kemana? Aku gak akan pergi dari kamu sayang," ucap Zayn.
"Manusia cuma bisa berencana. Sisanya tuhan yang menentukan," ucap Jenna.
"I now, tapi kamu harus percaya kalo tuhan mempertemukan kita untuk menjadi sepasang kekasih sejati sampai maut memisahkan. Anggap lah tuhan mengirimkan aku untuk menyembuhkan rasa sakit dan trauma kamu. Meskipun iya, aku sudah hampir mengecewakan kamu kemarin," ucap Zayn.
"Sayang om," ucap Jenna.
"Aku lebih sayang sama kamu," ucap Zayn. Pria itu menyembunyikan wajahnya di balik dada Jenna. Jenna yang tidak sadar dengan posisinya pun tetap diam. Sedangkan Zayn tersenyum miring. Ia melihat dengan jelas area dada Jenna yang menyembul. Ternyata wanita ini menggunakan baju di bagian dalamya yang mengeskpos bagian dadanya jika saja jas ini tidak dipakai.
"O-om," erang Jenna saat ia merasakan benda kenyal bermain di area dadanya.
"Aku baru tahu jika kamu menggunakan pakaian seksi di balik jas sialan ini," gumam Zayn.
"Stop! Aku udah bilang gak mau berhubungan intim lagi," ucap Jenna. Ia berusaha menjauhkan kepala Zayn dari area dadanya namun pria itu memeluk pinggangnya dengan erat, tentu saja Jenna akan kesulitan menjauhkannya.
Zayn membuka satu per satu kancing yang mengait di jas milik Jenna. Tak berselang lama setelah ia menarik jas ituz terpampanglah dua bongkahan kenyal yang tertutup kain jump suit dan br*.
"J-jang-an," ucap Jenna.
"Aku hanya bermain sayang," ucap Zayn.
Zayn tidak lagi mendengarkan larangan Jenna, pria itu hanya ingin menututi hawa nafsunya. Squishy milik Jenna sudah keluar dari tempatnya. Jenna tidak bisa melawan, tubuhnya tentu saja bereaksi saat Zayn merem*s miliknya. Apalagi pria itu sudah mengul*mnya. Jenna merintih, entah rintihan kenikmatan atau kesakitan karena Zayn dengan kuat menghis*pnya.
"C-***-up," ucap Jenna terbata. Namun Zayn tidak mau mendengarkannya. Ia memilih untuk melanjutkan apa yang dia inginkan saat ini. Meskipun ia tahu akhirnya nanti, miliknya tidak akan memasuki sarangnya. Mengingat wanita sudah mengatakan jika tidak ingin ada kegiatan intim lagi.
Tok.. tok... tok..
__ADS_1
Jenna ingin berbicara pada Zayn jika ada yang mengetuk pintu sejak tadi. Namun mulutnya di bungkam oleh pria itu. Ketukan pintu terus terdengar, Jenna tidak bisa mengatakan apa apa, wanita itu hanya meremas pelan kemeja Zayn. Bisa dipastikan jika kemeja itu akan lecek nantinya.
"Fu*k. Siapa yang berani mengganggu kesenangan ku," umpat Zayn. Ia tidak suka di ganggu. Apalagi ketika bersama dengan Jenna.
"Berhenti om, Jenna cape," ucap Jenna lemas.
"Aku tidak akan mengampuni orang yang mengetuk pintu sejak tadi," ucap Zayn.
"Hei, kamu yang tidak mendengarkan ketuka pintu sejak tadi. Siapa tahu itu penting. Cepat lihat," ucap Jenna.
"Baiklah. Aku menurut hanya kepada kamu sayang," ucap Zayn. Ia mengecup sekilas bibir Jenna dan berdiri kemudian mendudukan Jenna di kursi kerjanya. Pria itu membenarkan terlebih dahulu letak dasi dan merapihkan kemejanya. Tak lupa mengambil tissue dan mengelap bibirnya yang sudah pasti terkena lipstik Jenna. Sedangkan Jenna masih mengatur nafasnya sembari membenarkan letak bajunya. Wanita itu mengelap bibirnya menggunakan kamera ponsel.
Sedangkan Zayn, pria itu menatap tajam ke arah Math.
"Maaf mengganggu tuan, saya hanya ingin memberitahu jika tuan besar meminta anda datang saat ini ke ruangannya bersama dengan nona Adam," ucap Math.
Zayn menghela nafasnya dan mengangguk sekilas. Pria itu kembali menutup pintu ruangannya.
"Sayang, papa nyuruh kita ke ruangan dia. Siap siap ya," ucap Zayn.
"Masih lemes om," ucap Jenna. Zayn tersenyum dan mendekat ke arah wanita itu. Zayn mengusap pelan kepala Jenna dan menarik wanita itu untuk bangun dan memeluknya.
"Sayang banget sama kamu, jangan pernah berpikir buat ninggalin ak. Karena aku gak akan pernah biarin kamu pergi dari kehidupan aku," ucap Zayn.
"I love you Jennaira Nagendra," ucap Zayn.
"I love me too Om," ucap Jenna tersenyum.
"Kebiasaan," ucap Zayn. Ia memeluk Jenna dan mengecup pelan pipi Jenna.
__ADS_1
Kebahagiaan ini tidak akan pernah Zayn lupakan. Menurutnya, Jenna adalah kebahagiaan yang diberikan tuhan untuknya setelah bertahun tahun melewati rasa sakit karena patah hati oleh Eliza. Zayn tidak akan pernah membiarkan Jenna pergi dari hidupnya.
Tbc.