One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
107. Kejutan Buruk Di Pagi Hari


__ADS_3

***


Kedatangan Zayn bersama Jenna ke kantor Nagendra membuat semua karyawan cukup heboh. Meskipun mereka tahu hubungan Zayn dan Jenna, namun mereka tetap akan terkejut. Apalagi karyawan karyawan wanita, mereka seolah kehilangan harapan untuk mendekati bos mereka yang sangat tampan dan rupawan itu. Apalah daya, mereka hanya karyawan Zayn dan tidak mungkin bisa bersanding dengannya. Mereka cukup tahu diri, namun sebagian. Sebagiannya lagi tak jarang sering membicarakan Jenna. Untungnya pembicaraan mereka tidak sampai ke telinga Zayn. Jika saja iya, mungkin mereka sudah tidak bekerja disini lagi.


Zayn merangkul pinggang Jenna posesif. Seolah menegaskan jika Jenna hanya miliknya seorang. Tidak ada yang bisa merebut Jenna darinya. Bahkan Zayn sudah berkata jika ia akan melawan takdir jika Jenna bukan jodohnya. Pria ini benar benar serius dengan Jenna.


Zayn dan Jenna masuk ke dalam lift. Mereka akan menuju ke ruangan kerja Zayn yang berada di lantai tiga puluh sembilan. Lantai tertinggi yang ada di kantor ini. Jumlah lantai di kantor ini memiliki makna. Dimana Rendra membangun perusahaannya ini dari nol. Saat itu Rendra hanya baru memiliki sebuah rumah yang dijadikan ia sebagai tempat bekerja dengan beberapa karyawan. Namun dua tahun setelah perusahaanya maju, Rendra langsung mendirikan gedung ini bertahap. Mulai dari dua puluh lantai kini sampai ke lantai tiga puluh sembilan.


Perusahaan ini berdiri bulan tiga tanggal empat. Makanya Rendra menjadikan tanggal itu sebagai jumlah lantai di kantornya. Dulu, ruangan itu adalah miliknya namun kini ruangan itu sudah menjadi milik Zayn. Pewaris Nagendra Group.


Pintu lift terbuka, Zayn dan Jenna keluar dari dalam sana dan berjalan menuju ke ruangan Zayn. Pria itu membuka pintu dan alangkah terkejutnya dia saat melihat Eliza yang sedang duduk di sofa yang ada di ruangannya.


"Lancang sekali anda masuk ke ruangan saya!" Ucap Zayn.


"Hei baby. Jangan marah marah, aku tidak lancang. Ini ruangan kerja calon suami ku, apa aku tidak boleh datang kesini?" Tanya Eliza.


"Masih pagi udah halu," ucap Jenna membuat Eliza menatap ke arah wanita itu. Eliza melayangkan tatapan meremehkan pada Jenna. Namun tiba tiba matanya melotot saat melihat pinggang waniat itu di rangkul oleh Zayn


"Baby, lepasin gak tangan kamu dari pinggang pelakor ini!! Aku gak suka lihatnya," ucap Eliza.


"Eww, jijik. So imut," ucap Jenna. Ia pun menarik Zayn untuk berjalan ke arah meja kerja pria itu dan meminta pria itu duduk sedangkan Jenna tadinya ingin berdiri saja namun Zayn malah menariknya untuk duduk diatas pangkuannya. Tindakan Zayn selanjutnya adalah menarik tekuk Jenna dan menciumnya di depan Eliza. Sontak saja hal itu membuat Eliza marah dan melayangkan majalah yang ada di dekatnya. Zayn yang tangkas pun segera memutar kursi kerjanya sehingga majalah itu tidak mengenai wanitanya melainkan mengenai belakang kursi.

__ADS_1


"BABY, AKU GAK TERIMA YA DI GINIIN SAMA KAMU," teriak Eliza marah. Wanita itu maju untuk medekat ke arah Jenna. Ia sangat ingin sekali menjambak wanita itu bahkan sampai rambut panjangnya itu copot dari kepalanya. Namun sebelum itu, dua bodyguard datang dan lebih dulu menarik tangan Eliza dan membawanya keluar dari sana. Eliza tenru saja berontak.


"BABY, KAMU JAHAT. KENAPA KAMU BIARIN AKU DIBAWA MEREKA?!!"


"BABY."


"AKU BAKALAN DATANG TERUS BUAT BIKIN KAMU BALIK LAGI SAMA AKU," teriak Eliza terakhir sebelum wanita itu tertutup lift. Dua bodyguard itu diperintahkan Math untuk menggusur wanita pengganggu ini. Math juga menyarankan mereka untuk menggunakan lift khusus boss sehingga tidak akan ada karyawan yang tahu tentang kehadiran Eliza ke kantor Zayn.


Sementara itu, sepeninggal Eliza. Zayn masih memagut bibir Jenna dengan ganas. Bahkan lipstik yang digunakan oleh Jenna sudah memudar. Jenna memukul mukul dada pria itu agar melepaskannya namun Zayn tetap kekeuh bermain di bibir Jenna.


"Ih, kebiasaan deh. Lipstik aku kan jadi berantakan," ucap Jenna setelah ciuman dilepaskan oleh Zayn.


"Gemes soalnya. Gak bisa nahan diri kalo kamu deket deket aku, bawaannya pengen nerkam kamu aja," ucap Zayn.


"Iya sayang," ucap Zayn.


"Terus tugas Jenna apa? Turunin napa," ucap Jenna karena Zayn masih terus menahan tubuh wanita itu agar tidak turun dari atas pangkuannya.


"Tugas kamu ya kayak gini. Duduk diatas pangkuan aku," ucap Zayn.


"Bisaan banget modusnya. Awas ngac*ng, Jenna gak mah tanggung jawab," ucap Jenna.

__ADS_1


"Gak akan ngac*ng kalo kamu gak banyak gerak disana sayang," ucap Zayn. Jenna hanya mendengus kesal. Pria ini benar benar pintar sekali mencari cari kesempatan untuk keuntungan pribadinya.


Sementara itu di bassement parkiran, Eliza di dorong oleh kedua bodyguard itu masuk ke dalam sebuah mobil. Mobil itu akan membawa Eliza jauh dari kantor.


"Hei, kalian mau bawa gue kemana?! Gue bawa mobil sendiri," ucap Eliza.


"Cctv bassement tidak memperlihatkan anda membawa mobil, melainkan diantar oleh supit taksi," ucap seorang bodyguard.


Sialan!!! Bagaimana bisa mereka tahu. Apa mereka mengecek cctv lebih dulu?


Cukup lama Eliza dibawa oleh mobil itu sampai mobil itu berhenti di salah satu jalanan sepi. Eliza pun dipaksa keluar dari dalam mobil. Bahkan bodyguard itu mendorong tubuh Eliza hingga terjerembab jatuh ke atas aspal.


"SIALAN KALIAN! AWAS AJA KALO GUE UDAH JADI ISTRI ZAYN, KALIAN BAKALAN GUE PECAT," teriak Eliza saat mobil itu pergi dari sana. Wanita itu melihat ke sekeliling, sangat sepi. Ternyata mereka sengaja menurunkan Eliza disini.


"Awas ya lo Jenna, lo boleh nikmatin kedekatan lo dengan Zayn hari ini tapi enggak bakalan lama lo bakalan gue depak dari kehidupan Zayn. Karena hanya gue yang boleh deketin Zayn dan jadi istri dia. Hanya gue yang boleh menikmati kekayaan Zayn dan bukan lo," ucap Eliza penuh dendam.


Eliza pun berjalan kaki untuk mencari taksi. Sialan, ini semua gara gara Jenna. Ia bahkan di turunkan di area yang sangat sepi.


"Gue bakal buat hidup lo menderita Jenna. Gue gak segan segan bunuh lo nanti," ucap Eliza.


Miris sekali, padahal Jenna tidak memiliki kesalahan namun ia yang jadi sasarannya. Padahal hubungan Eliza dan Zayn sudah berakhir namun wanita itu kembali dan hampir menghancurkan hubungan Jenna dengan Zayn. Untungnya, Jenna dan Zayn sudah sama sama dewasa. Jadi mereka tidak langsung mengambil kesimpulan, melainkan memikirkannya lebih dulu baru bertindak. Kesalahan yang dibuat Eliza namun wanita itu malah menyalahkan Jenna. Sungguh benar benar tidak adil bagi Jenna. Namun Eliza sudah gelap oleh amarahnya.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2