One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
131. Ryan Bejat


__ADS_3

***


Jenna awalnya sempat khawatir dengan keadaan sahabatnya itu, namun setelah tahu jika Ale sedang bersama Ryan ia sedikit lega. Jenna baru saja membuka perban di tangannya dengan bantuan Zayn. Selain membuka luka itu kembali dibersihkan dari sisa obat merah yang beberapa jam yang lalu dan menggantinya dengan obat merah baru. Semuanya dibantu oleh Zayn.


Biasanya Jenna akan suntuk jika harus berdiam seperti ini. Namun karena ada Zayn ia jadi tidak bosan apalagi suntuk. Memang seharusnya Zayn melakukan zoom meeting dengan orang orang kantornya namun ia memilih absen dan meminta papanya yang menggantikannya.


Saat ini Jenna dan Zayn sedang duduk di sofa yang ada di balkon kamar Jenna. Mereka sedang menikmati siang harinya menuju ke sore hari. Matahari masih berada di atas mereka dan cuacanya cukup terik. Jenna dengan manja terus memeluk lengan Zayn. Tentu saja lengan itu bergesekan langsung dengan dua benda kenyal milik Jenna.


"Mas, aku kepikiran ucapan mama Lita," ucap Jenna.


"Ucapan yang mana?" Tanya Zayn.


"Yang beliau minta kita segera nikah. Tapi aku nolak, terus mama Lita menyarankan untuk tunangan dulu. Tapi takut, pas udah tunangan nanti kamu sering minta buat berhubungan intim lagi," ucap Jenna.


"Kok bisa tahu kalo aku bakalan minta hal itu ke kamu? Kan aku belum kasih tahu," ucap Zayn. Ia melepaskan pelukan Jenna pada tangannya. Bisa bahaya, miliknya sudah sedikit bereaksi. Tangannya pun beralih pada bahu Jenna dan memeluk wanita itu.


"Aku tahu ya akal akalan kamu. Kan udah aku bilang gak ada lagi s*x sebelum kita menikah mas," ucap Jenna.


"Apa kamu enggak kasihan sama dia?" Tanya Zayn. Dia mengambil tangan Jenna lalu menempatkannya pada miliknya. Jenna terkejut dan langsung menarik tangannya.


"Mas ih, mesum banget," ucap Jenna. Zayn terkekeh dan menarik Jenna ke dalam pelukannya. Jenna juga langsung memeluknya.


"Kalo enggak mesum, kamu gak bisa des*h sayang. Kamu gak bisa merasakan sakitnya saat diperaw*nin, kamu juga gak akan bisa merasakan nikmatnya pelepasan," ucap Zayn.

__ADS_1


"Jangan bahas itu nanti punya kamu berdiri," ucap Jenna.


"Dia sakit sayang, udah lama gak masuk ke rumahnya. Dia meriang," ucap Zayn.


"Meriang?" Beo Jenna.


"Merindukan kasih sayang," ucap Zayn.


"Ish, kamu ya," ucap Jenna mencubit pelan perut eight pack milik Zayn.


"Udah lama gak mesra mesraan sayang. Kangen ini, pengen nen*n," ucap Zayn.


"Enggak! Aku gak mau mas. Gigi kamu sering gigit, itu sakit bahkan sampe lecet," ucap Jenna.


"Kiss aja. Jangan s*x," ucap Jenna.


"Lakukan. Naik ke pangkuan aku," ucap Zayn. Jenna menyetujuinya dan perlahan duduk diatas pangkuan Zayn. Ia menarik tekuk pria yang ia duduki pangkuannya dan mengecup perlahan bibir Zayn. Tak lama Zayn memeluk pelan pinggang Jenna. Ia sudah memindahkan tangan Jenna ke atas bahunya agar tangannya yang luka ketika mereka berciuman. Zayn menyandarkan bahunya pada punggung sofa. Tangannya sudah mengerayangi tubuh Jenna. Satu tangannya berada di depan squishy Jenna, tak lama ia menangkup satu squishy Jenna dan merem*snya lembut. Jenna yang sedang bermain di bibir Zayn pun sedikit melenguh tertahan, antara sakit dan nikmat.


Iya, Jenna akui jika Zayn melakukan ini dengan perlahan dan lembut dia menyukainya. Apalagi sudah lama juga dia tidak melakukan hubungan intim. Jujur saja dia ingin melalukan itu lagi, namun otaknya masih berfungsi agar tidak melakukan hal itu.


Ciuman mereka semakin lama semakin dalam dan menuntut. Jenna bahkan tidak sadar jika kancing teratas dress miliknya sudah terbuka. Bahkan tangan kanan Zayn yang menahan kepala belakangnya sudah bergerak membuka pengait br* milik Jenna. Saat dirasa Jenna sudah terhanyut dalam permainan, ciuman Zayn mulai turun. Mengecup pela tekuk dan leher Jenna. Ia ingin membuat beberapa kissmark disana, namun sepertinya itu tidak mungkin. Kasihan wanita ini karena kesusahan mendempulnya nanti. Zayn pun memilih membuat kissmark diantara kedua squishy Jenna.


Jenna hampir mendes*h namun untungnya segera ia tahan. Ia merem*s rambut Zayn untuk menyalurkan apa yang ia rasakan. Nikmat ada namun sedikit sakit juga ada. Gigi Zayn sangat tajam, tak jarang bibir atau put*ng miliknya lecet. Namun entah kenapa Jenna tidak pernah kapok melakukannya lagi dan lagi. Seolah dia sudah kecanduan.

__ADS_1


"M-mas-sh," rintih Jenna saat ia merasakan miliknya semakin kuat di his*p oleh Zayn.


"Mmm," gumam Zayn. Ia tidak mempedulikan panggilan Jenna. Yang jelas ia sangat menikmati permainannya di squishy Jenna.


***


Ryan tersenyum puas saat melihat Ale yang tidak terganggu sama sekali karena kegiatannya. Ryan juga cukup pintar karena ia tidak membuat tanpa apapun di tubuh Ale. Sebelum melakukan ini, ia sudah memberikan obat tidur melalui air yang ia berikan pada Ale. Di dalam air putih itu dia menaburkan obat tidur sehingga Ale tidak akan terusik meskipun dia bermain main dengan tubuh gadis ini.


Bagian atas baju Ale sudah tersingkap ke atas bahkan bagian br*nya juga sudah terlepas dan tidak menutup kedua squishynya. Selain merem*s dengan intes kedua benda kenyal itu, Ryan juga mengul*mnya sampai ia puas. Bahkan dengan tidak berperasaannya dia menggigitinya kecil. Ale hanya bergumam dan tidak bangun, mungkin efek obat tidur itu cukup bagus sehingga dia tidak terbangun.


Ryan mengusap bagian intim Ale yang sangat bersih. "Aku sangat ingin mencobanya sayang, bagaimana jika dengan lidah dan jari ku lebih dulu?"


Ryan menyeringai. Otak gilanya benar benar bekerja diluar batas. Ia tidak bisa menahan keinginannya. Sedikit bermain tidak akan membuat virgin gadis ini hilang kan?


Ryan pun menyingkap rok span yang digunakan Ale, selain rok ia juga menyingkap bagian celana dal*mnya. Ryan menekuk kedua kaki Ale dan memposisikan wajahnya di depan lubang kenikmatan itu. Tak lama lama dan Ryan pun langsung melahapnya. Rasa gadis memang berbeda.


Ale lagi lagi hanya bisa bergumam saja. Sedangkan dibawah sana lidah Ryan dengan aktif bermain. Ryan seperti orang kelaparan saja. Wajar, dia sudah hampir satu minggu tidak melakukan aktivitas s*x. Apalagi setelah mengetahui jika Ale mengetahui kelakuan bejatnya, apa dia masih akan melakukannya? Entah lah, Ryan tidak tahu.


Cukup lama bermain sampai akhirnya Ryan menaikan kepalanya lagi dan tersenyum puas.


"Memang sangat manis. Tunggu sebentar lagi sayang, aku akan memikirkan caranya. Agar milik ki bisa dengan mudah menerobos milik mu yang nikmat ini," ucap Ryan tersenyum miring.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2