One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
66. 360


__ADS_3

***


Zayn dengan nyamannya bersandar pada dada Jenna. Ia menyampingkan kepalanya. Kedua tangannya memeluk tubuh Jenna. Posisi kepala Zayn tepat berada di tengah tengah gundukan kenyal itu.


Jenna sendiri, bukannya meminta Zayn pergi dari sana, justru dia malah mengelus rambut Zayn. Seolah ia memang mengijinkan pria itu tiduran diatas tubuhnya.


"Nonton apa?" Tanya Zayn.


"Gak tahu. Om maunya apa?" Tanya Jenna balik.


"360 atau fifty shades aja," ucap Zayn.


"Yakin gak horn-?" Tanya Jenna.


"Ada kamu," ucap Zayn.


"Apa hubungannya?" Tanya Jenna.


"Kalo aku horn ya bantuin aku lah sayang, gunain tangan sama mulut kamu ini," ucap Zayn.


"Dih, gak mau ya om. Gak enak, eneg," ucap Jenna.


"Ya udah, berarti saya main solo lagi aja. Udah sana cari film 360," ucap Zayn.


"Oke, oke."


Jenna pun menenkan nekan tombol di remote yang dia arahkan ke tv. Ia mencari film yang dimaksud oleh Zayn.


"Cover filmnya erotis banget ya," ucap Jenna.


"Biar laku di pasaran sayang. Strategi marketing film kayak gini emang selalu gitu yang," ucap Zayn. Jenna hanya ber-oh ria saja. Ia menekan tombol play dan tv pun mulai menayangkan film 360.


Awal awal film Jenna masih biasa saja begitu juga dengan Zayn. Pria itu denga tenang memiringkan kepalanya dengan tangan kirinya yang sudah berada diatas squishy Jenna. Memainkan squishy hidup itu seolah itu adalah sebuah mainan.

__ADS_1


Makin lama, adegan film semakin erotis. Mulai dari adegan tokoh prianya yang blow j*b oleh wanita yang entah siapa, adegan di pesawat, sampai penculikan seorang wanita lalu terjadilah adegan adegan dewasa.


"Udah om, ganti film aja. Jenna gak bisa lihat kayak gitu terus terusan," ucap Jenna.


"Kan kamu yang horn- bukan aku sayang. Jangan dong, lagi seru serunya itu," ucap Zayn. Pria itu merebut remote di tangan Jenna dan menyimpannya di dekatnya. Mau tak mau Jenna pun hanya pasrah dan melihat film itu sampai selesai.


Namun belum juga ending, Jenna sudah mengalihkan pandangannya agar tidak melihat ke arah tv. Sedangkan Zayn dengan tenang menikmati film itu. Namun miliknya sudah mengeras dibawah sana. Tangannya juga sejak tadj sudah aktif bermain diatas dada Jenna. Rasanya squishy itu semakin hari semakin membesar saja.


"Buka ya?" Pinta Zayn. Ia mengarahkan tangannya pada squishy Jenna.


"Gak bisa, Jenna pake kaos," ucap Jenna.


"Ya buka semuanya sayang. Jangan pake kaos," ucap Zayn. Jenna hanya diam saja. Ia bingung harus menuruti kemauan Zayn atau tidak.


"Please," ucap Zayn lirih. Tanpa menunggu persetujuan Jenna, pria itu sudah menyingkap kaos itu sampai ke atas dada. Ia membuka tali pengait br* di belajang tubuh Jenna.


Mata Zayn menggelap melihat squishy Jenna yang put*ngnya sudah tegak menantang. Sepertinya wanita ini juga terangsang. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Zayn langsung mengarahkan mulutnya pada squishy itu. Mengul*m dan menghis*pnya sesekali. Jenna hanya memejamkan matanya menikmati sensasi yang diberikan Zayn pada miliknya ini.


"Kenapa kamu harus dapet tamu sih yang," erang Zayn kesal. Jenna yang melihat sikap Zayn itu hanya terkekeh lucu. Iya lucu melihat wajah frustasi Zayn.


"Aku udah gak tahan," bisik Zayn. Ia semakin mempercepat gerakan miliknya di bawah sana.


"Ke kamar mandi sana. Kan tadi di bilangin jangan nonton yang kayak gitu. Udah tahu punya adik baperan," ucap Jenna.


Pria itu mengecup lama bibir Jenna sebelum pergi ke kamar mandi di ruang sebelah. Bukan di kamar Jenna. Bahkan Zayn dengan sengaja membuka pintu kamar mandinya agar Jenna dapat mendengar des*hannya.


"Capek gue kenal sama om om yang umurnya udah dewasa. Mau gak mau setiap sama dia gue sering kiss kayak gini," gumam Jenna. Ia mematikan tv dan berjalan ke kamarnya kemudian memasangkan earphone pada telinganya. Jenna wanita normal juga, semakin lama ia mendengar desah*n Zayn maka dia juga akan semakin terangsang. Apalagi Zayn mendes*hkan namanya. Sialan!


Lama lama Jenna mengantuk karena terbawa suasana oleh lagu yang ia dengarkan. Tak berselang lama, Jenna sudah tertidur.


Lima belas menit berlalu, Zayn keluar dari dalam toilet. Rambutnya basah dengan pinggang yang dililit handuk saja. Tadi ia sudah meminta Math untuk membawakan baju santai ke kamar Jenna. Dan memintanya menyimpan di depan pintu apartement Jenna.


Zayn mengambil pakaiannya dan dan membawanya ke dalam apartement. Ia mencari Jenna, ternyata wanita itu sudah pergi ke kamarnya. Earphone terpasang di kedua telinganya.

__ADS_1


"Bener kata mami Jeni, Jenna bandel. Udah aku suruh dengerin kegiatan aku dia malah pake earphone," ucap Zayn.


Ia menyimpan paper bag diatas meja rias Jenna dan naik ke atas temlat tidur. Tenang saja, dibalik handuk ia sudah menggunakan boxer miliknya. Zayn menarik earphone Jenna. Wanita itu masih diam saja. Sepertinya Jenna memang sudah terlelap.


"Tidur nyengak calon istri," ucap Zayn. Pria itu mengecup bibir Jenna sekilas dan menariknya ke dalam pelukannya. Selimut juga sudah membungkus tubuh keduanya. Ini kali kedua untuk Jenna dan Zayn tertidur lagi hari ini.


***


Selesai makan, Ale langsung keluar dari dalam restoran. Ia berjalan santai menuju parkiran untuk ke mobilnya. Tanpa ia ketahui sejak tadi ada seseorang yang mengikutinya dari belakang.


Ya, pria yang tadi memperhatikan Ale makan mengikuti wanita itu pergi bahkan mengikuti mobilnya. Pria itu tidak akan berbuat macam macam, hanya saja ia penasaran dengan wanita itu.


Entah mengapa melihat beragam ekspresi di wajahnya saat makan membuat pria itu tertarik pada gadis itu. Dia tidak cantik, namun manis sekali wajahnya.


Mobil milik Ale berhenti di depan sebuah restoran ternama milik kedua orang tuanya. Ia keluar dari dalam mobilnya dan masuk ke dalam restoran.


"Cari tahu siapa gadis itu," ucapnya.


"Baik tuan."


Mobil yang ia tumpangi pergi dari restoran tersebut. Sementara Ale langsung masuk ke dalam ruangannya.


Sebenarnya sudah tidak ada pekerjaann. Namun ia harus tetap profesional kan?


Ale mengecek ponselnya, sahabatnya Jenna masih belum membalas pesannya.


"Awas aje ya lu Jenn, mengabaikan pesan orang manis seperti gue. Gue gibeng lo kalo ketemu," gerutu Ale.


"Gabut banget help!! Mana kudu dapet menu baru lagi. Kan anjir," umpatnya.


Gadis itu pun membuka youtube. Mencari cari referensi menu yang baik dan akan laku di pasaran. Selain mencoba secara langsung, Ale juga melakukan riset di youtube.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2