One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
65. Kegigit


__ADS_3

Di statistik yg baca sampe 300k lebih. Tapi dari sekian banyaknya itu gak ada yg komen🥹👍


***


Zayn terkejut dan langsung bangun. Ia mendekat ke arah Jenna dan memegang dagu gadis itu. Ia melihat bibir dalam Jenna yang terluka akibat terkena gigitan giginya sendiri. Zayn menurunkan kepalanya dan menghis*p bibir bawah Jenna begitu saja. Mata Jenna melotot karena tindakan Zayn ini. Ia pun menepuk nepuk bahu Zayn agar melepaskan bibirnya.


"Maaf, habisnya bibir kamu terluka. Supaya darahnya tidak banyak," ucap Zayn.


"Pinteran banget ngelesnya," ucap Jenna.


"Kesempatan baik tidak boleh dilewatkan sayang," ucap Zayn tersenyum.


Jenna mendengus kesal dan kembali melanjutkan makannya. Zayn sendiri kembali ke kursinya untuk duduk. Mereka kembali makan makanannya sampai habis.


Setelah selesai, Jenna mengambil alih piring Zayn dan membawanya ke wastafel untuk dicuci. Zayn mengikuti arah kaki Jenna. Saat Jenna mencuci piring, pria itu memeluk tubuh Jenna. Ia menyimpan dagunya pada pundak kanan Jenna.


"Kamu tahu, aku sangat bahagia sekali karena kecelakaan itu akhirnya aku menemukan cinta pertama ku," ucap Zayn.


"Kecelakaan yang kamu maksud itu kecelakaan yang kamu nikmati kan?" Tanya Jenna.


"Oh tentu saja sayang. Bahkan saat di Bali pun sebenarnya aku masih menginginkan kita berada disana. Tapi kenyataannya kita harus kembali secepat itu," ucap Zayn.


Jenna mendelik kesal. "Oh, jadi kamu emang udah rencanain itu semua? Dengan alasan minta papi diganti sama aku biar kamu bisa melancarkan rencana kamu?"


"Yes. Memang seperti itu kenyataannya sayang. Anggaplah aku licik dan egois, tapi kamu juga menikmati permainan kita kan?" Tanya Zayn.


Saat Jenna akan menjawab ucapan Zayn, tiba tiba bel apartementnya berbunyi. Jenna pun melepaskan pelukan Zayn dan berjalan menuju ke pintu. Sebelum membukanya, Jenna melihatnya dulu melalui sensor layar yang terpasang di dinding, dimana kameranya menyorot ke arah orang yang baru datang.


Mata Jenna membulat melihat siapa yang datang.


"Astaga, mami," pekiknya. Ia pun segera menarik Zayn. Mencari ruangan yang tidak akan diketahui oleh maminya ini. Bisa berabe jika maminya tahu ada Zayn disini.


"Kamu sembunyi om," titah Jenna.


Zayn mengernyitkan dahinya heran, kenapa juga ia harus bersembunyi dari calon mertuanya?


"Sayang, mami kamu sudah tahu hubungan kita. Wajar kan jika aku berkunjung kesini karena tahu kamu sakit. Kenapa harus sampai sembunyi?" Tanya Zayn.


"Ya bener juga sih," ucap Jenna.

__ADS_1


"Ya udah kita buka pintunya, kasihan itu mami kamu teken bel dari tadi," ucap Zayn.


"Ah, iya iya."


Zayn menggelengkan kepalanya tak paham. Kenapa Jenna-nya menjadi lambat berpikir seperti itu? Apa ini juga termasuk ke dalam list karena pms?


Sementara di depan pintu, Jeni terus saja menekan bel. Namun Jenna tidak keluar juga. Ia sudah diberitahu suaminya jika anak semata wayangnya itu pulang lagi dari kantor tadi pagi karena badannya meriang. Jeni sebagai seorang ibu tentu saja khawatir. Namun baru pukul tiga sore ia bisa kesini. Sedangkan Adam masih di kantor karena harus lembur.


"Mi," sapa Jenna.


"Lama amat sih," gerutu Jeni.


"Sore tante," sapa Zayn.


"Loh, ada calon mantu ternyata disini. Pantesan lama," ucap Jeni.


"Dih, Jenna gak ngapa ngapain kok sama om Zayn," ucap Jenna.


"Emangnya mami nanya kamu lagi ngapa ngapai sama Zayn? Kan enggak," ucap Jeni. Bibir Jenna menutup seketika saat ucapan maminya cukup membuatnya diam seribu bahasa.


"Masuk tante," ucap Zayn.


"Jenna memang sempat demam tadi pagi tan, ternyata Jenna akan kedatangan tamu bulananya," ucap Zayn.


"Astaga, kamu masih sering suka meriang sama demam pas mau haid?" Tanya Jeni.


"Khawatir kan? Tadi aja pake bilang Jenna anak bandel," ucap Jenna.


"Ya jelas mami khawatir lah. Bandel bandel kayak kamu juga tetep anak mami yang paling kece. Tapi sekarang udah gak papa kan?" Tanga Jeni.


"Enggak mi. Jenna udah makan steak dibikinin om Zayn,' ucap Jenna.


"Syukurlah. Ya udah ini makanan buat kamu makan sama ada keripik kaca buat kamu nyemil. Tapi jangan banyak banyak, itu micin banget. Mami ke kantor papi dulu kalo gitu," ucap Jeni.


"Loh? Kenapa ke kantor papi? Jenna kira mami kesini mau rawat Jenna," ucap Jenna.


"Kamu udah gede sayang, udah punya calon suami juga. Mami gak khawatir sama kamu karena udah ada pacar kamu ini. Udah ah, mami pergi dulu. Kalo telat papi suka ngambek, tahu sendiri papi kalo ngambek kayak gimana," ucap Jeni.


"Iye tahu, mami gak keluar kamar. Makan dianterin ke kamar juga, awas aja kalo Jenna sampe punya adek. Jenna bakalan keluar dari rumah," ancamnya.

__ADS_1


"Mami udah tua, mana mau mami juga punya anak. Lebih pantes mami itu punya cucu dari kamu sama pacar kamu ini," ucap Jeni.


"Ngawur. Udah sana mami pergi ke suami mami," ucap Jenna.


"Kamu ngusir mami?" Tanya Jeni.


"Enggak mi, astaga. Kan tadi mami bilang gak boleh telat, kalo telat papi ngambek. Gimana sih," ucap Jenna.


"Ah, iya bener juga. Ya udah mami pergi dulu, baik baik kamu sama Zayn. Jangan bermain terlalu jauh meski kotor itu baik. Zayn titip anak bandel ini ya, bye," ucap Jeni.


Jenna melongo mendengar ucapan maminya itu. Bisa bisanya maminya mengatakan hal itu. Sedangkan Zayn menahan senyumnya. Menurutnya mami Jeni sangat lucu sekali.


Jenna kembali menutup pintu apartementnya dan berjalan ke ruang tv. Ia duduk di sofa yang ada disana. Begitu juga dengan Zayn. Mereka duduk bersampingan. Namun tak berselang lama Zayn menarik Jenna ke dalam pelukannya.


"Kenapa?" Tanya Jenna.


"Enggak, aku cuma kangen aja sama kamu. Seneng gitu peluk kamu terus terusan," ucap Zayn.


"Modus gak nih?" Tanya Jenna.


"Enggak sayang. Gak boleh suudzon sama calon suami," ucap Zayn meniru ucapan mami Jeni.


"Hilih, ikut ikutan kayak mami. Udah ah mending nonton," ucap Jenna. Ia melepas pelukan Zayn dan mengambil remote tv. Ia membenarkan letak bantal sofa kemudian tiduran disana dengan posisi kakinya mengarah pada Zayn.


"Om, pindah sini ke deket kepala Jenna. Biar kaki Jenna selonjoran," ucap Jenna. Kedua kakinya memang ditekuk karena Zayn duduk disana.


"Kamu bisa selonjoran meskipun aku ada disini," ucap Zayn.


"Hah? Gimana maksudnya?" Tanya Jenna.


Zayn pun membuka kedua kaki Jenna dan masuk diantara kedua kaki itu. Kepalanya tepat berada diatas kedua squishy Jenna sedangkan perutnya ada diantara selangk*ngan Jenna.


"Kaki kamu bisa dilurusin atau ditekuk," ucap Zayn.


"Bisa banget nyari kesmpatan dalam kesempitannya," ucap Jenna.


"Sempit kayak lub*ng kamu."


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2