One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
26. Rapuh


__ADS_3

rwamein✊️✊️✊️


***


Zayn mengikuti langkah Jenna yang pergi meninggalkan Mario dan Yura di depan restoran itu. Wanita itu terlihat biasa saja dengan eskpresi datarnya. Bahkan Jenna yang tadi tertawa dengannya saat makan kini berubah menjadi lebih diam.


Jenna masuk ke dalam mobil. Zayn juga masuk. Pria itu melirik ke arah Jenna, wanita itu masih dengan tatapan datarnya. Zayn belum menghidupkan mesin mobil, ia rasa ada yang dipendam oleh wanita di sampingnya ini.


"Jalan om, kok malah bengong," ucap Jenna.


"Are you okay, Jennai?" Tanya Zayn.


Jenna menghela nafasnya kemudia memejamkan matanya. Matanya terasa memanas tiba tiba.


"Im fine om. Jalan aja," ucap Jenna.


"Pembohong amatir," ucap Zayn. Pria itu pun menarik Jenna ke dalam pelukannya. Ajaib wanita ini tidak memberikan perlawanan sama sekali. Biasanya wanita ini akan segera mereog jika Zayn sekedar menarik tangannya.


"Gak papa Jen, nangis aja. Semua orang punya titik lelahnya," ucap Zayn.


Seolah mendapatkan lampu hijau dari Zayn, Jenna pun tiba tiba memeluk pria itu. Meremas kuat jas milik Zayn. Jenna menangis. Pertahananya dirinya yang cuek dan terkesan tidak peduli lenyap begitu saja saat melihat Mario bersama Yura.


Zayn memeluk Jenna sembari memberikan usapan lembut pada punggung wanita itu. Tubuhnya bergetar. Menandakan wanita ini sedang menangis dengan hebatnya.


Jenna tidak pernah menyangka jika dirinya akan runtuh seperti ini. Semua pertahanan yang ia bangun untuk membentengi kesakitan akibat dikhianati kini lenyap sudah di depan Zayn.


Jenna tidak pernah berpikir untuk menangis seperti ini sebelumnya. Bahkan setelah kejadian itu, Jenna tidak menangis lagi. Ia hanya satu kali menangis saat memergoki Mario sedang bersama Yura diatas ranjang. Tanpa busana dan hanya ditutupi selimut saja.

__ADS_1


"Sakit om," ucap Jenna purau.


"I now, nangis aja Jen. Pura pura baik baik aja enggak buat kamu beneran baik kan?" Ucap Zayn.


Jenna benar benar menumpahkan tangisnya pada bahu Zayn. Bahkan mungkin jas milik Zayn sudah basah akibat ulah air mata Jenna. Namun Zayn tidak peduli. Mendengar tangisan Jenna yang memilukan ini cukup menyentuh hatinya. Seumur hidupnya, baru kali ini ia melihat seorang wanita menangis tersedu sedu hanya karena seorang pria yang tidak memiliki sifat baik.


Tentu saja tidak, buktinya mantan pacar Jenna bisa selingkuh di belakang Jenna selama itu. Dan yang lebih parahnya lagi, pria itu berselingkuh dengan sodara sepupunya. Tentu saja Jenna akan merasakan sakit yang teramat dalam.


Zayn berusaha menenangkan wanita ini. Ia juga sudah mengirimi chat pada om Adam jika ia akan membawa Jenna jalan jalan saja. Om Adam tentu saja bertanya kenapa harus Jenna diajak jalan, mau tak mau Zayn pun memberitahu masalahnya pada papi Jenna.


Beberapa menit berlalu, tangis Jenna sudah mereda namun wanita itu masih nyaman berada di dalam dekapan Zayn. Zayn mengambil botol air putih dan memberikannya pada Jenna. Pria ini memang selalu sedia air mineral di dalam mobilnya.


"Minum dulu Jen," ucap Zayn.


Jenna menggelengkan kepalanya. Ia tidak mood melakukan apa apa. Tubuhnya terasa lemas setelah menangis cukup lama tadi.


"Udah ya nangisnya? Sayang loh air mata kamu. Cowok kayak gitu gak perlu kamu pikirkan lagi. Dia sudah membuktikan jika dirinya memang tidak pantas bersama kamu," ucap Zayn.


"Gak tahu. Sakit aja lihat Mario deket sama Yura. Jenna sayang banget sama Mario. Cuma ya dari kemarin setelah kejadian ke gep itu, Jenna gak nangis. Jenna berusaha buat gak mikirin dia. Tapi tadi malah ketemu lagi, mana si brengs*k itu manggil nama Jenna," ucap Jenna.


"Sakit wajar, kamu pake hati sedangkan dia enggak. Kalo dia sama sama pake hati, dia gak mungkin bakalan sakitin kamu," ucap Zayn. Jenna hanya mengangguk sekilas dan melepaskan dirinya dari pelukan Zayn. Wanita itu mengambil tissue yang ada di mobil Zayn dan mengelap ingusnya. Beruntung di mobil ini disediakan tempat sampah kecil, jadi Jenna tidak perlu keluar mencari tempat sampah.


"Saya sudah minta ijin sama papi kamu, mau ajak kamu keluar. Kamu mau kan?" Tanya Zayn.


"Terus kerjaan om gimana?" Tanya Jenna.


"Itu sudah ada yang mengurus. Lagian saya memiliki ribuan karyawan yang bekerja pada saya. Jadi fine fine saja jika saya pergi hanya beberapa jam saja," ucap Zayn.

__ADS_1


"Sombong," ucap Jenna.


"Itu fakta baby girl. Kalau kamu berkenan, saya bisa membawa kamu berkeliling ke kantor saya," ucap Zayn.


"Boleh sih, terserah om juga. Otak Jenna lagi mumet gak bisa mikir," ucap Jenna.


"Okay," ucap Zayn. Pria itu menyalakan mesin mobil dan melajukannya menuju ke suatu tempat sebelum ke kantornya. Mungkin ini awal yang baik untuk mendekati wanita ini.


Jenna hanya diam saja di dalam mobil. Ia tidak tahu harus berbicara apa. Otaknya benar benar tidak bisa diajak berpikir.


Mungkin memang benar, Mario tidak baik untuknya sehingga tuhan memperlihatkan sifat aslinya padanya. Namun kenapa harus setelah hubungannya dengan Jenna berjalan selama itu? Waktu tiga tahun bukanlah waktu yang sebentar.


Jenna masih ingat, dulu ia memang sangat enggan menerima Mario dalam kehidupannya. Jenna hanya menganggap Mario sebagai temannya saja. Namun ternyata seiring berjalannya waktu, Jenna luluh juga. Wanita itu akhirnya menerima Mario menjadi kekasihnya.


Jenna tipekal orang yang sulit menerima orang baru dalam kehidupannya. Apalagi orang itu mencoba meminta kepercayaan padanya tentang hatinya. Tentu saja memerlukan waktu untuk itu. Namun ternyata setelah Jenna memberikan kepercayaan itu pada Mario, pria itu malah mengingkari janjinya.


Sejak dulu, Yura memang selalu saja merebut apa yang diinginkan oleh Jenna. Makanya itu, Jenna memiliki kuliah di universitas yang memerlukan kualifikasi untuk memasukinya. Jenna sudah jengah dengan perilaku Yura dan papanya yang semakin menjadi jadi. Alhasil Jenna pun berkuliah di luar negeri dan untungnya mami dan papinya menyetujui hal itu.


"Gak mau minum? Nanti suaranya serak loh," ucap Zayn.


"Enggak om," ucap Jenna.


"Jujur aja, baru kali ini saya lihat kamu seperti tadi. Selama mengenal kamu, saya gak pernah tuh lihat kamu kayak tadi. Biasanya kan ngereog," ucap Zayn.


"Ujungnya gak enak, masa iya Jenna ngereog sih?! Enggak ya, Jenna kalem," ucap Jenna.


Zayn tertawa mendengarnya. Sejak kapan juga Jenna kalem. Setahu dia wanita ini suka ngegas dan tidak mau diam. Paling paling anak ini kalem jika sedang bekerja dan pekerjaan itu mampu membuat otaknya ngebug.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2