One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
51. Hot News


__ADS_3

Hot news


***


Selama beberapa jam berlalu Jenna berhubungan intim dengan Zayn, tak pernah sekali pun ia mendengae pria ini mengeluarkan desah*nnya. Zayn hanya menggeram dan terus menggeram ketika akan mencapai pelepasannya. Justru Jenna yang selalu dibuat mendesah terus menerus oleh pria ini.


Namun tadi, saat Jenna diminta bermain kembali dan memegang kendalinya Zayn mengeluarkan desah*nnya tepat di telinga Jenna. Jelas saja wanita itu mendengarnya. Bahkan terasa cukup keras dan seksi.


Pertama kali dalam hidupnya Jenna melakukan hal itu. Bermain dengan gila diatas Zayn. Bahkan milik Zayn terasa masuk lebih dalam lagi ketika ia mendudukinya. Sialnya pria ini membuat Jenna terus bergerak cepat saat Jenna sedang bermain perlahan. Bahkan kedua tangan pria ini bertengger manis di pinggangnya dan menaik turunkan tubuhnya.


Dan anehnya lagi, dengan posisi seperti ini Zayn lebih cepat menyemburkan cairannya dibanding dirinya. Biasanya Jenna yang akan keluar lebih dulu tapi ternyata Zayn yang lebih dulu keluar. Jenna bermain dengan liarnya diatas milik Zayn. Tentu saja Zayn senang karena ia tidak akan kehabisan energi dan akan kembali menggempur Jenna. Tenang saja, Zayn tidak mengeluarkan semua cairannya di dalam milik Jenna. Ia masih bisa berpikir jernih meskipun kelakuannya dan Jenna sudah kotor.


Saat ini mereka baru saja selesai bermain. Jenna berada diatas tubuh Zayn. Dengan lemas ia tertidur disana. Milik mereka masih menyatu. Karena Zayn tidak ada niatan untuk melepaskannya. Biarkan seperti ini itung itung miliknya sedang dimanjakan. Ia dan Jenna hanya sebentar lagi di Bali. Dan sudah pasti ketika di Jakarta nanti dia akan kesulitan meminta hal ini pada Jenna.


"Gila. Kenapa gue kayak gini," gumam Jenna. Ia memejamkan matanya. Kelakuannya kali ini salah dan tidak bisa dimaafkan mungkin.


"Ini tidak gila sayang. Kita sepasang kekasih, sudah sewajarnya kan melakukan hal ini. Bahkan anak anak dibawah umur juga banyak yang melakukan hal seperti ini," ucap Zayn. Ia mengelus punggung polos Jenna.


"Tapi Jenna bukan mereka om. Jenna bedaa sama mereka. Tapi kini, apa bedanya Jenna dengan mereka? Bahkan Jenna bermain lebih dari satu kali bersama om," ucap Jenna.


"Kamu menikmatinya?" Tanya Zayn.


Jenna diam. Ia memang menikmatinya. Namun ini salah.


"Kamu diam berarti aku anggap kamu menikmatinya. Nafsu kamu begitu besar sayang, akui saja."


Zayn menggulingkan tubuh Jenna ke samping dan menindih tubuh wanita itu. Ia sedikit menekan miliknya agar semakin terbenam pada milik Jenna. Jenna memejamkan matanya. Jujur saja milik Zayn sangat besar dan miliknya selalu saja tidak biasa.


Saat Zayn akan kembali berbicara, tiba tiba ponsel Jenna berbunyi. Jenna pun mendorong tubuh Zayn agar menyingkir namun Zayn tidak mau. Pria itu malah menenggelamkan kepalanya pada kedua squishy Jenna yang terasa sedikit membesar dari sebelumnya.


Jenna menyerah. Ia pun menjangkau ponselnya yang ada di nakas sebelah ranjang. Itu panggilan dari maminya.


"Siapa?" Tanya Zayn.

__ADS_1


"M-mami."


"Loudspeak," ucap Zayn.


"Privasi om," ucap Jenna.


"Kita sepasang kekasih sayang," ucap Zayn. Jenna pun segera mengangkat telepon maminya dan menuruti ucapan Zayn.


"Hallo sayang," ucap Jeni di seberang sana.


"Iya mi, kenapa?" Tanya Jenna.


"Kamu dimana sekarang?" Tanya Jeni.


"Masih di Bali mi, emangnya kenapa?" Tanya Jenna.


"Kamu belum lihat berita? Om Hendri menyebarkan foto kamu sama Zayn di depan pantai. Kalian sedang berpelukan di foto. Media heboh saat ini, bahkan kantor papi juga diserbu wartawan. Mami dikasih tahu papi, wartawan juga sedang menuju kesana," jelas Jeni.


"Astaga. Itu adiknya papi nyari gara gara mulu sama Jenna. Terus gimana sekarang mi? Papi disana kan?" Tanya Jenna. Zayn hanya diam saja menyimak pembicaraan anak dan orang tuanya. Muncul ide jahil di otaknya. Ia pun menaikan tubuhnya dan menatap tubuh polos Jenna. Pria itu melebarkan kedua kaki jenjang milik Jenna dan mulai memaju mundurkan miliknya.


"Kan Hendri emang dari dulu mau jatuhin perusahaan papi sayang. Sekarang kamu cepet pulang aja ya? Papi gak tenang kamu disana," ucap Adam.


"I-iya p-pap-i. Jenna pulang h-hari ini," ucap Jenna. Ia menahan mulutnya agar tidak mengeluarkan desah*nnya.


"Ya udah, hati hati ya disana. Papi yakin Zayn menjaga kamu disana," ucap Adam.


"Iya pi. Teleponnya Jen-na tutup dul-u," ucap Jenna.


"Iya sayang."


Tut.


Panggilan pun terputus. Jenna langsung melepaskan ponselnya begitu saja sampai jatuh ke lantai. Tangannya terangkat untuk mendorong dada pria yang sedang bermain dengan ritme pelan.

__ADS_1


"Om," geram Jenna.


"Yes baby?" Ucap Zayn.


"Lepas. Kita harus pulang sekarang," ucap Jenna.


"Yakin lepas? Nanti kepikiran loh kalo gak keluar," ucap Zayn.


"Ya udah cepetin. Jangan dilama lama-in," ucap Jenna.


"Memohonlah dan panggil aku daddy," ucap Zayn.


"Enggak mau!"


"Baiklah, kita akan bermain pelan saja. Biarkan kita terlambat kembali ke Jakarta," ucap Zayn.


Lagi dan lagi Jenna harus terjebak oleh Zayn. Ia harus memohon dan memanggilnya dengan sebutan seperti itu. Bahkan semalam, Jenna harus melakukan hal itu karena Jenna dipaksa oleh Zayn.


"Pilihan ada di tangan mu baby," ucap Zayn. Ia merendahkan tubuhnya dan meniup telinga Jenna. Jenna pun memeluk tubuh pria itu dan berbisik.


"Faster daddy, please."


Bisikan itu mampu membuat tubuh Zayn menegang termasuk miliknya. Tanpa menunggu apapun lagi Zayn langsung menggerakan miliknya dengan pacuan cukup kuat. Ia menghentakan miliknya agar masuk lebih dalam. Jenna sudah mendes*h dan meracau sejak tadi.


"J-angan bu-at kissmark. Jang-ngan terlalu lam-ma berm-ainnya," ucap Jenna.


"Baiklah, tapi di Jakarta nanti aku menginginkannya lagi sayang," ucap Zayn. Ia mengerti kenapa Jenna memintanya hal seperti itu. Mereka harus kembali saat ini juga ke Jakarta sebelum wartawan mengepung mereka dan mereka tidak bisa kembali ke Jakarta.


Hanya satu kali pelepasan. Zayn pun melepaskan Jenna dan mengangkat tubuh wanita itu untuk pergi ke kamar mandi. Tentunya mandi juga akan lama karena tangan Zayn mengerayangi tubuh Jenna.


Jenna meminta segera mandi dan Zayn berhenti main main. Ia takut masuk angin. Zayn pun akhirnya menurut. Mereka segera mandi dengan cepat.


Selesai mandi, Jenna mengenakan baju yang sudah disiapkan oleh Zayn. Dress putih dengan motif bunga bunga. Sedangkan Zayn memakai jas seperti biasanya. Jenna menutupi kissmark yang ada di tubuhnya dengan concelar agar tidak terlihat. Tenang saja, ini concelar yang waterproff, jadi tidak akan luntur dengan mudah.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2