One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
29. Kebakar Cemburu


__ADS_3

✊️✊️✊️


***


"Om juga kurang tahu Zayn, pria itu membelakangi kita. Biar tahu kita samperin aja," ucap Adam. Zayn menganggukan kepalanya dan berjalan bersama dengan Adam menuju ke arah Jenna dan pria itu.


Zayn sangat ingin menonjok pria itu. Jenna bisa tertawa lepas saat bersama pria itu. Tentu saja Zayn iri. Selama Jenna bersamanya, Jenna tidak pernah tersenyum selepas itu. Bahkan Jenna terkesan seperti terpaksa. Namun Zayn tidak peduli, yang penting Zayn selalu bersama dengan wanita itu.


"Tapi Jenn, lo sekarang bakalan netap di Indo?" Tanya Cahu.


"Netap lah. Negara kelahiran, udah bertahun tahun gue tinggalin yakali gue tinggalin lagi. Cukup gue aja yang ditinggalin Mario, temen lo itu," ucap Jenna.


"Maksud lo?" Tanya Cahu.


"Gue putus sama dia. Dia selingkuh sama Yura, you now Yura? Yura Karlian anak om Hendri, yang sialnya adalah adek sepupu gue. Tapi gue gak anggap dia sih," ucap Jenna membuat Cahu syok.


Cahu sampai menganga mendengarnya. Memang sejak awal Cahu sudah tidak suka dengan hubungan Jenna dan Mario. Dan sekarang terbukti kan?


"Gue masih butuh penjelasan dari lo. Tapi next time ya Je," ucap Cahu.


"Iya Hu, gue tunggu. Tapi buat apa juga sih diceritain lagi. Toh gue udah putus dari dia juga. Gue tinggal lanjutin aja hidup gue, lagian mau fokus sama karir," ucap Jenna.


"Ceilah, so soan fokus karir. Gue tahu lo sad cuma berusaha terlihat baik baik aja," ucap Cahu.


"Anjir, bisa aja lo," ucap Jenna tertawa lagi. Entah mengapa rasanya berbicara dengan Cahu membuat moodnya cukup baik


Terlihat sekali jika Jenna sejak tadi terus tertawa terbahak bahak. Bahkan tangannya sesekali melayang untuk menabok bahu pria itu. Hati Zayn benar benar sudah terbakar api cemburu.


"Jenn, kamu lagi sama siap- Loh, Cahu?" Tanya Adam.


"Hehe, iya om Adam. Ini Cahu, gimana makin ganteng kan?" Tanya Cahu pede. Sedangkan Zayn ingin tertawa mendengar ucapan pria itu namun ia tahan.

__ADS_1


"Kamu apa kabar Hu? Udah lama gak ketemu juga sama om. Mama papa kamu baik?" Tanya Adam.


"Baik om, kita semua sehat wal afiat. Om sendiri gimana kabarnya?" Tanya Cahu.


"Baik Hu. Tante Jeni juga baik. Kapan kapan kamu main ke rumah, tante sama om nunggu kamu," ucap Adam.


"Tante om doang nih? Si lampir ini enggak?" Tanya Cahu.


"Sekate kate kalo ngomong. Gue gak nerima lo ya bayi Bajang," ucap Jenna ngegas. Adam sudah terbiasa dengan sikap kekanakan Jenna dan Cahu. Mereka selalu saja adu mulut ketika bertemu. Tidak pernah sekali pun mereka damai, adem, dan juga kalem.


"E buset mulutnya minta di sleding kaki kudanil kali ye," ucap Cahu.


"Mulut lo duluan yang kudu di jahit, dasar grandong," ucap Jenna.


Cahu ketika bertemu dengan Jenna selalu memancing emosi wanita itu, sedangkan Jenna yang gampang emosian langsung baku hantam dengan Cahu. Kesabaran Jenna setipis kulit lumpia, bahkan terkadang kulit lumpia itu ada yang sobek. Jadi sebelum war dengan Cahu, Jenna sudah emosi duluan.


Namun dibalik itu semua, baik Jenna atau pun Cahu sama sama memiliki rasa peduli juga sayang mungkin. Mereka akan saling menanyakan kabar jika tidak bertemu dalam waktu yang lama. Seperti saat mereka kuliah kemarin.


"Kamu masih kuliah?" Tanya Adam.


"Kok elo gak di kampus? Kan biasanya mahasiswa suka lalu lalang buat ajuin skripsi mereka?" Tanya Jenna.


"Dikasih libur seminggu buat observasi judul skripsi. Lagian mumet gue di kampus mulu. Gak lulus lulus, heran. Sedangkan elo udah lulus aje. Mana aci kalo kayak gitu," ucap Cahu yang masih tidak terima jika Jenna sudah lulus.


"Mahasiswi lulusan cumclude nih bos, senggol dong," ucap Jenna memanas manasi Cahu.


Cahu hanya bisa menghela nafasnya. Ia sangat kesal sekali dan ingin mengumpati Jenna saat ini juga. Namun ia harus tetap menjaga image di depan om Adam.


Sedangkan Zayn hanya diam saja. Ia tidak tahu harus bertanya atau berbicara apa. Ia seperti orang yang tidak diajak bicara.


"Ya udah, nanti kapan kapan main aja Hu. Ajak mama papa kamu juga. Om sama Jenna juga Zayn harus ke kantor," ucap Adam.

__ADS_1


"Om, biar Jenna sama Zayn aja. Lagian kita mau bahas soal proyek bersama," ucap Zayn.


"Oh, iya Zayn. Hati hati kalian," ucap Adam. Zayn mengangguk sekilas dan pergi menarik lembut tangan Jenna menuju ke mobilnya.


Jenna mencoba melepaskan tangannya yang dicekal oleh Zayn namun cukup susah. Jenna pun pasrah dan membiarkannya. Toh mereka akan ke kantor yang sama. Jenna melirik ke arah wajah Zayn, memperhatikan wajah tampan itu.


"Om kenapa sih? Dari tadi mukanya kayak kesel gitu, mana merah lagi," ucap Jenna


"Merah? Enggak Jenn. Jangan mengada ngada," ucap Zayn.


"Ih, serius om. Merah kayak cepot, eh enggak deng. Mirip si Larva merah," ucap Jenna.


Zayn mengernyit mendengar ucapan Jenna. Si larva merah? Siapa? Larva kan ulat. Zayn yang tampan ini disamakan dengan ulat? Yang benar saja.


Jenna tersenyum melihat kebingungan Zayn. Ia pun membuka lockscreen ponselnya dan mencari foto si larva merah. Setelah menemukan foto yang ia cari, ia pun menunjukannya pada Zayn.


"Nih, sama kan? Merah merah gimana gitu," ucap Jenna. Wanita itu kembali ngakak brutal saat menyamakan wajah larva merah dengan wajah tampan Zayn. Rasanya sangat lucu saja.


"Udah Jenn udah, nanti kamu nangis kebanyakan ketawa. Masuk mobil, kita bisa telat," ucap Zayn. Pria itu mendorong pelan tubuh Jenna agar masuk ke dalam mobil. Setelah Jenna masuk, Zayn juga masuk.


Mereka berdua duduk di kursi belakang. Di depan ada Mathew yang mengemudi. Saat majikannya masuk, Mathew pun melajukan mobilnya menuju ke kantor Adam.


Jenna men-close foto Larva di google dan beralih pada Zayn. Ia kembali memperhatikan wajah Zayn. Wajah Zayn masih sama. Memerah seperti menahan amarah.


"Om kenapa sih? Marah?" Tanya Jenna.


"Enggak, kenapa harus saya marah," ucap Zayn ketus.


"Oke," ucap Jenna. Wanita itu pun mengalihkan pandangannya pada benda pipih miliknya. Ia gabut sebenarnya, jadi ia menscroll sosial medianya. Sedangkan Zayn memutar bola matanya. Jenna benar benar tidak peka sama sekali. Zayn kesal karena cemburu. Tapi wanita ini malah diam saja.


Andai saat bersamanya Jenna tertawa selepas itu. Mungkin Zayn akan bahagia. Namun sepertinya ia membutuhkan banyak effort untuk mendekati wanita ini.

__ADS_1


"Om lihat deh, boneka goblinnya culu banget. Tapi udah sold out," ucap Jenna.


Tbc.


__ADS_2