
***
"Terus maunya kayak gimana?" Tanya Jenna. Wanita itu kembali menyedot susu kotak itu sampai mulutnya penuh.
"Kayak gini," ucap Zayn. Pria itu menaikan tubuh Jenna agar duduk di meja dan menyatukan bibir mereka. Posisi tubuh Zayn sedikit merendah dari Jenna agar air susu dari mulut Jenna mengalir ke tenggorokannya.
Pupil mata Jenna membulat dan mendorong tubuh Zayn agar menjauh. Berhasil. Jenna pun buru buru menelan habis susu yang ada di mulutnya.
"Om gak jijik apa?!"
"Enggak, untuk apa saya jijik?" Tanya Zayn balik. Pria itu kembali menyatukan bibir mereka berdua. Lagi dan lagi Jenna melawannya dan melepaskan bibirnya.
"Jangan menghindarinya jika kamu tidak mau menyesal Jennai," ucap Zayn. Dia kembali melahap bibir Jenna. Ia melakukannya perlahan sebab Jenna pasti akan berontak jika dia melakukannya dengan tergesa gesa.
Kedua tangan Jenna mengalung pada leher Zayn. Semua karena ulah pria itu. Jenna hanya menurut saja, ia sudah tahu watak Zayn. Pernah saat itu Jenna menolak keinginan pria ini dan berakhir bibir Jenna yang bengkak.
Setelah cukup puas, Zayn pun melepaskan ciumannya. Ia menatap penuh cinta untuk seorang wanita yang ada di depannya. Zayn berada diantara kaki Jenna yang terbuka.
"Malam nanti, Ghani dan Ryan mengajak bertemu. Kamu harus ikut dan menemani ku," ucap Zayn.
"Jenna males ketemu dua orang itu om. Wajah mereka kayak om om pedo," ucap Jenna membuat Zayn terkekeh. Pria itu menarik pinggang Jenna sehingga dress bawahnya terangkat.
"Om, apaan sih. Jangan ditarik terus," ucap Jenna.
"Kenapa? Terserah saya dong mau apa juga," ucap Zayn.
"Ya tapi gak gini juga. Kesannya Jenna kayak lagi ngangk*ng buat om," ucap Jenna.
"Jennai, lihat mata saya," ucap Zayn. Jenna yang disuruh pun menurut. Ia menatap mat Zayn dengan jarak cukup dekat.
"Kamu mencintai saya?" Tanya Zayn pelan.
__ADS_1
"Enggak. Awas lepas," ucap Jenna. Wanita itu mendorong tubuh Zayn spontan dan turun dari atas meja. Ia kembali mengambil susu kotak yang ada di meja.
Zayn sendiri hanya menghela nafasnya. Ia pun duduk di kursi yang tadi dia duduki. Sama halnya dengan Jenna juga. Dia duduk di kursi yang tadi ia duduki.
"Ngomong ngomong nanti emang mau ketemuan dimana sama temen temen om?" Tanya Jenna memecah keheningan. Jujur saja jauh di lubuh hatinya Jenna sedang grogi saat ini.
"Gak tahu, belum dikasih tahu," ucap Zayn.
"Gak jadi dong ke pantainya," ucap Jenna.
"Jadi, kita berangkat sekarang," ucap Zayn. Pria itu menarik tangan Jenna dan membawa wanita itu keluar dari ruangan itu. Tangan Jenna juga sempat meraih paper bag berisi susu kotaknya.
***
Senyum di bibir Jenna sejak tadi tersingging indah. Wanita itu tidak henti hentinya tersenyum. Pantai ini adalah pantai favoritnya. Setiap ia berlibur kesini, ia pasti akan mengunjungi pantai ini.
Green bowl beach.
Jenna tidak membawa tasnya. Bahkan ia sudah menanggalkan jas kerjanya. Saat ia melihat pantai ini, ia langsung berlari mendekat ke bibir pantai. Tiupan angin dan deburan ombak langsung menyapanya. Jenna berlari kecil saat air laut mendekat ke arahnya.
Tawa riang keluar dari dalam mulutnya. Ia sungguh sangat senang sekali saat ini. Tiba tiba Zayn berdiri di belakangnya.
"Are you happy?" Tanya Zayn.
"Yes! Im happy," jawab Jenna. Wanita itu menyandarkan punggungnya pada dada bidang Zayn dan tangannya memegang tangan Zayn. Jika orang lain melihatnya mungkin mereka akan menganggap jika Jenna dan Zayn adalah pasangan. Tapi kenyataannya bukan.
Zayn menyimpan dagunya pada bahu kiri Jenna. Sejak tadi ia ikut ikutan tersenyum saat mendengar tawa dari Jenna. Tidak sia sia ia mengosongkan jadwalnya dan mengajak wanita ini kesini.
Sebelumnya Zayn diberitahu mami Jenna jika Jenna sangat menyukai salah satu pantai di Bali. Yaitu pantai Green Bowl Beach. Dan ternyata benar, wanita ini sangat menyukainya.
__ADS_1
"Om," panggil Jenna.
"Kenapa?"
"Dari sekian banyaknya pantai, kenapa om pilih pantai ini?" Tanya Jenna.
"Karena saya menyukainya. Dulu saya sering kesini sendirian saat liburan atau ada pekerjaan. Saya selalu menyempatkan diri kesini. Apa kamu juga menyukai pantai ini?" Tanya Zayn.
"Sangat. Menurut Jenna, dari banyaknya pantai di Bali ini Jenna paling suka sama pantai ini. Selain indah, pengunjungnya juga lebih sedikit jadi ketenangan juga terasa disini," ucap Jenna.
"Dulu, saya pernah berjanji pada diri saya sendiri jika suatu saat nanti saya akan datang ke pantai ini dengan seseorang yang sanga sukai. Dan akhirnya janji itu terwujud," ucap Zayn.
"Apa yang om lihat dari Jenna? Jangan karena kecelakaan malam itu om jadikan alasan jika om suka sama Jenna," ucap Jenna.
"Sebenarnya saya sudah tahu kamu sejak lama karena kamu anak dari teman dekat papa saya. Saat itu kamu sudah memiliki pasangan jadi saya menjaga jarak untuk tidak bertegur sapa dengan kamu. Saya kenal kamu tapi mungkin kamu asing dengan saya," jelas Zayn.
"Diluaran sana banyak loh om yang cantik, pinternya lebih dari Jenna. Bahkan body mereka udah kayak gitar spanyol. Kenapa masih mau sama Jenna?" Tanya Jenna.
"Saya tidak tahu. Memang yang kamu katakan benar adanya, tapi tak satu pun dari mereka yang menarik perhatian saya. Berbeda dengan kamu, kamu memiliki aura berbeda dari mereka. Entah apa yang membuat saya terus menunggu kamu, padahal jelas jelas kamu sering menolak kehadiran saya. Saya masih ingin dekat dengan kamu karena selain nyaman, rasanya saya serasa memiliki tempat untuk pulang," jelas Zayn.
Jenna terdiam mendengarkan ucapan Zayn. Jujur saja apa yang diucapkan oleh Zayn dirasakan oleh Jenna. Dia juga nyaman dan dia juga serasa memiliki tempat untuk pulang setelah menghadapi hari yang sangat melelahkan. Apalagi Zayn selalu tahu tentang keadaannya tanpa Jenna beritahu.
"Om, katanya mau pergi ketemu temen temen om," ucap Jenna.
"Santai saja, mereka menjanjikan pukul tujuh malam. Dress untuk kamu sudah saya siapkan," ucap Zayn. Jenna mengurai pelukannya dan melihat ke arah Zayn.
"Jenna bawa banyak dress om."
"Gak papa. Anggaplah ini hadiah untuk kamu," ucap Zayn. Pria itu menarik Jenna ke dalam pelukannya dan mengecup pelan bibir Jenna. Jenna hanya memejamkan matanya saat Zayn mengecupnya. Hanya mengecup, tidak lebih. Namun ternyata saat Zayan akan menarik kepalanya lagi, Jenna lebih dulu menarik tekuk Zayn dan menyatukan bibir mereka berdua.
__ADS_1
Tbc.